Semua orang tahu dan mengerti bahwa bertepuk sebelah tangan itu menyakitkan. Cinta sendiri, berjuang sendiri, menelan pahit sendiri, ke-GR-an sendiri, cemburu sendiri, sakit hati pun sendiri, pokoknya semua serba sendiri. Tapi aku berbeda, aku lebih bahagia saat bersamamu meski hati, pikiran dan rasamu hanya untuk dia, dia, dan dia.

Aku lebih bahagia saat bersamamu meski kamu hanya membicarakan tentang kelebihannya ataupun tentang seberapa jauh kemajuan hubungan kamu dan dia. Bukannya bodoh, hanya saja hati ini merasa lebih bahagia melebihi segala rasa kecewa, cemburu maupun patah hati saat kamu hanya berpikir tentang dia, dia dan dia.

Hingga sampai saat dimana aku meragukan hatiku, apakah ini benar cinta atau hanya rasa sayang yang berlebih untuk seorang sahabat yang selalu ku andalkan dan selalu ada untukku?

 

1. Awal Ketemu Kamu Udah Bilang : Aku nggak mau punya pacar se-almamater !!

taruna taruni perhubungan

taruna taruni perhubungan via http://www.google.com

Aku udah kenal sama kamu sebelum aku ketemu kamu. Bukan karena kamu populer, hanya saja saat itu aku dekat dengan adik kelas yang juga dekat denganmu yang dalam banyak kesempatan sering cerita soal kamu. Saat itu aku mikir, se-unik dan se-spesial apa sih kamu? Hingga tiba saat pertama kali ketemu. Omigoooottt!

Advertisement

Seriusan ini orang yang sering diceritain ke aku? Nggak cocok. Tampang kamu tuh anak baik-baik banget, hehe maksudnya bukan tampang anak bandel dengan segala tingkah aneh yang selama ini aku dengar. Kaget dong aku, merasa bersalah karena udah menggambarkan perpepsi yang salah dalam imajinasi aku.

Tapi setelah kenal aku baru tau kalau kamu itu super unik, apa adanya, nggak takut dikatain bandel, jutek, galak, dan waaaaah kamu care banget sama orang-orang dekatmu. Kamu menghormati siapapun yang menurutmu pantas untuk dihormati dan kamu tak segan-segan berpaling dari orang-orang yang tak pantas menerimanya, siapapun mereka.

Tapi kamu tau nggak sih, waktu kamu bilang nggak mau punya pacar se-almamater rasanya aku mau jewer kupingmu dan aku tarik sambil lari keliling lapangan. Dalam hatiku bilang sumpah ini orang PD nya kebangetan.

2. Pas Udah Mulai Deket Kamu Bilang : Jangan terlalu nyaman sama aku, ntar kalau suka aku nggak bisa balas

sahabat laki-laki

sahabat laki-laki via http://www.google.com

Advertisement

Memang dari awal kamu udah ngasih batasan, tapi kamu juga toeng. Kamu selalu ada buat aku, kamu yang bawel sama aku, kamu yang bisa ngatur-ngatur aku, kamu yang nemenin saat aku nangis, kamu yang traktir makan saat aku laper, kamu yang nenangin saat aku baper, kamu yang dengerin semua curhatannya aku, bahkan kamu yang nungguin di depan toilet sambil marah-marah saat aku kebelet buang air kecil tapi takut sama hantu.

Kamu yang selalu mengisi hari-hariku sampai aku lupa kalau kamu bukan pacar aku, bahkan aku hampir lupa kalau aku jomblo. Jadi jangan salahin aku kalau aku jadi sayang sama kamu lebih dari sahabat yang lain.

3. Saat kamu suka sama dia, dia dan dia, tahu nggak sih aku rela dengerin semuanya sambil nelan ludah pahit

sahabat laki-laki

sahabat laki-laki via https://www.google.co.id

Saat kamu jatuh cinta dan selalu cerita tentang dia, dia dan dia, wah rasanya kupingku panas, dadaku cenat cenut dan ludah rasanya pahit. Terlebih lagi saat ada film favorit tayang di bioskop, aku ajakin nonton dan atur jadwal seperti biasanya, tapi kamu nolak dan bilang kalau kamu udah janjian nonton sama dia, dia dan dia. 

Gubrak!! Rasanya hancur hatiku berkeping-keping, dan aku pamit ke toilet sambil nangis sesenggukan. Rasanya pengin aku tarik terus aku ikat di pohon kurma samping kantor biar kamu nggak jadi ke mana-mana.

4. Saat Kamu Mulai Merasa Sayang Sama Aku Kamu Bilang : Aku sayang sama kamu, lebih, tapi ada hal yang bikin kita nggak bisa bersama-sama lebih dari sahabat

Setiap momen pertemuan itu berharga

Setiap momen pertemuan itu berharga via https://www.google.co.id

Suatu ketika kita pernah sama-sama jujur. Bahwa kita sama-sama saling nyaman dan saling sayang. Banyak hal telah kita lewati sama-sama. Tugas, pekerjaan, impian, kegagalan, kebangkitan, dan banyak hal lainnya. Banyak juga cinta yang datang, hingga kemudian pergi lagi.

Banyak sekali pertengkaran, bahkan sampai kita mau memutuskan hubungan persahabatan, tapi akhirnya kita balik lagi sahabatan seperti semula, bahkan lebih bisa saling memahami. Namun kita selalu bisa kembali pada komitmen awal, bahwa aku itu sahabat kamu dan kamu sahabat aku.

Bahwa ada hal-hal prinsip yang membuat kita tidak mungkin bersama lebih dari sahabat baik. Bahwa saat tiba pada jenjang pernikahan nanti bukan hanya aku dan kamu, tapi juga keluarga aku dan keluarga kamu. Terlalu egois bila kita hanya memikirkan tentang diri sendiri.

5. Bertepuk Sebelah Tangan Termanis itu KAMU

bahagia melihatmu bahagia

bahagia melihatmu bahagia via http://www.google.com

Memalukan sih, menyedihkan juga. Tapi jujur, bertepuk sebelah tangan termanis itu ya KAMU. Sampai antara kamu dan aku ada ucapan bahwa nanti satu sama lain akan saling mengantarkan ke pelaminan dengan doa terbaik, dan keikhlasan yang terdalam.

Mungkin nanti kalau kita udah punya keluarga masing-masing, kemudian ngumpul buat reuni, aku harus menelan pil pahit penahan mental biar engga baper dan engga nangis pas melihat kamu sama istri dan anak-anakmu.

Bukan karena sedih atau cemburu, tetapi karena kamu telah bahagia, karena kamu telah memiliki hidup yang sempurna, karena aku bisa menjadi salah satu bagian dari cerita hidupmu, karena aku adalah salah satu perantara dirimu dengan masa depanmu, dan aku adalah salah satu pijakanmu meraih puncak kebahagiaanmu. 

6. Sekarang, saat hatiku mulai bisa berdetak untuk orang lain, aku baru menyadari kebenaran perasaanku padamu

sahabat yang mendampingiku

sahabat yang mendampingiku via https://www.google.co.id

Mungkin aku mulai lelah dan mulai menyerah mempertahankan perasaan yang abu-abu, kurang jelas serta terkesan tidak ada ujung dan pangkalnya. Aku memberanikan diri mulai membuka hati, aku mulai memberanikan diri menerima perhatian selain darimu, mulai mencoba menatap mata selain matamu, dan mencoba terbuka dengan cowo selain kamu.

Satu, dua, tiga dan seterusnya. Awalnya tidak berhasil, tidak ada yang berubah. Namun terus kucoba mendengarkan berbagai pendapat, dan mencoba lagi membuka hati, hingga akhirnya ada yang membuatku kaget. Hah!!

Kok bisa? perasaan ini beda, pas ketemu aku deg-degan, padahal dia bukan sahabatku, bahkan aku tak dekat dengannya. Kacau, pikirku. Aku deg-degan sama orang yang baru aku kenal? aku nyaman sama dia yang ga tahu siapa aku dan aku pun tak tahu siapa dia.

Dan parahnya saat aku sama dia aku bisa lepas dari ingatan tentang kamu, bahkan terlepas dari kebiasaan-kebiasaan kecil tentang kamu, yaitu selalu ngabarin saat aku lagi apapun. Lama-lama aku sedikit menyadari, bahwa perasaan ini berbeda dengan perasaanku ke kamu.

Mungkin rasa sayangku ke kamu dan rasa seakan aku ga bisa bahagia kalau engga sama kamu itu hanya ke-parno-an aku saja, karena selama ini kamu yang selalu ada di samping aku tanpa ada yang lainnya, hingga aku lupa membuka hati dan mencari calon pendamping hidup untukku sendiri.

Mungkin aku salah mengartikan arti sayang yang berlebih untuk seorang sahabat menjadi cinta yang tak terbalas dan bertepuk sebelah tangan.

7. Sahabat Tersayangku, Ternyata Tempatmu Bukan di Pusat Hatiku, Tetapi di Sudut Terpencil Hatiku

Forever Friends

Forever Friends via https://www.google.com

Kamu bukan cintanya aku, kamu itu sahabat tersayangnya aku. Kita mungkin dari awal memang ditakdirkan untuk menjadi sahabat, bukan pasangan. Saat ini hingga kita memiliki kehidupan masing-masing nanti, bahkan saat kita menghadap Illahi, ucapanku akan tetap sama, bahwa kamu selalu ada di sudut kecil hati aku, di sudut banget, tempat terpencil yang nggak akan pernah terhapus oleh tumpukan kenangan-kenangan baru dalam hidup aku. 

Jadi untuk kalian semuanya, jangan takut saat hati kalian menyayangi seseorang. Meski hanya bertepuk sebelah tangan, meski menyakitkan, di dalamnya ada banyak sekali tepukan manis yang bisa mengalahkan pahitnya rasa sakit itu.

Bahkan dari cinta yang kalian anggap bertepuk sebelah tangan bisa jadi mengantarkan kalian pada sahabat terbaik dan juga tersayang yang kalian miliki hingga nanti. Hingga waktu yang tidak bisa kita tentukan sendiri.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya