7 Tips Membuat Portfolio Menarik Dimata HRD, Yuk, Update Portofoliomu Sekarang!

Mungkin kamu pernah melihat beberapa lowongan pekerjaan meminta pelamar untuk mengirimkan CV dan portofolio. Salah satu persyaratan untuk melamar pekerjaan di beberapa posisi memerlukan portofolio, seperti posisi desain grafis, content writer, videographer, fotografer dan lainnya. Kebanyakan pekerjaan yang berhubungan dunia kreatif biasanya membutuhkannya.

Portofolio merupakan dokumen yang berisikan hasil karya atau pekerjaanmu selama kamu bekerja ataupun menekuni suatu bidang. Sedangkan CV, dokumen yang berisikan riwayat hidupmu. Fungsi dari portofolio adalah untuk menunjukkan bukti dari keahlian yang kamu miliki.

Jika kamu ingin membuat portofolio yang menarik dan memukau HRD, kamu dapat melakukan langkah berikut ini :

Advertisement

1. Pilih karya terbaikmu

Photo by UX Store on Unsplash

Photo by UX Store on Unsplash via https://unsplash.com

Jika kamu memiliki banyak pilihan karya yang ingin dimasukkan ke dalam portofoliomu, maka pilihlah yang terbaik. Untuk membuat HRD terpukau, pilihlah karyamu yang paling menarik dan berkesan. Jika kamu melamar sebagai content writer pastikan untuk memilih tulisanmu yang paling populer, banyak di-share.

Jika kamu masih bingung dengan format portofolio, kamu dapat melihat contoh dari beberapa internet. Yang paling terpenting adalah kamu dapat membuat portofoliomu terlihat original.

Advertisement

2. Tujukkan karya yang berkualitas

Photo by Arlington Research on Unsplash

Photo by Arlington Research on Unsplash via https://unsplash.com

Tidak berbeda jauh dari tips sebelumnya, ketika kamu memilih karya-pilihlah yang berkualitas. Apabila kamu seorang fotografer, kamu harus memilih foto yang jelas dan memiliki cerita dibalik foto tersebut atau memiliki nilai estetis. Hasil karya yang berkualitas akan menjadi bahan pertimbangan yang menarik untuk HRD.

3. Masukan karya yang telah dipublikasikan

Photo by KOBU Agency on Unsplash

Photo by KOBU Agency on Unsplash via https://unsplash.com

Bagi kamu yang telah bekerja sebelumnya atau magang, dapat memasukkan karya yang pernah dipublikasikan. Dengan adanya karya yang dapat dilihat secara luas merupakan bukti kalau kamu memiliki kualitas pada bidang yang kamu tekuni.

4. Buat desain sederhana

Advertisement
Photo by Pablo Arroyo on Unsplash

Photo by Pablo Arroyo on Unsplash via https://unsplash.com

Menciptakan visual yang menarik adalah hal penting yang tidak boleh dilupakan ketika membuat portofolio. Namun kamu juga tetap perlu memperhatikan komposisi warna dan pola pada designmu, ya. Jangan sampai design mu terlihat menumpuk sehingga HRD tidak fokus pada karya yang ingin kamu tunjukkan.

Kamu juga dapat membuat website portofolio untuk memudahkan HRD dalam melihat karyamu dan memasukkan link-nya pada CV-mu, lho!

5. Jelaskan hasil karyamu

Photo by Malte Helmhold on Unsplash

Photo by Malte Helmhold on Unsplash via https://unsplash.com

Ketika memperlihatkan portofolio pada HRD, tentunya bukan hanya sekedar foto ataupun hasil tulisanmu saja yang ditunjukkan. Kamu perlu untuk menjelaskan secara ringkas karyamu agar HRD dapat lebih memahami apa yang kamu buat.

Selagi menjelaskan karyamu, kamu dapat sekaligus menceritakan tentang kelebihan dirimu dalam menghadapi masalah ketika bekerja atau bagaimana proses kamu bekerja. Hal ini akan membuat HRD dapat menilai cara kamu berpikir dan bekerja.

6. Masukan testimoni klien sebelumnya

Photo by Markus Winkler on Unsplash

Photo by Markus Winkler on Unsplash via https://unsplash.com

Membagikan review yang bagus dari klienmu merupakan salah satu cara agar hasil karyamu terbukti memberikan kepuasan dan semakin banyak review positif, HRD pastinya akan lebih tertarik untuk merekrut dirimu.

Beberapa tips agar apa yang buat mendapatkan review positif adalah ramah dengan klien, selalu mendengarkan keinginan dari mereka, dan tetap jaga hubungan meskipun proyek telah selesai.

7. Selalu perbaharui portofoliomu

Photo by Christina @wocintechchat on Unsplash

Photo by Christina @wocintechchat on Unsplash via https://unsplash.com

Saat ini perkembangan tren sangat cepat berubah dan hal ini akan mempengaruhi bagaimana hasil suatu karya akan dinilai. Contohnya jika kamu seorang fashion designer, kamu perlu untuk menujukkan hasil rancangan pakaian yang kekinian atau setidaknya memiliki keunikan.

Hal yang paling penting adalah pastikan untuk memasukkan karya yang up-to-date dan relevan dengan skill yang kamu tawarkan ataupun perusahaan butuhkan.

Nah, itu tadi beberapa tips yang perlu kamu ikuti jika ingin membuat portofolio yang menarik. Jika kamu sudah memiliki sebuah karya, meskipun kamu belum lulus kuliah-tidak masalah kok! Sebelum membuat portofolio, kamu dapat membuat CV di Kinzaa, lho! Setelah itu kamu dapat menggunakan portofolio ketika ingin magang ataupun bekerja nanti. Jangan lupa untuk mengikuti tips sebelumnya ya! 

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Kinzaa adalah sebuah situs online untuk membuat CV dan Resume Online dengan mudah dan cepat.

CLOSE