Istilah “suami” dan “istri” adalah pernyataan hukum, yang menandakan bahwa di antara mereka berdua telah terikat oleh pernikahan yang sah. Namun hakikatnya, mereka harus menjadi sahabat yang sangat istimewa. Bukan saling asing atau saling menjadi orang lain, namu saling mendekat dan tidak berjarak. Jika suami dan istri saling jaim, menjaga jarak satu dengan yang lainnya, membuat interaks di antara mereka menjadi sangat formal dan tidak memiliki kedekatan dan keintiman.

Rumah tangga akan kering, gersang mekanistik, dan sekadar berjalan tanpa ada sentuhan keindahan. Hidup berumah tangga seperti ini akan cepat membuat lelah kedua belah pihak.

Siapakah sahabat? Jika ada dua orang yang bersahabat karib, apakah yang terjadi di antara meraka? Apa yang menjadi ciri sebuah persahabatan, yang membedakan dengan hubungan antar manusia pada umumnya?

Perhatikan ciri-ciri sahabat berikut ini.

1. Sahabat itu saling berbagi

Sahabat itu saling berbagi

Sahabat itu saling berbagi via http://sijai.com

Jika suami istri tidak mau peduli dan saling berbagi, berarti mereka belum saling menjadi sahabat. Mereka masih mementingkan diri sendiri, masih sangat kuat keakuan dan kekamuan, belum menyatu menjadi "kita".

2. Sahabat itu saling curhat

Sahabat itu saling curhat

Sahabat itu saling curhat via http://dik.my.id

Jika suami dan istri tidak saling curhat, atau ada suasana tidak nyaman saat curhat, menandakan mereka belum mencapai kondisi sahabat. Ketika ada masalah bukan curhat kepada pasangan, justru curhat kepada teman yanga ada di luar rumah. Justru curhat melalui chatting dengan orang lain. Harusnya sahabat sejati yang harus dicurhati pertama kali adalah suami atau istri, bukan orang lain.

3. Sahabat itu senang dan betah menemani

Sahabat itu senang dan betah menemani

Sahabat itu senang dan betah menemani via http://www.akmalbahtiar.com

Advertisement

Jika suami dan istri tidak betah menemani, bahkan lebih senang jika sendiri artinya belum menjadi sahabat bagi pasangan. Apalagi jika merasa tersiksa saat bersama pasangan, ini sangat jauh dari makna sahabat.

4. Sahabat itu tidak banyak bertanya

Sahabat itu tidak banyak bertanya

Sahabat itu tidak banyak bertanya via http://jombloo.co

Jika suami dan istri masih sangat banyak yang dipertanyakan, segala sesuatu harus melalui keributan, semua keputusan diambil dengan suasana yang sangat alot dan menegankan, menandakan mereka belum saling menjadi sahabat satu dengan yang lain.

Sekadar memutuskan kegiatan saat libur akhir pekan, harus melalui perdebatan panjang, harus melalui pertengkaran yang melelahkan, ini menandakan belum menemukan format persahabatan.

5. Sahabat itu saling percaya

Sahabat itu saling percaya

Sahabat itu saling percaya via http://inspiring.id

Advertisement

Jika suami istri tidak bisa saling percaya, bawaannya hanya curiga, lebih percaya orang lain daripada pasangannya, mendadakan mereka belum menjadi sahabat setia. Suami selalu mencurigai istri, dan istri selalu mencemburui suami.

6. Sahabat itu betah ngobrol berlama-lama

Sahabat itu betah ngobrol berlama-lama

Sahabat itu betah ngobrol berlama-lama via http://rockingmama.id

Jika suami istri masih ribut soal tema pembicaraan, jika mereka belum bisa betah mengobrol berlama-lama, jika mereka saling menyimpan perasaan saat berdua, menandakan belum menjadi sahabat setia.

7. Sahabat itu saling mengerti

Sahabat itu saling mengerti

Sahabat itu saling mengerti via http://ummi-online.com

Jika suami dan istri sulit mengerti keinginan pasangan, sulit memahami bahasa pasangan, artinya mereka belum saling menjadi sahabat. Suami dan istri mestinya berada dalam pengertian dan pemahaman yang sangat mendalam, karena interaksi yang sangat intim setiap harinya.

8. Sahabat itu ada ketika kamu memerlukannya

Sahabat itu ada ketika kamu memerlukannya

Sahabat itu ada ketika kamu memerlukannya via http://tandapagar.com

Sahabat itu menjadi istimewa, karena selalu ada saat kamu memerlukannya. Ia hadir untuk menghibur di saat kamu sedih, hadir utuk memotivasi saat kita terpuruk, hadir untuk membimbing saat kita terjatuh. Sahabat merelakan waktu, tenaga, pikiran dan harta untuk membantu keperluan kita. Ini yang membuat persahabatan tidak mudah rusak dan hilang, bisa menjadi sahabat sehidup semati karena sifatnya yang sangat peduli.

Sahabat sejati itu, kamu dan pasanganmu!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya