Kami ini hanyalah manusia dengan satu jantung. Meski disebut sering tidak peka, namun denganmu kami bisa menjadi manusia terkuat selamanya. Mamahami perasaan wanita tak pernah mudah. Seperti aturan dalam membuat sebuah gambar "manga", tak pernah ada akhir dalam hal ini. Perasaan adalah suatu keadaan dalam kesadaran manusia yang karena pengaruh pengetahuannya dinilai sebagai keadaan positif dan negatif.

Terserah:

(Pronoun) Memberi kuasa kepada pasangan untuk menentukan sebuah pilihan (berjuta makna) namun tidak ada jawaban.

Adalah hal umum jika pria cenderung dominan menggunakan logika, karena kejujuran dan kebohongan wanita ternyata cukup mudah diprediksi. Jangan hardik wanitamu. Justru ini saatnya kamu menjadi pribadi yang berpandangan luas dan mengerti lebih dalam tanpa harus bertanya.

1. "Nggak apa-apa" – sebuah ikon ekspresi klasik dari wanita. Logika pria berperan untuk lebih pengertian

Crying Girl – One Ok Rock – Video Clip via https://www.google.co.id

Jika bisa digambarkan, perasaan wanita itu sangat halus bagaikan kain sutera. Segala bentuk perkataan dan tindakan kasar akan sangat mudah melukai perasaannya dan sulit untuk disembuhkan. Hal inilah yang terkadang sering membuat para pria mengalami kesulitan untuk memposisikan dirinya ketika menghadapi emosi wanita. Mereka sering kali bertanya-tanya dalam hati, apa yang harus dilakukan dan tidak boleh dilakukan dalam mengatasi hal ini.


Sabar.. Ini cobaan, ini ujian.


Wanita adalah makhluk yang lebih mementingkan "perasan" dibanding "logika". Tak heran jika perasaan, emosi, empati, simpati, dan perilaku lemah-lembut melekat pada mereka. Perasaan wanita di sini cenderung menyenangi hal-hal yang mereka ingin "dengar". Perilaku tersebut mengharuskan mereka memikirkan setiap perasaan dalm otak sehingga cenderung lebih rentan mengalami depresi.

Advertisement

Di sinilah logika pria turut ambil peran. Sejatinya pasangan itu saling melengkapi. Menjadi calon pemimpin di mulai dari kepekaan untuk lebih mengerti (secara tindakan). Menguatkan hubungan transferensial untuk membantu agar wanitanya mencapai pemahaman diri, ketulusan hati dan hubungan pribadi yang lebih afektif dalam menghadapi kecemasan atau masalah melalui cara-cara yang realistis.

2. "Terserah" – cara wanita melatih skill manja dan cara pria mengasah skill kedewasaan

Menabur Perasaan dalam Kesederhanaan via https://www.google.co.id

Rafi : Sayang, mau makan dimana?

Eva : Terserah.

Rafi : Steak?

Eva : Nggak, deh.

Rafi : Penyetan?

Eva : Nggak suka yang berminyak.

Rafi : D'Donuts?

Eva : Nggak suka yang manis, ntar bikin gemuk.

Rafi : Sayang, maunya apa dong?

Eva : Terserah.

Singkatnya, ini salah satu cara wanita agar dimanja. Pria sadar akan hal ini. Itulah alasan mengapa keputusan tetap diambil terlepas apakah hal tersebut sesuai benak sang kekasih (read: wanita).


Bukan karena kami tidak peka, tapi mengajak itu sudah jadi tugas pria.


3. "Belum Ngantuk" – kalimat rindu wanita ketika jarak memisahkan, yang pria harus lebih bijak untuk terjaga dalam malam

I just miss you…. a lot. via http://postingredhead.tumblr.com

Pejuang LDR tahu persis bagaimana rasanya pacaran ala jomblo.


Mesra dalam jarak. Rindu dalam pilu. Angin malam tak akan tega menyakiti.

Dirimu selalu hadir dalam mimpi.


Alasan kenapa hingga larut malam kekasih belum tidur dan memilih chatting ngalor-ngidul (read: ora jelas) adalah cara mereka menuntaskan rindu. Mereka paham pria yang dicintai bekerja demi masa depan bersama dari pagi hingga malam. Waktu luang terbatas dan kesempatan bertemu yang tak lagi bebas.

Kaum pria sadar betul akan hal ini, mereka sering kawatir jika sang wanita yang disayangi jatuh sakit atau masuk angin. Namun inilah cara impulsif wanita menuntaskan hormon rindu yang terbentang jarak dan waktu. Terlepas dari perilaku tersebut benar atau salah, namun perasaan yang meluap-luap memang sebaiknya dilepaskan.

4. "Nggak Laper, Masih Kenyang" – kebohongan wanita sejak lahir hingga akhir hayat, pria wajib mengurai ini

Be Your Self Dear.. via https://www.google.co.id


"Makanlah, nak", "Aku tidak lapar."

"Makanlah, nak", "Aku tidak suka makan ikan."

"Cepatlah tidur, nak", "Aku tidak capek."

"Minumlah, nak", "aku tidak haus!".


Ibu, wanita yang selalu berbohong. Sejak pria kecil, lahir, hingga berumah tangga, beliau tak pernah ingin menjadi alasan sebuah kekawatiran..


Nangis rasane kelingan ibu ngomong yen wis wareg padahal luwe :(

Rasanya ingin menangis teringat dengan yang ibu mengatakan sudah kenyang padahal menahan lapar :-(


Sedangkan wanita adalah kekasih yang berusaha keras ingin tampil lebih baik untuk pasangannya, tampil ideal demi bersanding dengan pria yang dicintai. Mereka menolak makan demi menjaga bentuk badan

Pria bertanggungjawab memberi pengertian secara perlahan, agar kekasih wanitanya tidak terlalu menahan nafsu makannya hanya karena bentuk badan. Beri edukasi tentang diet yang baik dan benar, hal ini karena pria lebih tahu cara-cara yang berlogika dan realistis.

5. "Nggak punya baju ganti" – kode, keras, banget

Gambaran Lemari Pakaian Wanita via https://www.google.co.id

Tak ingin berkomentar banyak tentang pakaian wanita. Kalian pasti sudah paham betul kalau wanita ingin tampil perfeksionis saat berjalan di setiap malam minggu.

Kami menghargai usaha kalian, entah harus menunggu berapa jam untuk kalian selesai memilih pakaian. Pun hingga akhirnya kalian datang begitu terlambat, lalu bertanya kepada kami, "Sudah lama nunggunya?". Tentu dengan tegas kami katakan, "Nggak kok, baru 5 menit."