Agar Tidak Menimbulkan Stres, Jenuh, Bahkan Masalah Kesehatan Mental, Berikut Tips Mengatasi Kejenuhan!

Kejenuhan kuliah daring

Sejak di Indonesia terkena penyebaran virus covid19, banyak hal berubah dalam kehidupan manusia. Salah satu contohnya penerapan belajar daring yang ditetapkan pemerintah demi menghindari penyebaran virus covid19 sebagai penerapan physical distancing. 

Namun, semenjak diterapkan pembelajaran daring banyak siswa ataupun mahasiswa yang mengeluh, karena aktivitas belajar yang biasanya dilakukan di sekolah kemudian dilakukan di rumah selama berkepanjangan membuat siswa kurang berinteraksi secara fisik dengan teman lain bahkan gurunya. Dan membuat siswa merasa jenuh dengan rutinitas yang monoton, tugas yang menumpuk, patner berbicara yang terbatas secara fisik, lingkungan yang terbatas, dan masih banyak lagi penyebabnya. Agar tidak menimbulkan stres, jenuh, bahkan masalah kesehatan mental, harus diatasi atau dicegah sebelum terjadi. 

Berikut tips mengatasi kejenuhan kuliah daring dengan melakukan beberapa hal :

Advertisement

1. Mengatur waktu sebaik mungkin

Foto oleh Jess Bailey Designs dari Pexels

Foto oleh Jess Bailey Designs dari Pexels via https://www.pexels.com

Tentunya sebagai Pelajar/Mahasiswa harus pandai mengatur waktu, ada waktunya kerja waktu belajar membantu orang tua, hangout bareng teman, dan lain sebagainya. Begitupun dengan pembelajaran daring/online harus pandai mengatur jadwal sebaik mungkin dan jangan sampai terus-menerus dikejar deadline, karena dengan hal tersebut malah akan merusak mood dan pasti memicu timbulnya malas untuk belajar.

2. Melakukan hal-hal yang disukai

Foto oleh Andrea Piacquadio dari Pexels

Foto oleh Andrea Piacquadio dari Pexels via https://www.pexels.com

Jika belajar terus menerus dan memaksakan diri tentu saja akan mengakibatkan kejenuhan Nah untuk menghindari itu kita perlu mengambil sedikit waktu untuk menghibur diri dan kita sukai dengan cara kegiatan-kegiatan yang menyenangkan dan bisa menghibur diri kita sendiri, misalnya seperti nongkrong bareng teman dan juga jalan-jalan bareng, atau hangout bareng teman ke tempat-tempat yang bernuansa alam agar mampu memberikan ketenangan fikiran dan Kedamaian jiwa.

Advertisement

3. Me time

Cari mood atau suasana yang membangun terbentuknya suasana hati yang baik. Kita dapat melakukan hobi, menonton film atau serial drama, membaca buku-buku dengan topik yang disukai, memasak, bermain game secukupnya, merawat diri, mendengarkan musik, menata ruang belajar, dan kegiatan-kegiatan lainnya sesuai dengan masing-masing individu.

4. Temukan partner ngobrol

Temukan partner ngobrol yang mendukung suasana hati bahagia meskipun dilakukan secara virtual. Misalnya mengobrol topik yang ringan dengan suasana santai dan penuh canda, sharing tentang permasalahan yang dialami dengan partner yang mampu mendengarkan atau membangun. Hindari obrolan dengan topik yang toxic supaya jiwa kita tidak menyerap energi yang negatif sehingga menimbulkan kelelahan. ‘Mengobrol’ tidak hanya melalui pesan singkat tetapi lakukan video call misalnya, supaya suasana menjadi lebih terbangun, kita dapat melihat ekspresi dan mendengarkan nada bicara lawan tutur.

5. Tetap fokus pada tujuan yang ingin digapai

Foto oleh Anete Lusina dari Pexels

Foto oleh Anete Lusina dari Pexels via https://www.pexels.com

Ketika rasa penat dan jenuh mulai menghampiri, Anda tentunya akan menjadi malas dan kurang bersemangat untuk belajar. Rasanya berat sekali untuk melaksanakan kewajiban. Saat itulah, coba ingat-ingat kembali tujuan Anda belajar. Setiap orang, termasuk Anda pasti memiliki tujuan dalam belajar.
Jika Anda mengingat lagi tujuan tersebut, lalu tarik nafas dalam-dalam dan ucapkan dalam hati “saya pasti bisa,” maka semangat dan motivasi belajar Anda pasti akan kembali muncul secara perlahan. Ingat juga, akibatnya kalau Anda bersikap terus malas dan kurang bersemangat, tentunya tujuan tersebut akan sulit tercapai.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

CLOSE