Aku tahu bahwa waktu yang sudah berlalu, tidak akan pernah pernah kembali lagi.

Aku tak mengerti apa yang membuat kita menjadi seperti saat ini. Soal pertengkaran sudah menjadi hal biasa untuk kita. Hal yang sudah wajar didalam sebuah persahabatan, pasti pernah terjadi pertengkaran. Namun berbeda untuk kali ini, semuanya seolah berubah atau ini hanya perasaanku saja? Apa mungkin kita perlu waktu untuk saling mengintrospeksi diri masing-masing?

1. Kenangan kita pada masa itu.

Kita dipertemukan secara tidak sengaja. Kesamaan akan obrolan dan selera humor, menjadikan kita tempat yang nyaman untuk saling curhat satu sama lain. Semua canda tawa, suka dan duka kita lalui bersama. Perdebatan dari hal yang kecil hingga besar pun sudah menjadi hal yang biasa bagi kita. Tapi mengapa perdebatan kali ini membuat semuanya menjadi berbeda?

Aku sadar, kita punya kesibukan dan prioritas masing-masing. Memang sudah waktunya atau kita butuh waktu untuk saling introspeksi diri? Aku merindukan kita yang dulu. Tolong kembalikan semua kenangan yang pernah ada.

2. Adakah di sana kau merindukan kita yang dulu?

Advertisement

Setiap canda tawa, suka duka yang telah kita lalui pada masa itu takkan pernah ku lupakan. Karena pada saat kita bersama, aku bisa menjadi diriku sendiri tanpa harus berpura-pura menjadi orang lain. Rasa nyaman di antara kita pula yang membuat kita semakin dekat dan percaya satu sama lain. Meskipun kita tahu bahwa sebuah persahabatan tak akan pernah luput dari kata bertengkar, sepertinya itu sudah menjadi hal biasa.

Di saat aku sedih dan sedang dilanda masalah, kalian datang untuk menghiburku. Begitu pula disaat bahagia, kalian pun selalu turut bahagia. Kalian akan selalu ada, dimanapun dan kapanpun tanpa harus memikirkan jarak dan waktu karna pada masa itu pula kita selalu bisa bersama setiap harinya. Kita yang jauh dari kata feminim, lemah lembut, bahkan manja karena kita adalah wanita tangguh yang selalu bisa mandiri, tegas, kuat bahkan kita tergolong tomboy pada waktu itu.

Meskipun kelas kita terpisah tapi kita harus selalu berkumpul bersama pada jam istirahat maupun di setiap waktu pulang sekolah. Kita yang kemana-mana selalu bersama, mulai dari ke toilet, kantin sekolah, jajan keluar sekolah bahkan kita sampai punya basecamp sendiri sebagai tempat untuk saling bertukar cerita satu sama lain. Dan masih banyak hal lain lagi yang sudah kita lalui. Tidakkah kau merindukannya?

3. Sahabat, tegurlah aku jika aku salah.

Advertisement

Aku mungkin terlalu egois, tidak memikirkan bahwa pada akhirnya kita pasti semakin disibukkan dengan kegiatan dan prioritas kita masing-masing. Aku yang selalu ingin kalian meluangkan sedikit waktu saja untuk turut serta di dalam setiap obrolan kita meskipun hanya melalui media sosial. Terkadang aku terlalu iri, melihat kalian yang selalu update di setiap instastory maupun status di Facebook, namun tak pernah mau meluangkan waktu sedikit saja untuk membalas pesan yang ada di grup kita.

Dan juga aku semakin sadar akan kehadiran teman-teman baru kalian, yang ternyata bukan hanya aku yang tahu akan semua tingkah burukmu. Pada saat itu pula aku merasa takut posisiku akan tergantikan dengan mereka. Aku tentu tak bisa melarangmu untuk tidak berkenalan dengan banyak orang. Ataukah aku yang terlalu tidak punya kesibukan dan tidak punya banyak teman sehingga aku selalu berharap kalian bisa seperti aku? Entahlah, hanya kalian yang bisa menjawabnya. Namun jika aku salah, tegurlah aku, sahabat. Aku hanya merindukan kita yang dulu.

4. Percayalah, kalian tak akan pernah tergantikan sampai kapanpun.

best friend

best friend via https://id.pinterest.com

Karena sampai saat ini pun aku belum menemukan sahabat yang seperti kalian. Sebanyak apapun aku berkenalan dengan orang baru, belum ada yang seperti kalian yang mengerti dan mau menerima segala sifat burukku. Aku mungkin tidak akan bisa menjelaskannya dengan kata-kata, bagaimana persahabatan yang telah kita lalui sejauh ini namun aku percaya dan yakin kalian masih sahabat terbaikku hingga saat ini.

Boleh saja kalian telah menemukan sahabat baru selain aku, namun bagiku sampai kapanpun kalian takkan pernah tergantikan.

5. Aku percaya, suatu saat nanti kita pasti akan kembali seperti dulu lagi.

Kembali lagi terpikir olehku, mungkin inilah waktunya persahabatan kita sedang di uji kembali. Semua dari kita mungkin sedang butuh waktu masing-masing untuk saling introspeksi diri kita. Dan ku biarkan waktu yang akan mengembalikan semuanya seperti semula.

Ya, semoga saja masih bisa kembali seperti yang dulu. Sukses sahabatku, untuk segala aktivitas dan prioritas kita masing-masing. Aku mendoakan yang terbaik untuk kita semua, see you on top guys!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya