Saya salah satu korban angkatan 90 an, di mana hidup di desa dengan saranan pendidikan yang seadanya. Antipati pada pelajaran yang namanya Bahasa Inggris. Tapi, belum terlambat untuk belajar, ini yang saya yakini selalu.

Begitupun dengan belajar Bahasa Inggris, meskipun saya merasa antipasti dengan bahasa yang satu ini, tapi kenyatanya di jaman now, Bahasa inggris menjadi menu wajib untuk mengarungi bahtera hidup di Jaman globalisasi.

Saya mencoba untuk melakukan analisa dengan metode saya sendiri dan beberapa orang yang saya kenal, apa sih 5 Alasan Terbesar Kenapa Bahasa Inggris Menjadi Momok teman-teman saya di angkatan 90-an. Benar nyatanya, ternyata konsep pendidikan dari kecil adalah faktor paling berpengaruh sehingga saya dan teman lainya angkatan 90-an merasa bahasa Inggris adalah hantu yang menakutkan.

1. Metode dan cara ajar di sekolah era 90-an

Animasi Interview Bahasa Inggris

Animasi Interview Bahasa Inggris via https://www.jadikaryawan.com

Metode mengajar di Indonesia sejak dari jaman ibu saya sampai sekarang adik terkecil saya, kurang lebih sama. Hanya media ajarnya yang berbeda, lebih kekinian. Kalau dulu pakai papan kapur sekarang pakai laptop dan LCD proyektor, itupun hanya di beberapa sekolah, selebihnya juga sama saja.

Pendidikan di Indonesia lebih mengedepankan metode satu arah atau ceramah, guru menjelaskan murid mendengarkan. Jarang sekali dilakukan diskusi-diskusi terutama di strata pendidikan dasar. Ini sangat berpengaruh terhadap kemampuan anak menganalisa dan berbicara di depan umum.

Advertisement

Anak cenderung minder dalam menyampaikan pendapatnya boro-boro berbicara dengan bahasa Inggris, mau ngomong saja sudah minder.

Jujur, dulu saya seddiri merasa minder pada anak-anak kota yang dengan percaya diri berbicara bahasa Inggris, yang kemudian hari ternyata saya sadar, mereka salah, istilahnya “kemlinthi”.

Tapi itulah yang harus ditiru sebenarnya, percaya diri dulu saja, masalah benar atau salah, bisa di perbaiki.

Advertisement

Terus terang, penjelasan dan pelajaran dari guru pada waktu saya kecil terkait Bahasa Inggris sangat minim, ini entah karena guru yang tidak berkompeten, atau saya seluruh kelas yang terlalu jongkok IQnya.

2. Dulu di era 90-an, kurikulum Bahasa Inggris di SD sungguh mengerikan

Buku bahasa Inggris era 90-an

Buku bahasa Inggris era 90-an via http://chyrun.com

Ini bukan melebih-lebihkan lho yah, bagi kid jaman now, mungkin tidak percaya.. tapi benar sob, dulu di tahun 90 an, belu ada mata pelajaran bahasa inggris di SD saya. Tapi di kota, saya jamin ada…buktinya, kalau ada lomba mata pelajaran selalu tercantum di daftar.

SD saya selalu, hamper selama saya sekolah, hanya mengirimkan wakil untuk mengikuti lomba cerdas cermat dengan mata pelajaran IPS, kalau tidak IPA.

Setelah saya besar dan tahu, ternyata dulu sebenarnya ada pelajaran Bahasa Inggris, namun di batasi hanya pada Sekolah dasar yang sudah memiliki SDM guru yang mencukupi….

Kalupun ada begini kondisinya ;

Coba anda tengok pelajaran SD kelas 1, sementara anak masih belajar mengeja, mereka sudah diberikan soal cerita, jumbled words, dan tugas – tugas yang cukup “tinggi standartnya”. Bahkan saya pernah didatangi anak kelas 4 SD yang meminta dibuatkan cerita fabel dalam bahasa Inggris. WOW banget kan? kita aja yang uda gede, pasti bakalan mikir seribu kali untuk bikin cerita ginian. Vocabulary masih seuprit , udah disuruh bikin cerita legenda.

Apakah dipikir dengan membuat tugas yang super mutakhir akan bikin anak menjadi jago? Bukannya malahan bikin mereka malah takut dan mengecap bahasa Inggris adalah pelajaran yang super duper susah. Kenapa tidak disederhanakan kurikulumnya saja. Lebih banyak ditekankan pada menambah perbendaharaan kata dan kemampuan mengeja dalam bahasa Inggris. Permainan bisa menjadi cara paling mudah untuk menarik minat anak belajar bahasa Inggris.

3. Minimnya Kompetensi Guru Bahasa Inggris SD di Desa Era 90-an

Buku bahasa jaman sekarang

Buku bahasa jaman sekarang via http://www.jadikaryawan.com

Kurikulum yang njelimet dan guru yang kurang kompeten adalah formula ampuh untuk menyebabkan bahasa Inggris menjadi pelajaran yang sulit. Dulu, saya mulai tertarik dengan bahasa Inggris bukan karena pelajarannya (saya dulu tidak mendapat pelajaran bahasa Inggris di SD), namun saya sering mendengar lagu MLTR dan Air Supply yang disetel sama tante saya. Hingga saya tergerak untuk belajar nyanyi dan mencoba mengartikan.

Nah, kalau sekarang anak dipaksa belajar bahasa Inggris, tapi gurunya kurang kompeten. Akhirnya, sang guru lebih suka memberikan PR dari LKS yang bejibun kemudian mencocokkan kunci jawaban yang sudah tertera di belakang LKS pegangan guru. Gurunya sendiri, pronouncation dan vocabularynya acak kadut. Ini bukan isapan jempol semata, silahkan datang atau inbox saya langsung untuk mendengarkan cerita seutuhnya (gak fair kalau saya ceritakan disini).

4. Di era-90 an, belum banyak tempat kursus bahasa Inggris

Tempat kursus bahasa inggris

Tempat kursus bahasa inggris via http://www.educenter.id

Nah, ini menjadi alasan ke empat, kenapa generasi 90-an sedikit yang jago bahasa Inggris. salah satunya masih sangat minim lembaga kursus yang membuka jasa kursus bahasa Inggris.

5. Arus informasi di era 90-an belum se-dahsyat sekarang, terlebih di era tersebut pemerintah benar-benar membatasi akses informasi masyarakatnya

Jadi jangan salahkan kami juga, bagi anak ndeso yang hanya belajar dari sekolahan. Tidak mungkin rasanya mendapat pembelajaran selain dari guru-guru disekolah. coba bayangkan sekarang, tidak dapat ilmu dari sekolah bisa mencari di internet melalui google, youtube dan media sosial.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya