Kami berbeda namun Julukan kami tetap "Luar Biasa"

 

1. Ini bakatku, apa bakatmu ?

Ia adalah Beni. Seorang siswa yang mengalami tuna grahita, yaitu anak yang mengalami hambatan dan keterbelakangan mental, jauh di bawah rata-rata. Secara fisik Beni terlihat seperti anak normal biasa, namun secara mental Beni terbelakang.

Tapi hebatnya Beni memiliki kelebihan ia mengikuti kejuaran tingkat nasional dalam bidang tenis meja tepatnya pada Pekan Olahraga Cacat Nasional (POPCANAS)

2. Kami pun bisa bulu tangkis

Atlit Spesial Indonesia

Atlit Spesial Indonesia via http://sorotjogja.com

Kami memang Penyadang tuna grahita tapi kami mampu untuk berprestasi dalam negeri maupun luar negeri. Dalam Special Olympic World Games (SOWG) 2015 kemarin yang diselenggarakan di Los Angeles Amerika Serikat, kami mampu untuk menyumbang 3 medali emas untuk Indonesia. dan Indonesia dapat 19 medali emas 1 perak dan 1 Perunggu. Jadi berhentilah pandang kami dengan sebelah mata.

3. Kami pun bisa melukis

Lukisan dibelakang kami

Lukisan dibelakang kami via http://initasik.com

Melukis juga bisa kami lakukan. Lihat saja di dinding itu, itu karya kami. Bahkan Indra seorang anak tuna rungu bisa menjurarai lukisan tingkat provinsi dan Lebih luar biasanya bisa menjadi peringkat ke-tiga dalam FLS2N tingkat nasioanl di tahun 2014 kemarin. Dan ia juga bisa mengikuti seleksi di Yogyakarta untuk mengikuti perlombaan di Perancis.

4. Nge-Band? kami pun bisa

Star Band

Star Band via http://ibudanmama.com

I am a star band

Terlahir dengan kondisi autis bukanlah keinginan kami tapi untuk berprestasi kami pun bisa lebih ingin lagi. Mereka sering diundang untuk wawancara dengan berbagai media massa nasional, tidak jarang juga mereka tampil di acara televisi. Selain itu, mereka juga pernah tampil di hadapan instansi pemerintahan dan di istana negara.

5. "Down syndrome" bukan halangan

bermain jimbe

bermain jimbe via http://liputan6.com

Meskipun mengidap down syndrome, kami tetap bisa terus berkarya, saya bisa bermusik. Memainkan sebuah alat musik Jimbe asal Afrika. Menurut sumber dari Ibudanmama.com. Pada tahun 2011, saat itu usia Aurel baru menginjak 8 tahun, ia membuka pameran lukisan hasil karyanya sendiri di Bandung. Sekitar 20 buah lukisan berhasil ditampilkan dalam pameran tersebut. Seluruh lukisan ia selesaikan dalam kurun waktu satu tahun.

Keren kan Aurel

6. Lihatlah kami sama seperti kalian

Kami memang berbeda tapi Kami pun manusia

Mereka adalah bagian kecil dari anak luar biasa yang mampu untuk berprestasi. Dengan segala kemungkinan yang mereka miliki sama dengan banyak kemungkinan yang bisa dimiliki oleh anak normal pada umumnya. Berhentilah untuk memandang dengan sebelah mata, karena mereka tidak ingin terlahir dengan kondisi seperti itu dan kita adalah manusia yang selalu hidup berdampingan. Tidak akan ada dosa dan tidak mengurangi derajat kita sebagai manusia untuk berbagi, belajar dan saling mendampingi satu sama lain. Mereka bukanlah aib yang tuhan tititpkan dalam keluarga. Mereka adalah titipan spesial dari tuhan untuk hamba-NYA yang spesial pula.

"Special children for special parents"

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya