Apa Itu Introvert? 7 Hal Ini akan Membuatmu Lebih Paham!

Yuk kenali lebih dalam tentang introvert!

Banyak yang masih bingung dan salah paham tentang apa itu introvert. Seorang psikolog, Carl Jung, adalah orang pertama yang menggambarkan dua kepribadian ini pada tahun 1960-an. Dia menulis bahwa perbedaan introvert dan extrovert dapat dibedakan berdasarkan bagaimana mereka mendapatkan energi kembali (istilah “ekstrovert” sekarang digunakan lebih umum daripada “extravert”).

Introvert, pada dasarnya, lebih memilih lingkungan yang memiliki keramaian yang minim, dan mereka membutuhkan waktu sendirian untuk 'mengisi ulang' tenaga mereka. Sedangkan ekstrovert, mengisi tenaganya dengan bersama orang lain atau berada di keramaian. Agar lebih mengenal tentang apa itu introvert, kali ini Riliv akan membahas mengenai 7 hal yang harus kamu ketahui, Dear. Yuk simak!

Advertisement

1. Para introvert lebih menikmati waktu sendiri

Photo by Keegan Houser on Unsplash

Photo by Keegan Houser on Unsplash via https://unsplash.com

Mereka lebih memilih untuk di rumah saja daripada jika diajak untuk keluar atau bermain sekedar nongkrong bersama teman. Memang tidak semuanya seperti ini, namun para introvert lebih senang menikmati dan menghabiskan waktu untuk beristirahat, atau jika terlibat dalam suatu kegiatan, menurut mereka kesendirian adalah sesuatu yang menyenangkan.

Introvert sering menikmati membaca, menulis, bermain game, menonton film, atau melakukan aktivitas lain yang dilakukan sendiri. Masa-masa kesendirian ini sangat penting bagi kesehatan dan kebahagiaan seorang introvert. Kamu sering gini juga nggak, Dear?

Advertisement

2. Energi para introvert akan terkuras jika bertemu orang banyak

Photo by Adrian Swancar on Unsplash

Photo by Adrian Swancar on Unsplash via https://unsplash.com

Bukan berarti semua introvert akan menolak atau tidak suka untuk keluar dan nongkrong menghabiskan weekend bersama teman-temannya, lho!

Mereka bisa melakukan itu dan sama menikmatinya seperti ekstrovert. Tetapi, para introvert mengerti batas maksimal mereka dan kapan mereka perlu 'melarikan diri' serta santai sejenak untuk mengisi ulang tenaga mereka.

3. Daripada beramai-ramai, para introvert lebih suka bekerja sendiri

Advertisement
Photo by Al ghazali on Unsplash

Photo by Al ghazali on Unsplash via https://unsplash.com

Beberapa introvert biasanya akan merasa lelah dan pusing luar biasa jika bekerja dalam kelompok atau dalam sebuah tim. Para introvert seringnya bekerja paling baik ketika mereka sendiri. Bekerja sendiri memungkinkan mereka untuk fokus lebih dalam dan menghasilkan karya berkualitas tinggi.

Namun, tidak berarti introvert tidak bisa bekerja dengan baik jika bersama orang lain dalam sebuah kelompok atau tim. Hanya saja, mereka lebih memilih untuk mundur dan fokus pada tugas yang dihadapi, daripada fokus pada hal-hal kecil di dalam kelompok.

4. Para introvert memiliki circle pertemanan yang sedikit, dan itu tidak masalah

Photo by Helena Lopes on Unsplash

Photo by Helena Lopes on Unsplash via https://unsplash.com

Jangan menilai circle pertemanan introvert yang kecil sebagai tanda bahwa mereka tidak dapat berteman atau tidak suka bersosialisasi, Dear! Mereka juga senang berbicara dengan orang dan mengenal orang lain. Mereka juga lebih suka menyendiri dari kelompok pertemanan. Hubungan berkualitas tinggi adalah kunci kebahagiaan bagi para introvert, tidak mementingkan kuantitas namun kualitas.

5. Lebih suka menulis daripada berbicara

Photo by Thought Catalog on Unsplash

Photo by Thought Catalog on Unsplash via https://unsplash.com

Para introvert lebih nyaman menuliskan pikiran mereka daripada berbicara dan menyampaikannya secara langsung. Mereka lebih suka berpikir terlebih dahulu karena gaya komunikasi para introvert lebih terfokus dan penuh perhatian. Menulis konten, blog, atau novel merupakan media yang baik untuk menyalurkan pikiran bagi para introvert.

6. Tingkat kebahagiaan introvert tidak bisa disamakan dengan ekstrovert

Photo by Lesly Juarez on Unsplash

Photo by Lesly Juarez on Unsplash via https://unsplash.com

Sebuah studi menyatakan bahwa orang yang memiliki kepribadian introvert sering dideteksi sebagai orang yang depresi. Namun, studi lain menyatakan bahwa introvert terlihat seperti orang yang depresi karena tingkat kebahagiaan mereka tidak sama dengan orang-orang ekstrovert.

Tidak jelas mengapa orang introvert tidak melaporkan tingkat kebahagiaan yang lebih tinggi, tetapi mungkin ada hubungannya dengan bagaimana introvert mengidentifikasi kebahagiaan. Introvert lebih memilih kualitas persahabatan dan tingkat emosional yang stabil. Mungkin hal ini yang membuat mereka sulit untuk mencapai tingkat kebahagiaan yang tinggi.

7. Introvert lebih introspektif dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi

Photo by Savannah Bennett on Unsplash

Photo by Savannah Bennett on Unsplash via https://unsplash.com

Sebelum melakukan sesuatu, para introvert sering terlihat melamun atau mengerjakan hal-hal di dalam pikiran, jauh sebelum melakukan sebuah rencana atau tindakan. Mereka memiliki proses pemikiran dalam batin yang sangat aktif. Itu juga mengarahkan mereka kepada refleksi diri dan penelitian yang cukup dalam. Introvert sangat berdedikasi jika diminta mengejar minat mereka dan selalu merasa siap serta dapat membaca situasi dengan baik.

Kita tahu bahwa sifat-sifat kepribadian ini tidak semuanya mutlak. Introvert juga memiliki elemen ekstroversi dalam kepribadian mereka; mereka bisa saja suka berakting di atas panggung atau mengadakan pesta. Orang ekstrovert pun terkadang bisa lebih menyukai menyendiri dari waktu ke waktu dan lebih suka bekerja sendiri ketika mereka perlu untuk fokus.

Disadur dari: 

  1. https://www.healthline.com/health/what-is-an-introvert#4

Artikel ini ditulis oleh Albin Sayyid Agnar.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

CLOSE