Pastinya kita tidak asing lagi mendengar dan merasakan yang namanya tulis. Ya! Salah satu profesi yang mempraktikkan kejadian ini memang dipungkiri suka membaca buku. Melakukan pekerjaan menulis, merangkai kata-kata, baku atau gaul, dan formal maupun informal. Tergantung bagaimana cara penulis membagikannya kepada pembaca.

Selama menjadi penulis, apa saja sih yang kamu banggakan dari hasil mahakarya kamu? Nah, di sini kita akan bahas lebih lanjut seputar sejumlah manfaat status kamu seorang penulis.

1. Memperluas Pengetahuan Atau Mencegah Pikun

Jikalau kamu adalah seorang penulis, benar tidak seandainya kamu seolah-olah harus menjadi guru kemudian mulai lagi menyebarkan ilmu yang didapatkan ke pembaca? Karena memang pada hukumnya, kamu harus berinisiatif membaca buku, lalu kamu tuangkan kata-kata ke dalam suatu karya. Ini akan membuka wawasan ilmu pula mengenai diksi dan genre tertentu dan melatih otak kita supaya cepat dalam berkata-kata.

2. Mengatasi Pengangguran Pada Diri Sendiri

Advertisement

Hayo ngaku? Siapa yang kayak begini? Untuk kamu yang merasa, tingkatkan!

Pekerjaan sebagai penulis itu tidak mudah, lho. Bahkan rela-relaan ada yang mengisi waktunya kosong untuk menulis. Bagi orang yang menganggur, manfaatkanlah moment ini sebagai bukti bahwa tulisanmu dan hidupmu tidak sia-sia. Pernah berkarya di bidang tulisan merupakan suatu wujud akan kamu yang memiliki semangat daya juang prestasi yang hebat. Sudah gitu, tulisan kita bisa menghasilkan rupiah atau pemberian tambahan sebagai gantinya.

3. Memperluas Pertemanan

Sebagai reward kalian menulis buku dan telah diterbitkan, tak jarang banyak pembaca yang ingin berinteraksi kepada penulis buku tersebut di media sosial. Dari aktivitas kepenulisan, kamu juga tak jarang memiliki teman yang satu bakat denganmu, alhasil dapat meningkatkan literasi pembaca.

4. Memperoleh Kepuasan Batin

Advertisement

Dengan menulis, kamu bisa melewati terjalan hati lewat tulisan. Dahaga capek atau lelah kamu tersalurkan berupa tulisan. Melaui bakat ini, kamu juga merasa bahwa aspek seseorang yang mengatakan menulis itu mudah, ternyata salah besar.

Buat tulisan itu susah, membuat seseorang harus lebih membanggakan tulisan tentang ilmu yang penulis bagi ketimbang segepok uang. Karena pembaca adalah uang besarnya bagi penulis dan ia menjadi guru besar bagi murid-muridnya.

5. Menulis Adalah Media Belajar

Menulis tidak sekedar menulis dengan ringkatan kata yang tercatat di dalam buku. Menulis juga salah satu gaya belajar yang dimiliki seseorang. Iya, seseorang yang memiliki gaya media belajar seperti ini umumnya pastilah yang suka mencatat apa yang didapatkannya dan berguna untuk kehidupannya.

Dengan alasan inilah penulis diharapkan untuk mampu membuat model penulisan yang bagus dan baik dari orang lain. Gaya bahasa yang mampu membuat pembaca menjadi lebih tahu lagi sama dengan pemikiran penulisnya. Kalau penulis saja dianggap tidak bisa menulis, bagaimana mau disebut sebagai penulis?

Salam Literasi!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya