Bosan. Mungkin kata itu yang bisa aku katakan ketika mencoba berselancar di dunia maya untuk mencari info mengenai Britania Raya dan yang aku dapatkan selalu tentang negara Inggris, Inggris, dan Inggris. Sudah terlalu banyak kawan-kawan di luar sana yang menulis tentang Big Ben, The London Eye, Buckingham Palace, hingga tempat-tempat favorit para penggila sepakbola, Old Trafford Stadium dan Wembley Stadium. Selain itu kulihat juga sudah banyak kawan-kawan yang menulis mengenai wisata edukasi bagi para pengejar beasiswa yang mengulas mengenai dunia pendidikan di Inggris dan dua perguruan tinggi terbesarnya, Oxford University dan University of Cambridge.

Aku harus membuat sebuah tulisan yang berbeda, pikirku.

Dalam rangka mengikuti Kompetisi Menulis #AyoKeUK ini, kupikir menulis tentang titik-titik yang mainstream akan mempersempit kemungkinan ku untuk memenangkan hadiah-hadiahnya. Segera aku mencari info mengenai hal-hal lain yang dapat aku jelajahi ketika aku berkesempatan untuk berjalan-jalan mengaruhi Britania Raya. Britania Raya tidak hanya Inggris. Wales, Irlandia Utara, dan Skotlandia pun merupakan bagian dari Britania Raya yang belum banyak diulas kawan-kawan yang lain. Lalu mengapa aku tidak mulai membahas salah satu dari tiga negara itu?

Setelah satu minggu mencari wangsit hingga Taman Nasional Baluran dan meminta saran dari bapak dosen pembimbing akademik tercinta, aku memutuskan untuk mengulas tentang Skotlandia.

Skotlandia. Negara ini menjadi objek untuk aku jelajahi lewat dunia maya. Mengapa tidak berdasarkan pengalaman pribadi? Jika aku sudah punya pengalaman untuk menjelajahi Skotlandia secara langsung, maka Kompetisi Menulis #AyoKeUK ini tidak akan aku ikuti. Ketika sudah ada kawan yang menulis tentang negara ini dari sudut pandang arsitektur kotanya yang klasik dan menawan atau legenda danau Loch Ness yang terkenal, aku ingin mencoba membahas sesuatu yang out of the box. Lalu terpikirkan oleh ku bahwa sepertinya akan seru bila aku ulas beberapa festival yang menjadi trademark dari Skotlandia itu sendiri, dan festival pertama yang akan aku ulas adalah Edinburgh Festival Fringe.

1. Edinburgh Festival Fringe

Street Performance di Edinburgh Festival Fringe

Street Performance di Edinburgh Festival Fringe via https://www.independent.co.uk

Sesuai namanya, festival ini diadakan di Edinburgh, ibukota dari Skotlandia. Telah diadakan sejak tahun 1947, Edinburgh Festival Fringe sendiri merupakan festival tahunan yang berlangsung sepanjang tiga minggu di bulan Agustus yang menampilkan berbagai kesenian dari berbagai bidang. Mau kalian adalah seniman terkenal bertaraf internasional maupun artis lokal yang mencari nama dan membangun karir, festival ini diadakan untuk semua orang.

Advertisement

Di festival ini kita bisa menikmati berbagai pertunjukan termasuk teater, tarian, sirkus, pertunjukan kabaret, konser musik, opera, pertunjukan komedi, ekshibisi, dan lain sebagainya. For your information, banyak artis-artis terkenal yang pernah ikut berpartisipasi dalam festival ini seperti Rowan Atkinson, Dame Maggie Smith, Dudley Moore, dan lainnya. Meriahnya Edinburgh Festival Fringe dibuktikan pada tahun 2017 kemarin. Sebanyak 53.232 pertunjukan digelar di 300 venue selama tiga minggu berturut-turut. Lalu, butuh alasan apalagi untuk tidak mengunjungi Edinburgh Festival Fringe ini?

2. Edinburgh International Book Festival

Suasana Edinburgh International Book Festival

Suasana Edinburgh International Book Festival via https://www.edbookfest.co.uk

Sudah puas menyaksikan berbagai pertunjukan kesenian? Bagi para pecinta buku, ada satu festival yang seru, lho. Edinburgh International Book Festival merupakan festival buku berskala internasional. Festival buku ini mengundang sekitar seribu lebih penulis termasuk novelis, penulis puisi, ilmuwan, filsuf, ilustrator, kreator komik, sejarawan, musikus, penulis biografi, dan peraih nobel serta berbagai penghargaan penulis. Berlokasi di jantung kota Edinburgh, Edinburgh International Book Festival men-setting Charlotte Square Garden menjadi penuh dengan tenda-tenda.

Festival ini terbuka untuk umum dan gratis. Untuk tambahan informasi, tahun ini Edinburgh International Book Festival akan digelar pada pertengahan bulan Agustus.

3. Aberdeen International Youth Festival

Pertunjukan angklung di AIYF

Pertunjukan angklung di AIYF via http://www.aiyf.org

Advertisement

Setelah memuaskan hasrat akan berbagai buku di Edinburgh International Book Festival, mari kita meluncur ke arah utara menuju kota bernama Aberdeen. Di kota ini, diselenggarakan festival kesenian bertajuk Aberdeen International Youth Festival–yang akan aku singkat menjadi AIYF–yang mirip seperti Edinburgh Festival Fringe.

Bedanya, semua penampil di sini adalah para talenta muda. Para pemuda berbakat seni dari berbagai belahan dunia dengan kriteria berusia di bawah 25 tahun ditantang untuk tampil dalam festival ini. Sejak 1973 ketika pertama kali diadakan, AIYF telah menjadi tuan rumah bagi lebih dari 30.000 talenta muda berbakat dari seluruh penjuru dunia. Berbagai penampilan dapat kita nikmati seperti pertunjukan tari, teater, konser musik, film, dan pameran seni rupa. Tahun ini, AIYF akan diadakan pada akhir Juli hingga Agustus mendatang.

4. Hogmanay Festival, tahun baru di ibukota Skotlandia

Warna-warni kembang api di Hogmanay Festival

Warna-warni kembang api di Hogmanay Festival via https://www.titaniumfireworks.com

Lalu, pada tanggal 31 Desember mendatang, aku ingin untuk kembali ke Edinburgh dan merayakan tahun baru di sana. Bernama Hogmanay Festival, acara ini memang diselenggarakan untuk memperingati akhir dan awal tahun. Tidak hanya dihelat pada satu titik saja, Hogmanay Festival diadakan di berbagai titik di Edinburgh dengan berbagai pertunjukan berupa konser musik, pawai dan arak-arakan menggunakan berbagai kostum berwarna-warni, lalu ditutup dengan tembakan kembang api yang memukau pada detik pergantian tahun. Bagiku, menghabiskan satu malam pada tahun baru di Edinburgh menjadi pengalaman baru yang tidak akan bisa dirasakan di tempat lain.

5. Up Helly Aa, festival ala Viking di Pulau Selatan Skotlandia

Warga mengenakan kostum prajurit viking dan membawa obor

Warga mengenakan kostum prajurit viking dan membawa obor via http://www.uphellyaa.org

Pada awal tahun, tepatnya pada hari Selasa terakhir di bulan Januari, diadakan sebuah festival unik bernama Up Helly Aa. Dihelat di kepulauan paling utara Skotlandia, tepatnya di Lerwick, Shetland, festival bertemakan viking ini rutin diadakan tiap tahunnya. Festival ini menjadi salah satu kegiatan yang ingin aku ikuti. Masyarakat baik tua maupun muda dengan kompak mengenakan kostum ala prajurit viking dan melakukan pawai mengelilingi kota.

Puncaknya, pada malam hari warga yang mengenakan kostum prajurit viking membawa obor dan menyanyikan lagu tradisional mereka lalu membakar replika kapal panjang berornamen khas suku viking dengan cara melempari replika kapal tersebut dengan obor yang telah mereka bawa.

Dan itulah lima festival yang ingin kudatangi bila aku berkesempatan untuk mengunjungi Skotlandia kelak. Bagiku, Skotlandia bukan hanya tentang pemandangan alamnya, atau keunikan arsitektur bangunan klasiknya, atau pun kedekatannya dengan negara Inggris karena berada dalam satu wilayah Britania Raya. Namun apa pun yang dapat kita temui di Skotlandia dan tidak dapat kita jumpai di tempat lain, itu lah Skotlandia yang sebenarnya.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya