Benarkah Moody Setelah Melahirkan itu Pertanda Baby Blues? Kupas Tuntas Jawabannya di Sini!

baby blues pasca melahirkan

Ada beberapa Ibu yang setelah melahirkan sering merasa moody atau bahkan merasa nggak bisa mengurus anak dengan baik. Apakah benar itu yang dimaksud dengan gejala baby blues? Nah, sebenarnya apa sih yang sedang terjadi dengan ibu? Memiliki bayi adalah pengalaman yang menyenangkan, bukan?

Tentu saja, walau memang tidak untuk semua orang. Bagi beberapa ibu, membawa pulang bayi yang baru saja lahir berarti harus mengucapkan selamat datang pada stres dan kelelahan. Pola tidur newborn yang berbeda dengan orang dewasa harus disesuaikan oleh sang ibu. Jadwal menyusui yang tak menentu juga menjadi salah satu pemicu kurangnya waktu istirahat pada ibu, lho.

Belum lagi penggantian popok yang seringkali tak terduga waktunya. Dari ketiga kegiatan tersebut, sudah pasti ibu dapat mengalami kelelahan, yang dapat memicu stres. Sebelum melangkah lebih jauh, ada bagusnya kalau kita tahu dulu apa yang dimaksud dengan baby blues.

Baby blues itu apa sih?

Pasti kamu pernah sekali atau dua kali mendengar istilah ini. Baby blues ini sebenarnya adalah munculnya perasaan negatif dan adanya perubahan suasana hati pada ibu baru setelah melahirkan. Ternyata, menurut NICE pada tahun 2014, baby blues ini memang nyata, dan mempengaruhi hingga 80% ibu setelah melahirkan. Kemudian, menurut NHS Choices pada 2018, ibu yang mengalami baby blues akan merasa sedih sesaat setelah melahirkan.

Menurut Michael Fetterolf, seorang family physician, penyebab pasti dari baby blues ini belum diketahui, meskipun diperkirakan masih terkait dengan perubahan hormon yang terjadi selama kehamilan dan setelah bayi lahir. Perubahan hormonal pada ibu dapat menghasilkan perubahan kimiawi di otak, yang menyebabkan depresi. Selain itu, memang berbagai penyesuaian yang datang dari bayi baru lahir itu sangat menyita waktu. Adanya gangguan tidur, gangguan rutinitas, dan emosi dari pengalaman melahirkan itu dapat berkontribusi pada perasaan ibu baru.

Wah, ternyata baby blues itu membuat waktu dan perasaan ibu menjadi “berantakan” ya! Sekarang, kita simak sama-sama yuk gejala dari baby blues yang sudah dirangkum Riliv!

Advertisement

1. Merasa mengalami mood swings atau jadi sangat mudah tersinggung

Photo by Andrea Piacquadio from Pexels

Photo by Andrea Piacquadio from Pexels via https://www.pexels.com

Ketika ibu sedang mengalami baby blues, maka kemungkinan besar ia akan menangis terus-terusan sepanjang hari. Selain itu, ibu juga jadi lebih emosional dan mudah tersinggung.

2. Menangis tanpa alasan karena dipicu oleh hal kecil

Photo by Karolina Grabowska from Pexels

Photo by Karolina Grabowska from Pexels via https://www.pexels.com

Menangis itu memang hal yang wajar dan manusiawi. Kalau kamu lagi sedih, normal sekali kok untuk menangis. Namun dalam gejala baby blues yang satu ini, tangisan ibu terjadi tanpa adanya alasan yang jelas. Selain itu, karena lebih sensitif, biasanya hal-hal kecil juga dapat memicunya untuk menangis.

Advertisement

3. Merasa khawatir atau cemas tentang kesehatan dan keselamatan bayi

Photo by Anna Shvets from Pexels

Photo by Anna Shvets from Pexels via https://www.pexels.com

Seorang ibu yang baru saja melahirkan sudah pasti memedulikan segala kebutuhan anaknya. Dari mulai asupan nutrisinya, sampai kebutuhan tidurnya.

Namun, rasa khawatir atau cemas yang berlebihan itu dapat muncul bila ibu sedang mengalami baby blues. Padahal, dalam kondisi tersebut, ibu dan anak perlu diperhatikan, karena merupakan masa-masa penting bagi sang anak juga.

4. Sering merasa gelisah atau mengalami insomnia, meskipun sedang kelelahan

Photo by Andrea Piacquadio from Pexels

Photo by Andrea Piacquadio from Pexels via https://www.pexels.com

Biasanya, gejala baby blues selanjutnya adalah ketika ibu sudah sulit tidur atau beristirahat meski dirinya sedang kelelahan. Banyak ibu yang mungkin sudah terbawa pola rutinitas bayi yang baru, dan itu mengubah sisi emosionalnya juga. Sehingga, yang terjadi adalah sering merasa gelisah dan sulit beristirahat.

Advertisement

5. Ibu juga mungkin merasa tersingkirkan, rentan, dan kesepian

Photo by Engin Akyurt from Pexels

Photo by Engin Akyurt from Pexels via https://www.pexels.com

Perasaan ini bisa muncul lho pada ibu yang baru saja melahirkan. Gejala baby blues ini pun terjadi akibat adanya perubahan emosional pada diri ibu. Perasaan kesepian mungkin datang ketika anak sedang “dipegang” oleh suami atau orang lain. Kadang juga ibu malah merasa jadi tersingkirkan karena keberadaan anaknya. Dan lagi-lagi, itu hanyalah karena emosional saja.

6. Baby blues terjadi berapa lama sih?

Photo by Anna Shvets from Pexels

Photo by Anna Shvets from Pexels via https://www.pexels.com

Ibu akan mengalami gejala baby blues selama tiga sampai lima hari setelah melahirkan. Gejalanya dapat berupa perubahan suasana hati, air mata, dan perasaan cemas atau khawatir.

Nah, kalau kamu mengalami baby blues, mungkin bisa menenangkan diri untuk mengetahui kalau gejala bisa hilang setelah beberapa hari tanpa perlu diobati. Tapi, dukungan dari pasanganmu dan orang lain di sekitar tentunya akan sangat membantu.

7. Gimana sih cara mengatasi baby blues?

Photo by Wayne Evans from Pexels

Photo by Wayne Evans from Pexels via https://www.pexels.com

Sebetulnya, kamu tidak perlu melakukan sesuatu yang begitu berarti untuk mengatasi baby blues. Kebanyakan orang juga akhirnya menemukan saat mereka menyesuaikan diri dengan peran baru mereka sebagai orang tua dan menyesuaikan diri dengan rutinitas bayi mereka, maka mereka mulai merasa jadi lebih nyaman.

Mungkin di sela-sela waktu yang ibu miliki, ada beberapa hal yang bisa dilakukan lho! Seperti yang sudah Riliv rangkum di bawah ini.

Istirahat atau tidurlah sebanyak yang ibu bisa. Tidur itu sangat penting untuk tetap menjaga ketahanan tubuh. Tidurlah ketika bayi sedang tidur. 

Minta bantuan kepada keluarga. Ketika ada pekerjaan rumah tangga yang belum selesai, mungkin kamu bisa meminta tolong pada keluarga terdekatmu untuk dapat membantumu sebentar.

Makan makanan bernutrisi. Hal ini penting sekali untuk ibu. Makanan yang sehat dan bergizi tentunya akan membantu recharge tubuh dari dalam.

Bicaralah pada seseorang yang kamu percaya. Jangan ragu untuk mengeluarkan perasaan yang ada di dalam hati. Terlebih kalau itu menjadi beban, lebih baik diungkapkan saja daripada dipendam. Kamu bisa cerita pada siapa pun, termasuk pada para profesional di bidang terkait.

Nah, kalau gejala baby blues yang dialami ibu tidak berubah setelah beberapa hari, maka penting untuk memberi tahu ahli kesehatan ya, Dear.

Lebih mudahnya, ibu juga bisa konsultasi pada ahli terkait di Riliv. Mungkin apa yang terjadi merupakan tanda berkembangnya depresi atau kecemasan.

Jadi, jika ibu mengalami gejala baby blues, jangan ragu untuk bertanya pada pihak ahli ya, karena itu semua demi kesejahteraan ibu dan sang bayi.

Referensi:

  1. American Pregnancy. (2019, January 25). Baby Blues. Retrieved from americanpregnancy.org: https://americanpregnancy.org/first-year-of-life/baby-blues-71032
  2. Bradley, S. (2020, May 7). What Are the Baby Blues and How Long Do They Last? Retrieved from healthline.com: https://www.healthline.com/health/baby-blues
  3. Michael Fetterolf, M. (n.d.). What Causes the “Baby Blues?”. Retrieved from thedacare.org: https://www.thedacare.org/News-and-Events/Symptoms-and-Conditions/What-Causes-the-Baby-Blues.aspx
  4. NCT. (2018, January). The baby blues: what to expect. Retrieved from nct.org.uk: https://www.nct.org.uk/life-parent/how-you-might-be-feeling/baby-blues-what-expect

Ditulis oleh Sekar Sangganing Tuada Nagari dari Riliv.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Editor

Not that millennial in digital era.

CLOSE