Bagaimana Seorang Pemimpin yang Ideal di Era Virtual? Kenali 5 Ciri-Cirinya!

Secara sederhana, pemimpin adalah sosok yang bisa memberikan pengaruh, baik kepada dirinya sendiri maupun orang lain untuk mencapai sebuah tujuan tertentu. Ada juga yang mengatakan, setiap diri manusia adalah pemimpin, sehingga self-leadership lebih penting untuk dikembangkan sebelum seseorang memimpin orang lain. 

Di masa pandemi seperti ini, semua kegiatan berubah dari yang tadinya dilakukan secara tatap muka menjadi virtual dengan bantuan teknologi. Dengan perubahan ini, bukan berarti jiwa kepemimpinan tidak bisa dikembangkan. Mari kenali seorang pemimpin yang ideal di era virtual, berikut ciri-cirinya:

Advertisement

1. Memiliki komunikasi yang baik

freestocks

freestocks via http://unsplash.com

Di era virtual seperti ini, semua interaksi digantikan oleh teknologi. Hal yang sering dilupakan oleh orang-orang saat ini adalah mereka lupa untuk tetap menjalin komunikasi dengan baik karena menganggap sudah ada teknologi, padahal sebenarnya teknologi itu hanya berfungsi sebagai perantara, bukan menggantikan 100% komunikasi kita. 

Seorang pemimpin yang baik adalah yang bisa menjaga komunikasinya dengan para anggotanya. Tidak hanya menghubungi saat butuh saja, tetapi juga disaat waktu luang. Sesederhana menanyai kabar saja sudah menjadi contoh menjaga komunikasi. Ingat, komunikasi adalah kunci kelancaran sebuah pekerjaan.

Advertisement

Dengan kondisi yang ada sekarang, maka memaksimalkan semua kemudahan teknologi untuk menjalin komunikasi yang baik dengan anggota-anggota kalian ya! Jangan lupa untuk selalu menggunakan tiga kata ajaib ini ketika berkomunikasi: maaf, tolong, dan terima kasih agar orang yang kita ajak komunikasi menjadi lebih terbuka dengan kita.

2. Transparan dalam setiap kegiatannya

Anete Lusina

Anete Lusina via http://pexels.com

Di era virtual semacam ini, memang kita tidak bisa bertemu secara langsung untuk menyelesaikan urusan kita. Segala macam urusan dikerjakan dari rumah masing-masing. Tentu tidak ada yang mengawasi segala pekerjaan yang kita lakukan selain diri kita sendiri. Kesadaran diri menjadi sangat penting untuk ditekankan.

Sebagai pemimpin yang baik di era virtual ini, alangkah lebih baik kalau kita transparan atas segala pekerjaan yang kita lakukan. Transparan bukan hanya tentang pembagian tugas saja, tetapi juga tentang melaporkan sejauh mana progres pekerjaan yang sudah dilakukan. Transparan juga bagian dari kejujuran ya, jadi latih diri kita untuk selalu berkata dan bertindak jujur apa adanya.

Advertisement

3. Berkomitmen tinggi terhadap suatu tugas

Mark Duffel

Mark Duffel via http://unsplash.com

Transparansi tidak lengkap kalau tidak didampingi dengan komitmen. Di era virtual seperti ini, butuh komitmen yang tinggi untuk menjalankan suatu kegiatan, baik itu kuliah, bekerja, apalagi berorganisasi. Mengapa komitmen menjadi penting?

Karena ketika kita mengerjakan segala sesuatunya sendirian dari rumah masing-masing, maka sebenarnya tidak ada yang mengawasi apa yang kita lakukan selain diri kita sendiri. Ketika tidak ada yang mengawasi, kita cenderung bermalas-malasan atau menunda-nunda dalam mengerjakan sesuatu.

Dengan memiliki komitmen yang tinggi, kita akan bisa menghilangkan rasa malas itu dan segera mengerjakan apa yang sudah kita menjadi tugas kita hingga selesai. Ingat, komitmen ini menunjukkan tingkat integritas kita ya!

4. Memberikan kepercayaan penuh

krakenimages

krakenimages via http://unsplash.com

Sadarkah kalian kalau ketiga poin sebelumnya tidak akan bisa diterapkan kalau tidak ada kepercayaan? Kepercayaan menjadi hal yang penting dalam kepemimpinan, karena kalau kita tidak percaya satu sama lain, bagaimana bisa kita mencapai tujuan bersama?

Kepercayaan menjadi sangat penting di era virtual seperti sekarang ini. Sekali lagi, tidak ada yang bisa mengawasi kita secara langsung ketika kita mengerjakan tugas-tugas kita dari rumah masing-masing. Sebagai pemimpin virtual yang baik, kita memang harus menaruh kepercayaan penuh kepada anggota-anggota kita agar mereka dapat mengerjakan tugas-tugasnya dengan baik. Hal ini memang menjadi satu rangkaian dengan komitmen dan transparansi.

Di samping itu, kepercayaan juga harus diraih seorang pemimpin dari anggota-anggotanya. Jadi, selain kamu memberikan kepercayaan kepada timmu, kamu juga harus meraih kepercayaan dari tim kamu sendiri. Namanya juga satu tim, ya kan?

5. Kreatif dalam membuat kegiatan

Riccardo Annandale

Riccardo Annandale via http://unsplash.com

Era virtual yang penuh dengan keterbatasan sekaligus peluang baru ini menuntut kita untuk lebih kreatif lagi dalam membuat sesuatu. Dalam manajemen tim secara virtual, seorang pemimpin yang baik harus bisa mengkreasikan cara mengelola timnya agar para anggotanya tidak jenuh.

Mungkin, pemimpin dari tim tersebut bisa membuat ice-breaking dengan online games di tengah-tengah rapat virtual. Atau, pemimpin tim bisa melakukan online bonding dengan menonton film bersama secara virtual. Tentu masih banyak cara lain yang bisa kalian lakukan untuk mengelola dinamika tim secara kreatif dan tidak membosankan.

Era virtual memang memberikan kita batasan, tetapi sekaligus juga peluang baru. Pemimpin yang baik seharusnya bisa mengambil positivitas dari keadaan yang ada untuk mengelola dinamika tim yang baik. Satu hal yang perlu ditekankan, semua kembali pada diri kita sendiri. Kelima ciri-ciri tadi hanya akan ada kalau memang diri kita sendiri yang ingin menerapkannya.

Di era virtual ini juga, banyak kegiatan yang bisa mengasah bakat kepemimpinan kamu, salah satunya adalah kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh AIESEC. AIESEC adalah organisasi pemuda terbesar di dunia yang fokus untuk mengasah leadership skill anggota-anggotanya. Kami tunggu kehadiran kalian di kegiatan-kegiatan kami!

Info lebih lanjut mengenai AIESEC: aiesec.or.id 

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

CLOSE