Saat itu saya sedang berwisata ke Bali, tidak sah rasanya berwisata tanpa membawa oleh-oleh khas lokal untuk dibawa pulang, saya pun bergegas menuju tempat dimana tour guide saya menyarankan. Sembari melihat-lihat dagangan yang dipajang, mata saya tertuju pada seorang ‘bule’ yang memilah-milih cinderamata, tak lama kemudian dia pun mengeluarkan selembar dollar untuk membelinya.

Karena belum menemukan barang yang cocok untuk dibeli, saya pun melanjutkan berjalan melihat dan mencari barang yang pas di hati. Tak sengaja saya bertemu lagi dengan ‘bule’ yang membeli cinderamata dengan dollar juga. Melihat dua kejadian ini membuat saya baper, bawa perasaan.

Sepulang dari Bali, seperti biasa di awal bulan saya rutin mengunjungi bank untuk menabungkan uang yang saya kumpulkan selama sebulan. Tibalah giliran nomor antrian saya, sembari menunggu teller bank memproses, saya melirik ke teller sebelah, melihat seorang laki-laki setengah baya juga menabung. Iseng-iseng mengintip uang yang disetorkan, ternyata dia menyetorkan uang dollar. Disini saya kembali baper, bawa perasaaan.

Kejadian berlanjut di sebuah kantin kampus, di saat sedang mengantri membayar makanan yang saya pesan, posisi saya saat itu berada di belakang seorang mahasiswi yang mengeluarkan uang dari dompetmya untuk membayar. Sembari dia mengeluarkan lembar Rupiah, terjatuhlah beberapa koin Rupiah nominal 200 Rupiah dan 500 Rupiah, spontan saya menegur “mbak, uangnya jatuh”, namun tak dihiraukan, seakan-akan malu untuk memungutnya, mungkin karena hanya sejumlah 700 Rupiah saja. Dia pun meninggalkan tempat itu, saya pun memungut uang recehan tersebut untuk dimasukkan ke dalam dompet. Lagi-lagi saya merasa baper, bawa perasaan.

Melihat dari 3 peristiwa yang membuat saya baper tersebut, saya pun merenung. Flashback pada peristiwa yang pertama, saya membandingkan dan sedikit berpikir bahwa Bali merupakan wilayah teritorial Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ketika kita ke luar negeri kita diwajibkan membayar dengan mata uang negara setempat, namun di negeri sendiri, kita justru lebih senang saat dibayar dengan dollar.

Peristiwa yang kedua pun begitu, kenapa sih tidak menabung menggunakan Rupiah saja, padahal Rupiah merupakan mata uang kebanggaan kita. Tak jauh berbeda dengan peristiwa yang ketiga, sesuatu yang ngakunya dibanggakan, justru dibuang-buang.

Dan kalian pasti sering melihat brosur-brosur, atau iklan jasa travel yang mencantumkan nominal dollar, padahal jelas konsumen mereka adalah orang Indonesia dan mereka menjual jasa di wilayah Indonesia. Baper nggak sih?.

Tak jarang pula saya melihat lembar Rupiah yang bertuliskan coretan nomor handphone, lembar yang sobek, lusuh, dan banyak lagi peristiwa yang saya alami, yang membuat saya baper karena Rupiah.

Renungan saya tak berhenti sampai di situ, hati dan logika pun saling berdiskusi, hingga akhirnya munculah keinginan untuk mengajak diri saya dan orang-orang sekitar agar mulai mencintai Rupiah.

1. Mulailah dengan mengenalnya lebih dekat dan belajar mencintainya

Tak kenal maka tak sayang, tak sayang maka tak cinta, begitulah pepatah mengatakan. Di saat kita ingin mencintai Rupiah, maka kenali terlebih dahulu siapa itu Rupiah sebagai mata uang kita. Cara mengenal Rupiah adalah dengan mengetahui ciri-ciri keaslian uang Rupiah itu sendiri, 12 fitur keamanan yang dimiliki Rupiah emisi 2016 membuat kita dengan mudah mengenali Rupiah, kalian bisa memahaminya pada buku panduan yang telah disosialisasikan oleh Bank Indonesia.

Rupiah dapat mudah dikenali dengan menggunakan sinar ultraviolet, namun kita juga dapat mengenalinya dengan cara yang lebih sederhana yakni dengan trik 3D:

Advertisement


  • Dilihat

  • Diraba

  • Diterawang

Di saat kita telah mengenal Rupiah, maka secara otomatis akan mudah pula untuk mencintainya. Selain itu dengan mengenal Rupiah, kita akan terhindar dari bahaya Rupiah yang palsu, karena kita telah mengenalnya dengan begitu dekat.

2. Cintai dengan cinta yang tulus

Jangan menganggap Rupiah hanya sekedar mata uang, karena setiap lembar Rupiah merupakan perwujudan sekaligus simbol dari kedaulatan Negara Republik Indonesia. Mencintai Rupiah merupakan wujud kecintaan kita terhadap kemandirian bangsa. Frasa Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan arti bahwa Rupiah merupakan simbol persatuan bangsa Indonesia.

Advertisement

Maka cintailah Rupiah dengan cinta yang tulus, jangan mencintai Rupiah di saat kurs tengah lesu saja, cintailah supiah dengan cinta yang seutuhnya, disaat kurs Rupiah sedang melemah ataupun menguat. Walau rate selalu berfluktuasi.

Di dalam Rupiah juga terdapat gambar foto pahlawan, serta identitas bangsa Indonesia seperti pemandangan alam, dan keberagaman budaya lainnya yang juga ditampilkan dalam Rupiah. Setelah mengetahui fakta ini maka sebuah keharusan bagi untuk mencintai Rupiah sebagai penghormatan kita terhadap jasa para pahlawan dan kecintaan kita kepada tanah air.

3. Jangan pernah menyakitinya

Jangan pernah menyia-nyiakan koin Rupiah

Jangan pernah menyia-nyiakan koin Rupiah via http://www.mochmarsa.blogspot.co.id

Mencintai adalah berjanji untuk tidak menyakiti. Mencintai artinya menjaga, menjaga Rupiah dengan tidak merusaknya. Ketika Rupiah itu rusak maka dia tidak akan berlaku lagi, dan harus ditarik dari peredaran. Bayangkan, ketika mereka rusak kemudian harus diganti dengan Rupiah yang baru, berapa anggaran yang harus dikeluarkan untuk mecetak uang yang baru.

Menjaga kualitas uang Rupiah adalah sebuah keharusan. Karena ketika Rupiah rusak, kita akan sulit mengenal keasliannya, sehingga Rupiah palsu dengan mudah beredar, yang akibatnya akan merugikan kita sendiri. Mungkin jika Rupiah bisa bersuara, kita akan mendengar suara teriakannya karena sering dianiaya.

Sudah lihat kan foto pahlawan dan gambar identitas bangsa yang terdapat di Rupiah? Apa kalian tega untuk merusak foto pahlawan yang telah berjuang untuk kemerdekaan bangsa ini? Maka dari itu, cintailah Rupiah dengan tidak menyakitinya, yakni dengan:


  • Jangan dicoret

  • Jangan distapler

  • Jangan diremas

  • Jangan dibasahi, dan

  • Jangan dilipat

Bagaimana sikap kita ketika kita mendapati uang Rupiah yang telah rusak? Apakah dibuang saja? Jangan dibuang, karena kita dapat menukar uang tersebut kepada bank untuk ditukarkan dengan Rupiah yang baru.

Selain itu, jangan pernah untuk acuh terhadapnya, apalagi membuang-buang Rupiah. Jagalah Rupiah sekecil apapun nominalnya, pungut dia kembali ketika kalian mengetahui dia tergeletak di tanah, tanyakan kepada orang sekitar yang merasa memiliki Rupiah tersebut. Saya sendiri sudah mengumpulkan ratusan koin Rupiah yang disia-siakan, dibuang, dan dibiarkan oleh pemiliknya sejak 2 tahun terakhir.

Karena saya berpikir, uang 1 juta tidak akan menjadi 1 juta ketika 100 Rupiahnya tidak ada. Banyak dari mereka yang kurang beruntung dari kita yang lebih menghargai Rupiah walau sekecil apapun nominalnya, mereka kumpulkan sedikit demi sedikit dengan harapan suatu saat akan menjadi banyak.

4. Jangan pernah lost interaction dengannya

Menggunakan Rupiah di Setiap Transaksi

Menggunakan Rupiah di Setiap Transaksi via http://www.mochmarsa.blogspot.co.id

Pernah nggak kalian sakit hati ketika kurs Rupiah jomplang? Sakit hati kan? Sama saya juga baper kalau mendengar berita kurs Rupiah sedang melemah. Kalian tau nggak sih mengapa Rupiah bisa jomplang? Salah satunya dikarenakan sikap kita terhadap Rupiah yang enggan menggunakannnya dalam transaksi dan lebih memilih menggunakan mata uang lain. Rupiah tuh sebenarnya cemburu disini.

Kita lebih bangga ketika menggunakan atau menerima dollar, karena kita menganggap dollar itu keren, padahal Rupiah jauh lebih keren. Ingat nggak, dahulu ketika kita kecil, kita selalu merengek meminta Rupiah kepada orang tua kita, namun ketika sudah besar, kita melupakan Rupiah.

Sebagai bentuk cinta kita kepada Rupiah, ayo selalu menggunakan Rupiah dalam setiap transaksi keuangan dalam negeri baik tunai maupun nontunai. Yakni dengan:


  • Jual beli dengan menggunakan Rupiah di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia

  • Meminta untuk menukarkan ke Rupiah terlebih dahulu ketika dibayar dengan valuta asing bila berada di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia

  • Menabung dengan Rupiah

  • Dan transaksi tunai maupun nontunai lainnya sesuai dengan Surat Edaran Bank Indonesia tentang kewajiban penggunaan Rupiah di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Penggunaan Rupiah dalam setiap transaksi merupakan perwujudan kecintaan terhadap kedaulatan dan kemandirian bangsa Indonesia. Selain itu menggunakan Rupiah merupakan bentuk bela negara sebagai cara kita mencintai tanah air.

Ingatlah bahwa kita bisa bertransaksi setiap hari, tidak lepas berkat kemerdekaan yang diperjuangkan oleh para pahlawan, apa kita tidak malu mengisi kemerdekaan dengan pengkhianatan terhadap negeri sendiri, karena lebih memilih menggunakan mata uang asing. Jadi ayo cintai Rupiah, dengan menggunakan Rupiah setiap bertransaksi.

5. Tenang, cinta kamu nggak bakalan dikhianati

Rupiah bukan pengkhianat cinta

Rupiah bukan pengkhianat cinta via http://www.mochmarsa.blogspot.co.id

Mencintai Rupiah, sejatinya adalah bentuk kecintaan kepada kita sendiri, menggunakan Rupiah adalah demi masyarakat itu sendiri. Ketika kita lebih memilih dollar, jangan salahkan Rupiah yang melemah, otomatis hal tersebut bisa membuat gonjang-ganjing perekonomian, dan tentunya merugikan kita sendiri.

Ketika Rupiah diacuhkan, dan permintaan terhadap mata uang asing meningkat, hal tersebut membuat nilai kurs Rupiah menurun, sehingga harga-harga barang naik. Jangan hanya menuntut nilai Rupiah untuk tetap stabil, namun juga kita harus memberikan timbal balik berupa dukungan dan perlakuan yang baik terhadap Rupiah.

Coba ingat kembali pada cerita diatas, ketika kalian melihat iklan jasa travel yang mencantumkan nominal dollar, sejatinya kita benar-benar merugi. Selain Rupiah yang diacuhkan, bisa jadi harga yang ditawarkan lebih tinggi dari harga pasar, karena kita nggak tahu persis berapa nilai sebenarnya dalam Rupiah.

Rupiah bukan pengkhianat cinta, ketika dia mulai dicintai, maka kita akan diberi timbal balik, Rupiah akan membalas berupa cinta yang lebih kepada kita. Jadi Rupiah nggak bakalan jadi pemberi harapan palsu atas cinta kita. Saat Rupiah mulai dicintai, digunakan dalam bertransaksi maka nilai Rupiah akan stabil, dan terus menguat yang kesemuanya itu akan menguntungkan kita. Harga barang menjadi stabil dan terjangkau yang secara tidak langsung akan mengurangi angka kemiskinan.

Selain itu dengan kita menggunakan Rupiah, tidak akan ada lagi berita-berita atau omongan-omongan yang menjelek-jelekkan Rupiah, apalagi sampai mengatakan Rupiah adalah mata uang sampah. Dan tentunya, dengan mencintai Rupiah artinya kita membuktikan pada dunia bahwa Rupiah merupakan mata uang yang mempunyai harga diri dan begitu dicintai di negeri asalnya.

6. Perjuangkan dan pertahankan cintamu

Cintai Rupiah sekecil apapun nominalnya

Cintai Rupiah sekecil apapun nominalnya via http://www.mochmarsa.blogspot.co.id

Setelah kita mengenali Rupiah, tidak menyakitinya, tidak pernah lost interaction dengannya, mulai baper disaat melihat Rupiah diperlakukan tidak sebagaimana mestinya serta mulai mencintai Rupiah dengan tulus. Maka langkah selanjutnya yang paling penting adalah memperjuangkan dan mempertahankan cinta tersebut. Karena cinta saja tidak cukup, harus ada gerakan riil yang terukur.

Mulailah dengan terus ajeg dalam memperlakukan Rupiah dengan baik, mengkampanyekan serta mendukung gerakan cinta Rupiah, seperti mengajak handai taulan teman terdekat ikut baper karena Rupiah.

Kita perjuangkan Rupiah, agar daerah 3T yakni terdepan, terluar, tertinggal, yang mereka sering menggunakan uang asing untuk transaksi, beralih kepada Rupiah dan mulai mencintai serta bangga dengan Rupiah.

Tunjukkan bahwa kita cinta dengan ibu pertiwi, hapus air matanya dengan sungguh-sungguh mencintai tanah air, menjadikan Rupiah sebagai tuan rumah di negeri sendiri. Mandiri dan berdaulat di bumi pertiwi dengan kaki tangan kita sendiri.

Yuk #CintaRupiah.

Lihatlah putra putrimu, menggembirakan ibu

Ibu kami tetap cinta, Putramu yang setia

Menjaga harta pusaka, Untuk nusa dan bangsa


Think and Feel it!


Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya