Salah satu tujuan wisata yang paling terkenal di Inggris adalah Roman Baths yang terletak di kota Bath, Somerset, Inggris. Tempat wisata ini merupakan peninggalan bangsa Romawi Kuno dan hingga kini, sumber mata air panasnya masih mengisi kolam utama. Sewaktu berlibur ke Inggris bulan Mei 2017 lalu, saya dan teman saya berkesempatan melipir kemari. Berikut cerita perjalanan kami ke kota pemilik situs warisan dunia itu.

1. Memesan tiket

Sumber: pribadi

Sumber: pribadi via https://www.instagram.com

Jauh sebelum kami berangkat ke Inggris, kami sudah terlebih dulu memesan tiket ke Bath melalui situs online https://www.thetrainline.com dengan harga tiket pulang pergi sekitar £45 (sekarang sekitar £60). Setelah pembayaran dilakukan, kami menerima e-mail berisi kode booking. Kode booking ini digunakan untuk mencetak tiket di Paddington Station. Mesin redeem-nya tidak sulit ditemukan. Tidak ada petugas yang berjaga di sekitar mesin, jadi kami harus mencoba-coba sendiri. Selesai mencetak tiket, kami berkeliling stasiun sambil menunggu kereta berangkat.

2. Perjalanan ke Bath

Sumber: pribadi

Sumber: pribadi via https://www.instagram.com

Advertisement

Kereta yang kami naiki sangat nyaman dan tepat waktu. Para penumpang diberi waktu sekitar lima belas menit sebelum kereta berangkat. Kami mengantri di gerbang tiket, memasukkan tiket ke slot yang tersedia, lalu berjalan melewati gerbang menuju kereta dan duduk sesuai dengan nomor kursi yang tertera di tiket. Perjalanan memakan waktu sekitar dua jam. Selama perjalanan, kondektur berkeliling mengumpulkan tiket yang kami beli. Saya sempat ingin menggunakan toilet di kereta, namun karena berbayar, seharga £1-2, saya urung dan memutuskan menggunakan kamar kecil di stasiun Bath saja.

3. Roman Baths

Sumber: pribadi

Sumber: pribadi via https://www.instagram.com

Seusai makan siang, kami langsung berjalan kaki menuju Roman Baths dan membeli tiket seharga £14 (sekarang seharga £16.50). Setelah melewati gerbang masuk, kami berjalan melewati kolam utama, lalu masuk ke dalam ruangan-ruangan di dalamnya. Situs peninggalan zaman Romawi Kuno ini sudah direnovasi beberapa kali. Meskipun sudah ditata ulang, kita bisa melihat gambar rekonstruksi aslinya terpampang di setiap pintu masuk ruangan, bahkan dengan bantuan audio-audio ilustratif dan tampilan melalui LCD, para pengunjung dapat lebih mudah memahami kegiatan-kegiatan yang dilakukan di tiap-tiap ruangan.

Saat membeli tiket, petugas menawarkan audio guide yang bisa disewa seharga £5. Alatnya seperti telepon dengan tali. Cukup dengan menekan kode yang tertera di masing-masing ruangan, kita bisa mendengar penjelasan yang lebih detail. Alamat: Stall St.

4. Victoria Art Gallery dan Bath Fashion Museum

Sumber: pribadi

Sumber: pribadi via https://www.instagram.com

Advertisement

Setelah puas berkeliling Roman Baths, kami berpindah ke Victoria Art Gallery. Mereka menjual tiket masuk sepaket dengan Bath Fashion Museum. Saat itu kami tidak tahu bahwa kami bisa membeli paket tiket Victoria Art Gallery, Bath Fashion Museum, dan Roman Baths seharga £22.50. Kami tidak menghabiskan waktu terlalu banyak di Victoria Art Gallery karena galerinya tidak terlalu besar. Galeri tersebut berisi lukisan-lukisan dan kerajinan-kerajinan tangan seperti botol-botol parfum dari kaca yang sering dipakai oleh bangsawan-bangsawan wanita abad pertengahan.

Dari galeri, kami melanjutkan perjalanan ke Bath Fashion Museum. Sesuai namanya, museum ini memamerkan berbagai model pakaian di Inggris sejak zaman Romawi kuno hingga saat ini. Bagian paling menarik dari museum ini adalah sebuah ruangan dimana kamu bisa berfoto menggunakan pakaian Inggris kuno yang disediakan oleh museum. Dan tak jauh dari ruangan tersebut, terdapat sebuah meja yang disediakan khusus buat kamu yang hobi mendesain pakaian. Kamu bisa menggambar desain terbaik kamu, menuliskan nama kamu, kemudian memajangnya di sana. Siapa tahu ada salah satu desainer ternama melihatnya dan tertarik bekerjasama.

Alamat Victoria Art Gallery: Bridge St.

Alamat Bath Fashion Museum: Assembly Rooms, Bennett St.

5. Jane Austen Walking Tour

Sumber: Google

Sumber: Google via https://www.google.co.id

Daya tarik lain kota ini adalah Jane Austen, penulis buku terkenal Pride and Prejudice, dimana tersedia walking tour mengelilingi kota Bath ditemani tour guide berkostum abad pertengahan. Para turis akan diajak berjalan kaki selama kurang lebih dua jam, mendengarkan kisah tentang kota Bath, Jane Austen, dan bagaimana pengaruh kota itu terhadap karya-karya Jane Austen selama ia tinggal disana. Kamu para penggemar Mr. Darcy sebaiknya menyempatkan diri mampir ke Jane Austen Centre yang berlokasi tidak terlalu jauh dari Bath Fashion Museum dan membeli beberapa suvenir. Alamat: 40 Gay St.

6. Royal Crescent

Sumber: Google

Sumber: Google via https://www.google.co.id

Royal Crescent merupakan sebuah komplek perumahan berdesain unik, dirancang sedemikian rupa membentuk setengah lingkaran. Di depannya terbentang lapangan hijau kurang lebih seluas lapangan sepak bola. Banyak keluarga dan pasangan yang menghabiskan waktu berpiknik, bermain bersama anjing peliharaan, atau sekedar duduk santai dan membaca buku bersama-sama. Kamu tidak perlu duduk menggunakan alas, karena kamu tidak akan menemukan seekor pun semut. Di musim tertentu, lapangan ini berubah menjadi padang bunga yang mengagumkan.

7. Pulteney Bridge

Sumber: pribadi

Sumber: pribadi via https://www.instagram.com

Jembatan tersohor di Bath ini sangat indah. Kamu bisa naik perahu menyusuri sungai yang berangkat dari Pulteney Bridge ke Avon Valley. Di sepanjang sungai kamu bisa melihat keindahan alam dan binatang-binatang seperti angsa, burung bangau, burung pekakak, dan berang-berang. Para kru kapal akan menyajikan berbagai minuman dan kamu bisa mendengar sedikit cerita sejarah dan arsitektur Avon dalam perjalanan pulang.

8. Penutup: Kuliner di Bath

Sumber: Google

Sumber: Google via https://www.google.co.id

Karena kami hanya mencari tahu tempat-tempat wisata dan tidak terlalu fokus pada wisata kuliner, kami melewatkan kesempatan berkunjung ke dua café terkenal di Bath, yaitu Sally Lunn dan The Bridge Coffee Shop. Sally Lunn merupakan salah satu café tertua di Bath dengan menu andalan Sally Lunn Bun dan kopi The Bath Blend. Selain bersantap, kamu juga bisa mengunjungi museum dimana Sally Lunn Bun pertama dibuat.

Sedangkan The Bridge Coffee Shop sangat cocok dikunjungi oleh kamu yang pergi bersama pasangan. Dari café ini, kamu bisa menikmati langsung pemandangan menakjubkan Pulteney Bridge. Jika sempat kemari, cicipilah menu andalan mereka, fruit tarts dan meringue tart.

Alamat Sally Lunn: 4 North Parade Passage

Alamat The Bridge Coffee Shop: 17 Pulteney Bridge

Meskipun perjalanan dari London ke Bath memakan biaya yang tidak sedikit, kamu pasti tidak akan menyesal datang kemari. Suasana yang sejuk dan tenteram akan membuat kamu betah berlama-lama disini, bahkan enggan untuk pulang.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya