Beberapa Alasan bahwa Dunia Kerja lebih Sulit daripada Dunia Perkuliahan

Bersenang-senang dan merasakan euforia kelulusan itu wajar. Itu hak atas pencapaian yang memang benar-benar sulit. Belajar beberapa tahun, mengerjakan tugas, ujian beberapa semester, mengejar dosen pembimbing dan menjalani tugas akhir atau skripsi pun sangat jelas menyulitkan dan butuh perjuangan.

Berfoto sepuasnya, bersenang-senang dengan teman-teman seperjuangan dan apapun itu menjadi simbol bahwa kemandirian dan diri yang sudah matang telah muncul dari suatu generasi. Jadi ya wajar-wajar saja euforia dan kebahagiaan muncul terlukis di wajah-wajah para wisudawan dan wisudawati yang penuh dengan semangat menghadapi dunia kerja.

Tapi tampaknya ucapan bahwa bersenang-senang secukupnya saja itu terbukti benar. Bahwa Kita jangan terlalu bersenang-senang dahulu itu ada benarnya. Karena diatas langit masih ada langit. Dunia kerja tak sama dan semudah dengan dunia perkuliahan bukan? nyatanya begitulah keluhan para pencari kerja atau bahkan dari karyawan yang sudah mendapat pekerjaan!

Berikut juga alasan mengapa dunia kerja tak semudah dan sesimpel dunia perkuliahan.

Advertisement

1. Semua soal Kompetisi Diri Sendiri dan Bukan Solidaritas Belaka

image by elena lopez via pexels

image by elena lopez via pexels via https://www.pexels.com

Bila di zaman kita berkuliah bisa-bisa saja mengumpulkan tugas bareng, nyontek bareng dan memberi contekan demi kelulusan bersama, terlebih lagi tunggu-tungguan demi teman. Faktanya dalam dunia kerja tidak demikian. Semua kompetisi benar adanya. Pencapaian diri, promosi kenaikan, orientasi gaji dan performa akan dinilai secara individu lho! terutama saat posisi di kantor Kalian berbeda dan beragam, jadi bukan soal solidaritas belaka saja! Hadapilah kompetisi yah!

2. Mengutamakan Praktik Nyata

image by yuri kim via pexels

image by yuri kim via pexels via https://www.pexels.com

Berkuliah memang kebanyakan soal teori-teori saja. Walaupun ada juga yang mengarah kepada praktik dalam beberapa mata kuliah. Tapi lebih dari itu, dunia kerja sepenuhnya adalah praktik atau implementasi dari skill, teori dan pembelajaran kuliah yang sudah kamu punya, sulit bukan? Tak sulit kok, hanya perlu persiapkan diri yah!

Advertisement

3. Mencari Kerja lebih Sulit daripada Bekerja lho

image by ketut via pexels

image by ketut via pexels via https://www.pexels.com

Sebenarnya yang sulit bukan pekerjaannya, tapi proses seleksi untuk mencari kerja bukan? Jika dalam perkuliahan kita hanya berkompetisi dengan teman sekelas, maka saat mencari kerja kita bahkan berkompetisi dengan mahasiswa dan lulusan beratu-ratus kampus lain di negara ini. Bahkan jika jumlah pelamar lebih banyak daripada jumlah posisi dan lapangan kerja yang ditawarkan bukan?

4. Peraturan yang Lebih Mengikat dan Kaku

image by rodnae via pexels

image by rodnae via pexels via https://www.pexels.com

Di dalam dunia perkuliahan, kita tentu mengingat gaya berpakaian kita yang sangat bergaya, rambut gondrong dan bisa datang kapanpun serta bahkan titip absen yang dianggap masih 'wajar'. Tapi tidak lagi di dunia kerja, ada beberapa peraturan yang memang mengharuskan Kamu untuk lebih menaatinya, jika melanggar? siap-siap peringatan akan datang kepadamu ya!

5. Bandel Dulu Baru deh Sukses? Apa Bisa?

image by zub via pexels

image by zub via pexels via https://www.pexels.com

Sering kali Kita mendengar kata-kata 'Bandel dahulu baru Sukses kemudian' bukan? Namun apakah bisa? Nyatanya jelas bukan kata motivasi melainkan pembenaran dalam kesalahan dahulu saja. Dalam dunia perkuliahan mungkin Kita bisa berceloteh demikian, namun di dunia kerja? Kamu pasti akan terganti dalam waktu dekat jika tidak berkembang, sukses pun tak kunjung datang!

Advertisement

6. Prestasi Akademik Saja Tidak Cukup Lho!

image by stanley via pexels

image by stanley via pexels via https://www.pexels.com

Dunia kerja memang membutuhkan basic atau dasar skill akademik, tapi apakah itu cukup? Para rekrutmen memang banyak menemukan CV dari orang-orang luar biasa dari kalangan akademik. Tapi value added alias nilai tambah adalah yang membedakannya. Pelatihan, partisipasi kursus, pengalaman organisasi dan freelance mungkin dibutuhkan.

Untuk semua yang sudah berjuang di bidang akademik, mungkin saja sudah bagus. Namun, faktanya kesulitan bertambah jika para rekrutmen mencari nilai tambah dalam proses perekrutan. Karena pekerjaan pun lebih menekankan kepada apa yang sudah Kita lakukan.

7. Kemandirian dan tak Bisa Terus Minta Bantuan Melulu

image by pixabay via pexels

image by pixabay via pexels via https://www.pexels.com

Jika kita biasa bahu membahu dan mengandalkan teman melulu dalam tugas perkuliahan, maka sepenuhnya di dalam dunia kerja kita dituntut mandiri. Masa training dan orientasi dunia kerja tidaklah lama, sistem learning by doing pun diterapkan. Jika tidak bisa beradaptasi maka manajemen tak akan bisa mendapatkan kita yang berkembang bukan?

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Bukan Penulis Tapi Si Kritis

CLOSE