Kebanyakan orang berpendapat bahwa usia 17 tahun merupakan usia emas bagi seorang anak manusia. Karena pada usia ini, anak-anak remaja yang masih labil mulai memasuki usia dewasa. Remaja yang sudah memasuki usia 17 tahun dapat menentukan pilihannya sendiri, seperti dalam pemilihan umum (Pemilu) nanti. Mereka juga mendapatkan kartu tanda penduduk (KTP) sendiri dan surat izin mengemudi (SIM).

Pada proses pendewasaan inilah akan banyak perubahan yang dialami, baik itu perubahan yang terjadi dalam diri sendiri ataupun perubahan yang terjadi di lingkungan sekitar.

1. Mengetahui segala hal mengenai seks (sex education)

Perempuan

Perempuan via https://unsplash.com

Sebagai manusia yang hidup di era digital dan teknologi, pornografi bukanlah hal yang tabu untuk dibicarakan. Tak seperti orang-orang yang hidup di zaman dahulu, zaman sekarang ini anak-anak remaja dapat dengan mudahnya mengakses pornografi.

Advertisement

Tak perlu heran jika kamu mendapati seorang remaja pendiam, yang hobinya tiduran dirumah tiba-tiba dikabarkan hamil di luar nikah. Ya, zaman telah berubah. Hal-hal seperti itu sudah dianggap lumrah apalagi di kota-kota besar yang bangunannya megah-megah.

Oleh karenanya sebagai remaja yang hendak memasuki usia dewasa, kita harus pandai-pandai dalam menyikapi perihal seks. Ketahui lebih dalam apa-apa saja yang seharusnya dilakukan remaja saat menyukai lawan jenis, dan saat merasakan guncatan biologis dari diri sendiri. Bahkan kalau perlu, mintalah bimbingan orang yang lebih dewasa dalam menyikapi masalah sex education ini.

Jika kamu tak pintar mengendalikan diri, maka kamu akan terjerumus pada kenakalan remaja.

Advertisement

Begitupun orang dewasa disekitar remaja, juga harus mulai membekali mereka dengan sex education ini. jangan lagi anggap seks adalah hal tabu yang harus dihindari. Kalau bisa, sebenarnya pendidikan seks ini harus ditanamkan sejak usia dini. Supaya hal-hal yang dihindari tidak terjadi.

Memang pada dasarnya, kita tidak bisa memaksakan seorang remaja untuk memegang prinsip without sex before marriage. Namun, kita bisa mengingatkan mereka bahwa perbuatan yang seperti itu termasuk kedalam zina dan merupakan hal yang dibenci oleh Allah tuhan alam semesta. Perihal mereka mendengarkan atau tidak itu urusan mereka dengan tuhannya.

2. Tentukan pilihanmu sendiri, jangan ikut-ikutan

Tentukan rencanamu sendiri

Tentukan rencanamu sendiri via https://www.pexels.com

Pada usia 17 tahun ini, seorang remaja akan dituntut untuk menentukan pilihan hidupnya sendiri. Oleh karena itu, jangan pernah coba untuk ikut-ikutan teman. Baik itu perihal memilih jenjang pendidikan, ataupun pergaulan bersama teman lainnya.

Kebanyakan remaja akan memilih mengikuti teman yang dia percaya karena takut di judge oleh lingkungan sosial atas pilihannya itu. Biarkan saja orang berfikir apa tentang pilihanmu, asalkan pilihan itu atas keinginanmu sendiri maka tak ada sesuatu yang akan kamu sesalkan.

Percayalah, pada akhirnya semua tidak akan berarti apa-apa jika kamu melakukannya dengan terpaksa. Ini adalah hidupmu, pilihanmu, lakukan apa yang kamu mau.

3. Berpetualanglah di masa mudamu

cari tahu tentang dirimu

cari tahu tentang dirimu via https://www.pexels.com

Masa muda hanya sekali terjadi, jangan pernah kamu menyesal di hari tua nanti. Nikmati waktumu, pelajari dan jelajahi hal-hal yang kamu anggap baru dan berguna untuk kehidupanmu. Bengejar cita-cita memang satu hal yang harus dilakukan, namun jangan sampai karena cita-cita itu kamu tak dapat merasakan hal-hal seru. Patuh dan taat dalam menuntut ilmu boleh, tapi sekali-kali nikmati diri menjadi seorang yang sedikit perombak namun bertanggung jawab.

Bukan berarti kamu harus menjadi orang yang sangat nakal. Hanya,  menjadi seseorang yang sedikit meng-iya-kan sisi liar. Namun tetap, harus bertanggung jawab, tidak berlebihan dan masih dibawah batas wajar. Ini digunakan hanya sebagai pengalaman hidup dan kenangan yang bisa kamu ceritakan kelak.

Pergi berlibur keluar kota dengan kawan-kawan setiap akhir semester, menjelajahi kekayaan alam yang dimiliki negeri sendiri, atau menjadi backpaker yang suka berjelajah sendiri dapat dijadikan list dalam mengisi hari-harimu dimasa muda ini.

4. Usahakan untuk mandiri

Belajar memasak sendiri

Belajar memasak sendiri via https://www.pexels.com

Tinggal sendiri disini berarti menjalani kehidupan tanpa harus tinggal bersama orang tua. Bukan berarti kamu tak membutuhkan orang tua dalam proses pendewasaanmu, namun lebih ke 'mengambil alih' tanggung jawab yang selama ini di pegang orang tua. Jika dulu kamu selalu di kontrol oleh orang tua, maka sekarang buatlah dirimu menjadi pengendali diri sendiri dan belajar mandiri.

Kemandirian adalah modal penting yang dapat dijadikan bekal selama proses pendewasaan diri. Dengan tinggal sendiri kamu dapat mengukur kebutuhan apa saja yang kamu perlukan, belajar menghemat uang jajan, me- manage pengeluaran, dan hal-hal lain yang berhubungan dengan kebutuhan.

5. Belajar mencintai diri sendiri

Mencintai diri sendiri

Mencintai diri sendiri via https://unsplash.com

Seseorang pasti akan mengecewakanmu dan kamu pasti akan mengecewakan orang lain. itulah hal yang pasti dirasakan setiap orang. Jangan hanya terfokus pada membahagiakan orang sekitar. Mulailah dengan mencintai dan membahagiakan diri sendiri terlebih dahulu. Karena, pada akhirnya hanya kamu yang tak akan pernah mengecewakan dirimu sendiri.

Jadi, hargai dirimu. Tidak perlu khawatir dengan omongan orang lain. Biarkan omongan mereka sebatas pengingat kesalahanmu. Jangan jadikan sebagai boomerang yang dapat membuat kamu terus-terusan menyalahkan diri sendiri.

Nah, semoga beberapa hal ini bisa membantu kamu menjalani proses pendewasaan dirimu ya. jangan pernah lupa bahwa, selama proses pendewasaan diri kamu akan mengalami berbagai gejolak yang dapat membuatmu depresi. semangat terus guys!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya