Seorang model dan selebgram kenamaan asal Baghdad, Tara Fares tewas di tembak oleh sekelompok orang tak dikenal saat berada di dalam mobilnya pada hari Kamis (27/9) di Camp Sarah, pusat Ibukota Irak. Tara di tembak sebanyak tiga kali saat mengendarai mobilnya. Tara Fares sendiri baru berusia 22 tahun saat terjadi insiden penembakan tersebut. Tara Fares cukup dikenal di negaranya karena dia merupakan model dan selebgram kenamaan dengan pengikut 2,8 juta di akun Instagramnya. Tara kerap mengunggah foto maupun video seputar fashion, tips kecantikan dan gaya hidupnya. Popularitas yang Tara miliki membuatnya menjadi salah satu tokoh perempuan di Irak yang paling banyak diikuti di media sosial.

Tara merupakan perempuan terakhir yang tewas setelah sebelumnya dua ahli kecantikan dan satu aktivis perempuan asal Irak yang juga menjadi korban pembunuhan. Pemerintah Irak menilai bahwa keberanian Tara dan tiga perempuan lainnya dalam berekspresi dimedia sosial telah melanggar norma masyarakat yang konservatif dan ajaran agama Islam.

1. Sebelum Tara Fares tewas ditembak, ada tiga perempuan di Irak yang mengalami kasus serupa

Pembunuhan yang Sering Melibatkan Perempuan

Pembunuhan yang Sering Melibatkan Perempuan via http://unsplash.com

Tara merupakan perempuan terakhir yang tewas dalam serangkaian serangan serupa yang sebelumnya telah menewaskan dua ahli kecantikan dan satu aktivis perempuan. Pemerintah Irak telah melakukan penyelidikan dan diduga semua kasus serangan tersebut saling berkaitan. Sebelum peristiwa penembakan menimpa Tara, pada minggu lalu, seorang aktivis hak-hak perempuan, Suad al-Ali, tewas ditembak saat sedang berjalan menuju ke mobilnya di Basra, Irak Selatan.

Advertisement

Sebelum peristiwa penembakan yang menewaskan Tara terjadi, ada dua orang ahli kecantikan lainnya yang dibunuh dalam keadaan misterius di Baghdad. Dua ahli kecantikan tersebut adalah Rasha al-Hassan dan Rafif al-Yasiri. Dilansir dari New York Times, menurut ketua Forum Jurnalis Perempuan Irak, Nibras al-Maamouri, jumlah serangan yang ditargetkan kepada tokoh-tokoh penting perempuan kian meningkat.

2. Tara Fares dinilai terlalu berani dalam berekspresi di media sosial

Tampil Berani dalam Berekspresi di Media Sosial

Tampil Berani dalam Berekspresi di Media Sosial via http://unsplash.com

Seperti yang kita ketahui bahwa Tara Fares merupakan model sekaligus selebgram kenamaan asal Baghdad, Irak. Popularitas itulah yang membuat Tara sering mengunggah kesehariannya di media sosial. Pengikut Tarapun tak tanggung-tanggung sekitar 2,8 juta follower di akun Instagramnya. Keseharian Tara yang merupakan model membuatnya sering mengunggah foto maupun video seputar fashion, kecantikan dan juga gaya hidup.

Dalam unggahan di akun Instagram miliknya, Tara kerap berbagi tentang kegiatannya sehari-hari. Ia mengunggah foto-foto selfie dirinya yang sedang menggunakan makeup cantik, berpakaian seksi, memakai wig, dan lengannya dipenuhi dengan tato. Bahkan, Tara menjadi salah satu tokoh perempuan yang disegani di Irak karena mampu mendobrak norma-norma yang selama ini ada di Irak.

Advertisement

3. Tara Fares tewas ditembak oleh sekelompok orang yang tak dikenal

Tara tewas ditembak oleh sekelompok orang-orang yang tak dikenal

Tara tewas ditembak oleh sekelompok orang-orang yang tak dikenal via http://unsplash.com

Tara sendiri merupakan perempuan kelahiran Baghdad yang memilih untuk pindah dan tinggal di Erbil, di wilayah Irak Kurdistan tiga tahun yang lalu. Ia pindah dengan alasan Erbil lebih aman dibandingkan dengan Baghdad. Namun baru-baru ini ia mulai banyak menghabiskan waktu di Baghdad. Pada hari Kamis siang, pekan lalu, ia ditembak sebanyak tiga kali saat mengendarai mobil di kawasan Camp Sarah di pusat ibukota Irak oleh sekelompok orang yang tak dikenal.

Pembunuhan Tara berkaitan dengan kematian Rasha al-Hassan dan Rafif al-Yasiri, dua ahli kecantikan yang meninggal dalam keadaan misterius di Baghdad. Kematian keduanya hanya berselang satu minggu pada bulan Agustus lalu. Dugaan tersebut diyakini karena Tara memiliki lingkup pertemanan yang sama dengan kedua beauty influencer tersebut.

Mohammad Nasir al-Karbouli, seorang anggota Parlemen, mengatakan serangan seperti yang terjadi pada Tara Fares dimaksudkan untuk mengirim pesan.

"Pembunuhan terhadap perempuan di siang hari adalah pesan untuk mengacaukan situasi keamanan di Baghdad, untuk melemahkan kepercayaan warga," ungkap Karbouli.

4. Kentalnya norma yang berlaku di masyarakat membuat sebagian orang masih memegang teguh prinsip norma-norma yang berlaku

Beragam norma yang berlaku di masyarakat

Beragam norma yang berlaku di masyarakat via http://unsplash.com

Gaya hidup Tara Fares yang lebih ke arah Barat dipandang oleh sebagian masyarakat Irak sebagai pelanggaran terhadap norma yang berlaku dinegara mereka. Sebagian masyarakat Irak mungkin geram melihat gaya hidup Tara yang memakai pakaian minim, merokok bahkan meminum alkohol. Jika dimasukkan kedalam pelanggaran norma jelas Tara sudah melanggar norma agama dan norma kesopanan.

Di negara Irak, yang mayoritas penduduknya adalah muslim, mereka menganggap bahwa gaya hidup Tara yang merokok, mentato tubuhnya bahkan meminum-minuman alkohol itu perbuatan yang dilarang oleh Sang Pencipta. Sedangkan, gaya berpakaian Tara yang dinilai terlalu berani menunjukkan lekuk tubuhnya. Dengan kata lain, berpakaian minim dan berpose seksi di depan kamera untuk konsumsi khalayak umum sangat tidak baik untuk di contoh karena melanggar norma kesopanan dimana untuk perempuan khususnya muslimah harus berpakaian yang menutupi aurat.

Mungkin bagi sebagian masyarakat Irak geram melihat gaya hidup dan tingkah laku Tara yang tidak sesuai dengan norma yang berlaku didalam masyarakat. Tara seharusnya menjadi contoh yang baik bagi masyarakat mereka karena Tara merupakan public figure. Namun, hal yang terjadi justru sebaliknya. Tara dianggap melanggar norma-norma yang ada sehingga ada sekolompok orang yang membunuhnya.

5. Perlindungan terhadap perempuan masih lemah. Sehingga, banyak perempuan yang jadi korban

Perlindungan terhadap perempuan masih sangat lemah

Perlindungan terhadap perempuan masih sangat lemah via http://unsplash.com

Menilik dari kasus penembakan yang dialami Tara Fares dapat kita simpulkan bahwa kita tidak boleh menjudge seseorang hanya dari penampilan luarnya saja. Apa yang dilakukan Tara sebagai model dan juga selebgram murni hanya karena dia seorang foto model yang berusaha untuk menginspirasi kaum perempuan lainnya agar berani menjadi diri sendiri dan jangan takut. Tidak seharusnya kita berpikiran bahwa yang dilakukan oleh Tara itu salah karena setiap individu memiliki pandangan yang berbeda-beda tentunya. Sekiranya ada hal yang menurut kita tidak sesuai aturan jangan main hakim sendiri. Lebih baik di bicarakan terlebih dahulu agar tidak ada lagi kasus seperti ini.

Selain itu, perlindungan terhadap kaum perempuan masih sangat lemah. Bukan hanya tentang pembunuhan tetapi ada juga pemerkosaan bahkan pelecehan seksual yang sering menimpa kaum perempuan. Perempuan masih saja di anggap lemah dan tidak dapat memberikan kontribusi oleh kaum laki-laki. Padahal apa yang dialami oleh Tara Fares tentu dapat menimpa perempuan mana saja termasuk kita. Apalagi membunuh itu adalah perbuatan dosa. Membunuh tidak dibenarkan disemua ajaran agama di muka bumi ini. Dari kasus Tara Fares ini kita dapat mengambil pelajaran bahwa masih lemahnya perlindungan terhadap kaum perempuan hingga saat ini dan berhati-hati lah dalam bermedia sosial. Karena bahkan tidak mungkin media sosial dapat menjadi boomerang bagi diri kita.

Semoga dengan kasus yang menimpa Tara Fares merupakan kasus yang terakhir dan tidak ada lagi kasus-kasus lain yang seperti ini karena perempuan mana saja pasti tidak mau mengalami hal seperti ini.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya