Dear Ibuku Tersayang, Terima Kasih Sudah Mengajarkanku Menjadi Wanita Mandiri

Belajar menjadi wanita mandiri dari sosok ibu

Siapa yang tak ingin kesehariannya ditemani dan didampingi oleh Ibu. Tapi ketika Ibu memutuskan untuk bekerja, aku percaya pasti ada alasan di balik itu semua. Memang sedari sebelum berkeluarga Ibu sudah bekerja, bahkan ketika setelah melahirkanku Ibu juga masih bekerja meski sempat beberapa tahun tidak bekerja karena mendampingi proses tumbuh aku dan adikku.

Ketika akhirnya Ibu memutuskan untuk bekerja kembali, aku tak merasa takut. Entah karena aku masih kecil dan belum paham atau memang aku tak merasa kekurangan kasih sayang Ibu. Aku tahu bagaimana Ibu berusaha membagi waktu antara kami anak-anaknya dan pekerjaannya. Ibu menjadi wanita satu-satunya di rumah yang harus menyiapkan segala keperluan kami sebelum keperluannya sendiri. Memastikan kami sudah siap untuk berangkat sekolah baru kemudian ibu bersiap-siap untuk berangkat kerja. Bahkan ketika ayah tak ada di rumah, Ibu juga menjadi ayah untuk kami.

Meski menjadi wanita yang mandiri di rumah bukan berarti ibu tak membutuhkan kehadiran ayah. Aku tahu kadang kala ada air mata yang keluar dari kedua mata ibu saat ia sedang sendirian di rumah. Bahkan tak jarang saat sedang berbicara dengan ayah via telpon ibu juga menangis, meski aku juga tak tahu apa yang sedang ayah dan ibu bicarakan. Tapi air mata itu tak pernah keluar saat sedang di depan kami. Ketika di depan kami, ibu adalah wanita mandiri yang mampu menyelesaikan keperluan kami dan pekerjaannya. Memiliki Ibu yang bekerja membuatku belajar banyak hal yang tak aku temukan di sekolah.

Advertisement

1. Mampu menyiapkan segala keperluan sendiri

Menyiapkan keperluan sendiri

Menyiapkan keperluan sendiri via http://unsplash.com

Jika Ibu menyiapkan keperluannya untuk bekerja maka aku juga mampu menyiapkan keperluanku sendiri untuk sekolah.  Meski kadang kala ibu juga membantu namun aku sudah menghapal segala posisi keperluanku sendiri.

2. Menggantikan sosok Ibu ketika Ibu tak ada di rumah

Menggantikan peran ibu di rumah

Menggantikan peran ibu di rumah via https://unsplash.com

Ketika ibu bekerja maka aku yang menggantikan peran ibu di rumah. Menyiapkan makan siang aku dan adikku dan perlengkapan lainnya yang aku dan adikku butuhkan. Bahkan hingga besar telah tertanam olehku ketika ibu tidak ada di rumah, maka tugas rumah menjadi tugasku.

Advertisement

3. Belajar tanggung jawab

Belajar tanggung jawab

Belajar tanggung jawab via http://unsplash.com

Meski bekerja ibu tak melupakan tanggung jawabnya kepada kami, maka hal itu pula yang aku dapatkan. Aku bertanggung jawab atas semua keputusan yang aku ambil ketika di rumah maupun di luar rumah. Tetap menjadikan keluarga sebagai prioritas merupakan bentuk pembelajaran tanggung jawab yang aku dapatkan dari ibu.

4. Membangun kerja sama di rumah

Membangun kerja sama di rumah

Membangun kerja sama di rumah via http://unsplash.com

Ketika ibu tidak ada di rumah, maka aku dan adikku bekerja sama menyelesaikan keperluan kami sendiri. Masa di mana aku dan adikku berdamai dan tanpa pertengkaran adalah ketika ibu tidak ada di rumah. Kami berusaha untuk bisa bekerja sama dengan baik untuk menyiapkan keperluan kami sendiri.

5. Sumber inspirasi

Advertisement
Sumber inspirasi

Sumber inspirasi via https://unsplash.com

Bagiku ibu adalah sumber inspirasiku. Meski bekerja ibu tetap memberikan waktunya untuk kami. Tak jarang meski capek ibu tetap mendampingi kami menyelesaikan tugas rumah. Bahkan saat kami sudah tak di rumah dan merantau Ibu tetap memastikan kami baik-baik saja di perantauan.

Dari Ibu aku belajar menjadi wanita yang mandiri, meski bekerja namun dapat membagi waktu antara pekerjaan dan tanggung jawabnya di rumah. Sejatinya semua ibu di dunia ini memiliki keistimewaan masing-masing, maka jangan membandingkan tapi ingatlah kembali apa saja yang sudah ibu berikan pada kita.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

An introvert with one billion dreams

CLOSE