#BelajarDiNegeriOrang-Memajukan Peternakan Indonesia dengan Ambil Magister di Wageningen University & Research, Belanda. Ini Caranya!

Kemajuan Peternakan di Tangan Generasi Muda, Jangan Gengsi Dalami Ilmu Peternakan

“Kuliah kok peternakan? Kalau mau jadi peternak, nggak perlu sekolah tinggi-tinggi.”

Sebagian besar orang masih meremehkan Fakultas Peternakan yang dianggap tidak menjanjikan dan tidak memiliki peluang pekerjaan di kantor.  Tidak heran apabila fakultas ini tidak termasuk fakultas favorit. Padahal potensi peternakan di Indonesia sangat terbuka lebar. Seirama dengan pertambahan penduduk, permintaan produk ternak terus meningkat. Peternakan memegang peranan penting dalam mendongkrak perekonomian Indonesia.

Banyak yang salah kaprah menanggapi mahasiswa jurusan Peternakan seakan-akan hanya belajar angon dan ngarit. Belajar peternakan di kampus tidak hanya berurusan dengan ternak. Banyak ilmu yang dipelajari mulai manajemen, perencanaan usaha, nutrisi dan pakan, produksi, pengolahan hasil ternak, dan sosial ekonomi. Lulusannya bisa bekerja di industri pakan ternak, industri obat-obatan ternak (farmasi), industri pengolahan pangan asal ternak, instansi pemerintahan pertanian, sebagai ahli peternakan dan pengembangbiakan hewan, peneliti akademis hingga menjadi dosen. 

Belajar ilmu peternakan itu penting demi meningkatkan kualitas dan kuantitas peternakan Indonesia. Padahal Indonesia kaya akan keanekaragaman plasma nutfah ternak, sayangnya jauh apabila dibandingkan dengan Belanda sebagai negara pengekspor hasil pertanian terbesar kedua di dunia termasuk susu sapi. Sementara Indonesia sangat bergantung pada pasokan impor sapi demi memenuhi pangan. Setelah menyandang gelar sarjana, saya ingin melanjutkan pendidikan magister (S2) peternakan masa studi 2 tahun di negeri kincir angin tersebut. Dengan belajar di luar negeri akan menambah pengetahuan peternakan dengan akses ke dunia global yang semakin terbuka agar bisa bersaing dengan negara-negara pengekspor ternak dan hasilnya.

Wageningen University & Research (WUR) menjadi kampus pilihan belajar di luar negeri yang terkenal dengan jurusan ilmu dan teknologi pangannya. Bukan tanpa alasan kenapa saya memilih kampus ini.  WUR merupakan kampus terbaik di dunia dalam bidang Pertanian dan Kehutanan menurut QS World University Rankings, terdaftar sebagai nomor 62 di dunia oleh Times Higher Education Ranking, terpilih sebagai universitas nomor 1 di Belanda enam belas tahun berturut-turut dan menjadi universitas pertama di Belanda yang menggunakan label ECTS yang merupakan jaminan dari European Commission untuk jaminan kualitas pendidikan. Selain reputasi dan kualitas pendidikannya yang tidak main-main, yang saya suka adalah suasana Wageningen University & Research yang tenang dan hijau.

Sebagai anak kampung, saya akan betah karena kampus ini berada di daerah perdesaan yang dikelilingi oleh sawah-sawah dan sapi-sapi. Tertarik untuk mengejar gelar magister peternakan di Wageningen University & Research? Simak 5 langkah persiapan berikut agar diterima kuliah di kampus impian asal negeri van Oranje. 

Advertisement

1. Pelajari Secara Mendalam tentang Kampus dan Jurusan yang Dipilih

Photo by Wageningen University & Research

Photo by Wageningen University & Research via https://www.wur.nl

Untuk semakin memantapkan hati kuliah di Wageningen University, dapatkan banyak informasi mengenai bahasa pengantar perkuliahan, suasana pembelajaran, sistem perkuliahan, tanggal-tanggal penting pendaftaran hingga fasilitas yang mendukung proses penelitian. Informasi bisa didapatkan dari laman resmi kampus ini  yakni https://www.wur.nl/.  

Ilmu peternakan apa yang ingin dipelajari dari Wageningen University? Untuk pendidikan pascasarjana, universitas ini memiliki 30 master dan 3 master online. Dalam satu jurusan terdapat pilihan spesialisasi studi yang sangat spesifik. Untuk Master's Animal Sciences yang nantinya akan menyandang gelar MSc, Wageningen University menawarkan 6 spesialisasi yakni Genetics and Biodiversity; Nutrition and Metabolism; Global and Sustainable Production; Adaptation, Health and Behaviour; Molecule, Cell and Organ Functioning; dan Animal Ecology.

Advertisement

Spesialisasi tersebut mengenai  keragaman genetika, nutrisi hewan, kesehatan hewan, kesejahteraan hewan, tingkat pengelolaan, dan faktor sosial ekonomi semuanya dibahas secara luas. Pilih spesialisasi yang akan didalami berkaitan dengan objek yang akan menjadi penelitian tesis nantinya. Tidak perlu bingung kalau masih tidak tahu mau ambil spesialisasi apa karena ditentukan saat kita sudah sampai Wageningen University. Akan ada study adviser yang bakal membantu memantapkan pilihan spesialisasi. 

2. Penuhi Syarat-Syarat Pendaftaran Kampus

Photo by Burdun from Freepik

Photo by Burdun from Freepik via https://www.freepik.com

Proses pendaftaran pascasarjana di Wageningen University tidak ribet hanya lewat online. Semua persyaratan tertera di website Wageningen University. Dokumen yang harus dipenuhi untuk mendaftar adalah ijazah S1 (relevan dengan program studi yang akan diambil), transkrip nilai, CV, motivation letter (menjelaskan alasan mendaftar di program yang dipilih, maksimal satu halaman), sertifikat kemampuan Bahasa Inggris dan paspor (sebagai bukti warga negara Indonesia dan masih berlaku 6 bulan sebelum keberangkatan). Ada tambahan dokumen yang bisa disertakan yakni abstrak tesis (maksimal dua halaman) dan surat rekomendasi resmi dari profesor atau atasan. 

Semua dokumen dalam Bahasa Inggris dan harus dipindai dalam bentuk PDF, selanjutnya bisa segera mendaftar ke website Wageningen University. Tinggal menunggu proses penerimaan LoA (Letter of Accepatance) Unconditional yakni sebuah surat pernyataan bahwa kita diterima di Universitas dengan program studi tujuan tanpa syarat lain yang harus dipenuhi. Mendapatkan LoA di kampus Wageningen tidak membutuhkan tahapan yang sulit. Saya mendapatkannya sekitar 3 minggu setelah submit berkas.

Advertisement

3. Daftar Beasiswa Luar Negeri

Photo by Neso Indonesia

Photo by Neso Indonesia via https://www.nesoindonesia.or.id

LoA Unconditional sudah diterima berarti kandidat hanya tinggal melakukan registrasi ulang. Namun LoA Unconditional tidak akan berguna bila tidak sanggup bayar uang kuliah (tuition fee). Jangan patah semangat, daftar program beasiswa jadi jalan untuk mewujudkan mimpi kuliah di luar negeri tanpa biaya. Banyak tawaran beasiswa S2 di Belanda yang bisa dicoba di antaranya beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Studeren in Nederland (StuNed), Orange Knowledge Scholarship (OKP), dan Holland Scholarship.

Beasiswa yang terakhir ini berbeda dengan beasiswa lainnya karena bukan beasiswa penuh, dengan total pendanaan EUR 5,000 yang akan diberikan di tahun pertama studi, cukup membantu meringankan biaya studi yang harus dikeluarkan.

Apabila mendapatkan beasiswa partial dari Holland Scholarship, baiknya bergabunglah menjadi bagian Qatar Airways Student Club, untuk memudahkan perjalanan keberangkatan ke Belanda. Didukung oleh Qatar Airways Privilege Club yang mengapresiasi mahasiswa yang akan studi ke luar negeri. Nikmati benefit yang didapatkan seiring dengan perjalanan bersama Qatar Airways yakni harga tiket spesial untuk penerbangan, kelonggaran kelebihan bagasi, ceksibilitas perubahan tanggal, upgrade tingkat Privilege Club sebagai hadiah kelulusan, super Wi-Fi bebas biaya dan banyak lagi. 

Persyaratan mendapat beasiswa hampir sama dengan persyaratan untuk diterima di Universitas. Memiliki LoA dari universitas tujuan adalah salah satu syarat beasiswa. Biasanya waktu untuk mendapat LoA berkisar antara empat sampai enam minggu setelah pendaftaran ke universitas. Pastikan tahu jadwal deadline pendaftaran beasiswa agar bisa jauh-jauh hari mendapatkan LoA.

Batas penerimaan berkas beasiswa berbeda-beda. Tahun 2021, beasiswa LPDP yang biasanya membuka 4 periode pendaftaran akan dibuka kembali pada Bulan Maret, tahun sebelumnya 2020 ditiadakan dikarena Covid-19. Meskipun tanggalnya belum pasti, beasiswa LPDP banyak peminatnya, kalau pun gagal di periode 1 bisa berusaha kembali pada periode selanjutnya. StuNed beasiswa untuk profesional (minimal 3-4 tahun bekerja) terakhir pendaftaran pada 22 Maret 2021.

Orange Knowledge Programme (OKP), yang sebelumnya dikenal dengan nama Netherlands Fellowship Programme (NFP), deadlinenya pada 10 Februari 2021. Walaupun ketinggalan daftar Stuned dan OKP tahun ini, kamu bisa mempersiapkan berkas pendaftaran untuk apply tahun depan. Sementara Holland Scholarship membatasi pendaftaran hingga 1 Mei 2021.  

4. Tetap Semangat dan Yakin Bisa Kuliah di Luar Negeri

Photo by tonefotografia from Freepik

Photo by tonefotografia from Freepik via https://www.freepik.com

Yang paling menguras tenaga dan waktu adalah mempersiapkan berkas baik untuk mendapatkan LoA maupun beasiswa. Untuk mempersiapkannya tidak bisa hanya dalam sekejap satu malam. Seperti untuk memenuhi persyaratan sertifikat Bahasa Inggris, perlu mengambil les IELTS yang akan merogoh isi dompet yang tidak sedikit.

Tidak hanya mengurus dokumen, perlu tingkatkan kemampuan berkomunikasi bahasa Inggris lebih baik agar bisa wawancara beasiswa LPDP untuk tujuan luar negeri. Bagi hunter scholarship, prosesnya akan panjang dan melelahkan. Kalau pun gagal seleksi beasiswa, tetap semangat lanjut apply beasiswa lainnya.

Mungkin cita-cita yang ketinggian ini akan diremehkan, tapi yakin dan percayalah kalau pasti bisa kuliah di luar negeri. Tetap berpegang teguh pada mimpi besar ini agar selangkah lebih dekat dengan impian belajar ilmu peternakan di Wageningen University & Research demi memberikan kontribusi dunia peternakan Indonesia. 

5. Minta Restu Orang Tua Untuk Memuluskan Mimpi

Photo by vgstockstudio from Freepik

Photo by vgstockstudio from Freepik via https://www.freepik.com

Akan menimba ilmu ribuan kilometer jauhnya dari keluarga, pastikan untuk meminta doa restu orang tua. Bicarakan jauh-jauh keinginan kuliah di luar negeri kepada mereka dan perlihatkan kesungguhan dengan menyampaikan segala informasi supaya mereka yakin dengan niat kita. Ridho dan dukungan mereka akan mempermudah jalan kita meraih mimpi #BelajarDiNegeriOrang dan menjadi orang sukses. Setiap akan mengajukan beasiswa, teruslah meminta doa kepada orang tua agar lancar dan diterima. 

Untuk mewujudkan mimpi kuliah di luar negeri harus mempersiapkan segalanya dengan matang. Usaha, tekat, dan doa. Meski saat ini belum tercapai, suatu saat nanti mimpi ini pasti akan tercapai! 

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

CLOSE