Belum Pernah Naik Ojek Online? Cek Dulu 5 Hal Berikut Ini Agar Lebih Nyaman

Ojek bukanlah transportasi umum layaknya taksi, bus, angkutan kota (angkot), dan sebagainya. Menurut Ignatius Jonan selaku menteri perhubungan pada saat itu, hal ini karena terkait dengan tingkat keselamatan penumpang. Namun, masyarakat luas dari dulu hingga sekarang telah melabelkan ojek sebagai transportasi umum yang paling efisien dibandingkan transportasi umum lainnya.

Ojek online merupakan terobosan baru dalam dunia teknologi. Iya betul terobosan teknologi, bukan transportasi. Perusahaan seperti GO-JEK, UBER, GRAB, dan sebagainya menyatakan bahwa mereka berperan sebagai ‘makelar’ yang menghubungkan penumpang dengan driver ojek (bukan sebagai empunya ojek tersebut).

Dengan adanya teknologi dalam bentuk aplikasi, kita semakin dimudahkan untuk memesan ojek. Tinggal pijit-pijit smartphone, ojek pun langsung datang. Dilihat dari efisiensi waktu, menurut saya transportasi ini merupakan yang nomor satu saat ini. Terlebih lagi kamu tidak perlu berdebat soal tarif, semuanya sudah tertulis di smartphone kamu.

Tapi biarpun memiliki berbagai kelebihan, tetap saja ada kekuranganya. Bagi kamu yang sudah setia betul dengan ojek online, pasti sudah paham dengan kelemahannya. Tapi bagi kamu yang baru terjun ke hal ini, harap disimak hal-hal berikut:

1. “Pak, saya tepat berada di pintu masuk perkantoran X, pakai baju merah dengan ransel biru.”

Lokasi via https://goo.gl

Advertisement

Sebaik-baiknya teknologi untuk mengidentifikasi keberadaanmu, tetap saja terkadang cara tradisional lebih efektif. Sering saya memesan ojek online, namun sedikit dari mereka yang tahu keberadaan pasti saya. Jadi sebaiknya, ketika petugas ojek online meneleponmu untuk mengkonfirmasi keberadaan kamu, kalimat yang kamu harus ucapkan adalah lokasimu secara SPESIFIK dan perawakanmu, contohnya:

"Pak, saya ada di depan perkantoran X dekat pintu masuk mobil. Saya pakai kemeja hitam".

"Pak, alamat persis saya di Jalan X, rumah dengan pagar hitam metalik."

Advertisement

"Pak, saya ada di lobby utama mall X, dekat Coffee Shop Y. Saya pakai ransel biru dan kemeja biru"

"Pak, saya ada di jalan raya X, dekat pangkalan Bajaj. Saya pakai kaos putih"

"Pak, saya persis di depan restoran Fast Food X di jalan Y. Saya pakai kaos hijau dan ransel hitam"

2. Ojek Online Tidak Hafal Seluruh Lokasi

lokasi via https://goo.gl

Sebelum adanya ojek online, ojek umumnya digunakan untuk transportasi jarak dekat. Jarang sekali penumpang yang menggunakan ojek untuk perjalanan yang cukup jauh. Setelah adanya ojek online, jarak yang ditempuhpun meningkat drastis. Sudah semaklumnya petugas ojek online merasa kebingungan akan tujuanmu, terlebih lagi kalau kamu juga tidak pernah ke tempat tujuanmu sebelumnya.

Jadi sebaiknya kamu siap sedia dengan keahlian untuk membaca peta seperti google maps dan sebagainya.

3. Sediakan Pakaian Cadangan

hujan via https://goo.gl

Inilah bencana terbesar jika kamu menggunakan ojek online. Pada umumnya, setiap driver ojek online hanya menyediakan atasan jas hujan. Hanya atasan loh ya, bawahan atau celananya tidak. Jadi ada baiknya kamu menyediakan pakaian ganti di tasmu atau paling tidak, letakkanlah pakaian ganti di kantor.

Atau sebelum memesan ojek, ada baiknya untuk mengecek ramalan cuaca serta kondisi langit sekitar rumahmu. Jika nampaknya sudah kurang meyakinkan, ada baiknya kamu menggunakan moda lain seperti angkot, bus, ataupun taksi.

4. Shower Cap dan Hoodie

shower cap via https://goo.gl

Ya shower cap. Mungkin sebagian besar calon pengguna ojek online sudah mengetahui ya jika salah satu dari penyedia jasa ojek online telah menawarkan fitur tersebut secara gratis. Namun, tidak hanya perempuan saja yang butuh perlengkapan ini untuk melindungi rambutnya, tetapi juga laki-laki. Mengapa demikian? Hal ini karena helm yang kamu pakai adalah helm sejuta umat dan helm tersebut mungkin pernah tergenang air ketika hujan. Akibatnya, rambutmu baik laki-laki ataupun perempuan akan berbau dan tahan sepanjang hari.

Jika kamu tidak terbiasa dengan shower cap, ada baiknya menggunakan jaket hoodie sehingga terhindar dari hal tersebut.

5. Opang alias Ojek Pangkalan

ojek pangkalan via https://goo.gl

Ini dia ancaman terbesar bagi penyedia ojek online, yaitu ojek pangkalan atau yang umumnya dipanggil Opang. Di beberapa lokasi, memang masih terdapat beberapa pemberontakan terhadap ojek online. Jadi ketika driver ojek onlinemu menolak permintaanmu, itu adalah hal yang lumrah.

Jika kamu tetap memaksakan untuk menggunakan ojek online, ada baiknya kamu pergi dulu ke tempat lain agar tidak terlihat dengan ojek pangkalan.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

https://www.facebook.com/darryl.pang.1

CLOSE