#BeraniBaik-Sebelum Terjun ke Dunia Content Creator, Perhatikan Hal-hal Ini Dulu!

Era digital saat ini membawa banyak perkembangan dan inovasi-inovasi baru. Para generasi z dimudahkan mengakses apa pun lewat media sosial. Bahkan, media sosial pun sekarang bisa digunakan untuk mencari penghasilan. Salah satunya menjadi seorang content creator. Jangan disepelekan, loh, di zaman yang apa-apa serba digital—entah belanja baju, makanan, sepatu, atau mengakses edukasi tertentu—ini, seorang content creator jadi sesuatu yang sangat diperlukan. 

Seorang content creator bertanggung jawab dalam hal menarik perhatian para penikmat konten lewat postingan-postingan, tulisan, video, atau apa pun. Saat ini, tidak sedikit perusahaan yang memilih menarik minat masyarakat lewat digital marketing. Atau tidak sedikit pula yang membuka usaha online shop yang membutuhkan suguhan postingan menarik supaya apa yang dijualnya menarik perhatian pembeli. Bayangkan, ketika kamu ingin membuka suatu usaha online shop atau bekerja di perusahaan yang membutuhkan digital marketing untuk membangun sebuah citra, tentu kamu adalah kunci keberhasilan. 

Kalau kamu ingin menjadi content creator lepas, pun kamu perlu ide-ide menarik supaya para penikmat konten tidak bosan dengan suguhan kamu. Content creator bukan lagi bidang yang asing di telinga orang-orang zaman sekarang. Banyak yang sudah mencoba terjun. 

Namun, sudahkah kamu mengetahui hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum terjun ke dunia content creator

Advertisement

1. Tentukan bidang konten

Photo by Anthony Shkraba from Pexels

Photo by Anthony Shkraba from Pexels via https://www.pexels.com

Setiap orang pasti punya ciri khas, begitu pula konten yang akan dibawakan. Sebelum terjun, ada baiknya tentukan kamu ingin membawa konten apa, misal: konten kecantikan, konten edukasi kesehatan mental, konten komedi, konten mengenai seni, dan lain-lain.

Mengetahui bidang apa yang akan dibawakan bisa menjadi patokan supaya lebih mudah ke depannya untuk membawakan konten. 

Advertisement

2. Tentukan rentang usia peminat konten

Photo by Kindel Media from Pexels

Photo by Kindel Media from Pexels via https://www.pexels.com

Tidak semua orang cocok dengan kontenmu. Maka setelah menentukan bidang kontenmu, kamu bisa tetapkan rentang usia penikmat kontenmu. Ini sama saja seperti kamu menjual sesuatu tapi harus menentukan pasarmu dulu. Hal ini juga bisa berguna supaya kontenmu lebih mudah menyesuaikan.

Misal, kamu adalah seorang konten kecantikan, ketahui produk kecantikan yang kamu bawakan untuk rentang usia berapa. Begitu pula kamu seorang content creator tulisan, maka tulisanmu untuk rentang usia berapa. Dengan begitu kamu bisa ‘menggaet’ pasar untuk kontenmu.

Tapi kalau kontenmu dirasa cocok untuk segala kalangan usia, ya, tidak apa-apa. Ketika kamu sudah menentukan pasar, pada akhirnya selera para penikmat konten-lah yang bekerja.

Advertisement

3. Tuliskan ide-ide konten

Photo by Ivan Samkov from Pexels

Photo by Ivan Samkov from Pexels via https://www.pexels.com

Biasanya ketika seseorang ingin mencoba sesuatu, ide-ide sedang bertebaran di kepala. Ada baiknya ide-ide itu segera ditulis sebelum hilang dari ingatan. Sama seperti menulis to do list, tentu saja menulis ide-ide berguna untuk memudahkan kamu ke depannya.

Semisal di pertengahan jalan kamu lupa dengan ide-idemu di awal, kamu bisa kembali mengecek catatan. Kalaupun ada ide yang ingin diganti, bisa direvisi. Catatan ide-ide itu bisa menjadi jembatan agar tidak berhenti di tengah jalan hanya karena otakmu sedang buntu. Kamu hanya perlu fokus mempersiapkan bahan-bahannya, deh.

4. Tetapkan bentuk feed postingan

Photo by Ketut Subiyanto from Pexels

Photo by Ketut Subiyanto from Pexels via https://www.pexels.com

Platform instagram sudah menjadi kebutuhkan utama seorang content creator. Kalau kamu seorang content creator di instagram, tentu saja kamu perlu menentukan bagaimana bentuk feed-mu. Apakah bernuansa monokrom, bernuansa cream aestetik, warna-warni, atau beberapa warna tertentu. Jangan salah, ibarat sebuah rumah, orang-orang pasti memerhatikan bagian luarnya dulu. Kalau bagian luar ‘rumah’-mu cantik tentunya menambah penilaian dan menarik perhatian orang lain—dalam dunia content creator akan menarik para penikmat kontenmu. 

Feed atau susunan postingan di halaman akun instagram yang rapi pastinya membuatmu sedikit merasa tenang. Sesuatu yang tersusun rapi bisa memengaruhi sugesti. Kan, enak, kalau membuat konten dengan pemandangan rapi tersusun. 

5. Keterbukaan dengan inovasi-inovasi baru

Photo by Alexander Suhorucov from Pexels

Photo by Alexander Suhorucov from Pexels via https://www.pexels.com

Zaman semakin berkembang dan trend-trend baru pasti bermunculan. Setelah sudah menentukan ide-ide, kamu sebagai content creator dituntut untuk terbuka dengan pembaharuan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan di sekitar.

Memang kita tujuannya adalah membuat konten atas dasar kesenangan diri sendiri. Namun kalau hanya di situ-situ saja tanpa mengikuti pembaharuan atau trend, bisa jadi penikmat kontenmu akan bosan. Mengikuti pembaharuan atau trend bukan berarti kamu lantas memaksa diri menyenangkan orang, karena bisa berakhir kamu terpaksa membuat konten.

Tetaplah membuat konten kesenanganmu, tapi kamu bisa membungkus dengan inovasi-inovasi unik. Yang semula hanya berbentuk postingan, kamu bisa naik level jadi video. Yang semula skill editing-mu belum mahir-mahir banget, kamu bisa naik level, tentu saja dengan cara mempelajari skill editing dan graphic design. Maka penikmat kontenmu akan merasa selalu menemukan hal-hal baru meskipun kamu tetap pada ciri khas-mu. 

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

seorang perempuan. 19 tahun. menulis adalah menciptakan rumah untuk menjadi diri seutuhnya.

CLOSE