#BeraniWujudkanMimpi–5 Alasan Mengapa Bisnismu Tidak Berkembang

Di zaman sekarang, ketika sebagian besar anak muda ditanya soal impian, mereka menjawab ingin menjadi seorang pebisnis. Alasannya sederhana, yaitu karena ingin punya banyak uang. Padahal menjalankan sebuah bisnis bukanlah hal yang mudah. Sebelum menghasilkan banyak uang, bisnis juga memakan banyak uang untuk memulainya. Banyak para pebisnis yang tidak sanggup bertahan dan berhenti di tengah jalan.

“You have to be burning with an idea, or a problem, or a wrong that you want to right. If you’re not passionate enough from the start, you’ll never stick it out.” — Steve Jobs

Akan tetapi, saat ini untuk #BeraniWujudkanMimpi dalam dunia bisnis seakan bukan hal yang sulit. Dari anak SD hingga mahasiswa bisa membuka bisnis kecil-kecilan sesuai kemampuan mereka. Kesan awal ketika bisnis  mulai berjalan memang menyenangkan, tetapi lama-kelamaan mereka akan merasakan bisnisnya terhenti di satu titik. Kenapa sih hal itu bisa terjadi? Untuk kamu yang akan sudah dan akan memulai bisnis, yuk simak berikut ini! 

Advertisement

1. Untung Sedikit, Langsung Masuk Dompet Pribadi

Photo by Karolina Grabowska from Pexels

Photo by Karolina Grabowska from Pexels via http://pexels.com

Siapa sih yang tidak senang saat mendapat keuntungan? Kebanyakan remaja yang punya bisnis ini biasanya lemah dalam mengatur keuangan mereka. Tahu untung sedikit, langsung bingung mau dibelanjakan. Jika hal itu terjadi, kamu perlu pikir ulang sekarang.

Jangan merasa cepat puas dengan keutungan yang bisnis kamu hasilkan. Untuk bisa mengembangkan bisnis, kamu bisa memasukkan keuntungannya ke dalam modal kembali. Dengan begitu kamu bisa menambah jumlah ataupun varian produk yang akan kamu tawarkan. Apabila kamu tidak berani untuk memutar uang bisnismu, kamu hanya akan stuck di posisi sekarang.

Advertisement

2. Malas Promosi

Photo by The Coach Space from Pexels

Photo by The Coach Space from Pexels via http://pexels.com

Produk yang kamu jual bisa jadi punya kualitas bagus dan punya pasar yang luas. Akan tetapi, bagaimana customer bisa mengetahui produk yang kamu jual? Kemungkinan untuk mereka menemukan produkmu secara mandiri sangat kecil. Marketing adalah salah satu hal terpenting dalam berbisnis. Dalam marketing pun kamu juga tidak bisa melakukannya secara asal-asalan. Setiap pebisnis punya strateginya masing-masing untuk menggaet customer baru.

Yang kamu perlukan adalah mengetahui karakteristik pembeli yang kamu tuju. Analisis  sekarang dan mulai rancang strategi. Apabila kamu enggan melakukan hal tersebut, bisa jadi kamu kalah dengan pesaing bisnismu. Jangan sampai, ya!

3. Mengerjakan Segalanya Sendiri

Advertisement
Photo by Thirdman from Pexels

Photo by Thirdman from Pexels via http://pexels.com

Di awal kamu membuka bisnis, kamu bisa saja mengurus semuanya sendiri. Mulai dari promosi, mengumpulkan transaksi, mengecek ketersediaan stok, hingga mengatur keuangan. Jika bisnismu masih dalam lingkup yang kecil, hal itu bukan jadi masalah besar.

Beda halnya apabila bisnismu sudah memiliki banyak pelanggan. Kamu akan merasa kerepotan mengurus itu semua dan berakibat pelayanan yang tidak maksimal. Misalnya kamu jadi tidak responsif terhadap pembeli ataupun produkmu yang seringkali tidak tersedia saat banyak customer menginginkannya. Sebelum pelanggan lari, lebih baik kamu mulai mencari rekan kerja yang kiranya bisa kamu percaya untuk membantumu menjalankan bisnis ini.

4. Tidak Ada Inovasi Baru

Photo by Startup Stock Photos from Pexels

Photo by Startup Stock Photos from Pexels via http://pexels.com

Kamu boleh saja memiliki pembeli tetap atau bisa dibilang langganan di bisnis kamu. Akan tetapi, apa mereka tidak akan menoleh ke pesaingmu untuk selamanya? Jawabannya belum tentu. 

Ketika kamu merasa pelanggan tetap akan membeli di tempatmu apapun yang terjadi, maka kamu tidak akan melakukan inovasi apapun. Hal tersebut akan berujung pada timbulnya kebosanan pada customer. Mereka akan mulai melihat ke pesaingmu yang terus melakukan perbaikan.

Untuk menghindari hal tersebut, sesekali kamu dapat memberikan potongan harga, giveaway, menambahkan produk baru, memberikan rekomendasi produk, dan sebagainya. Usahakan untuk terus membuat customer-mu terkesan!

5. Tidak Memedulikan Kepuasan Konsumen

Photo by Sam Lion from Pexels

Photo by Sam Lion from Pexels via http://pexels.com

Dalam mengembangkan bisnis, kamu juga perlu untuk memperhatikan bagaimana customer menanggapi layanan dan produk yang kamu berikan. Setelah melakukan transaksi, apakah customer-mu akan puas dengan yang diterima dan kembali lagi mencari produkmu?

Yang perlu kamu lakukan adalah yang pertama, berikan pelayanan yang maksimal tanpa membedakan customer satu dengan yang lain. Jangan hanya karena jumlah produk yang dipesan lebih banyak atau sedikit kamu memperlakukannya secara berbeda. Kedua, buat hubungan baik dengan customer. 

Jangan terlalu cuek dalam menanggapi setiap pertanyaan customer dan jaga kesantunan kamu sebagai penjual. Pembeli akan memberikan testimoni dan feedback dengan senang hati apabila diperlakukan dengan baik. Yang ketiga tentunya adalah tingkatkan kualitas produk. Semakin baik produkmu, semakin tinggi tingkat kepuasan konsumenmu. 

Tahun yang baru ini adalah waktumu untuk menunjukkan bahwa kamu #BeraniWujudkanMimpi. Untuk kamu yang punya mimpi di bidang bisnis ataupun mimpi lainnya, kamu bisa mulai sesegera mungkin. Tidak ada kata terlambat untuk memulai. Langkah kecil akan lebih baik daripada tidak sama sekali.

Setidaknya, kamu bisa memulai mendekatkan diri ke arah mimpimu. Bangkitlah kembali jika kamu gagal. Jangan biarkan ketakutan menghalangimu meraih mimpi. Kita semua adalah manusia-manusia hebat yang dapat meraih apa yang kita inginkan. 

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

CLOSE