#BeraniWujudkanMimpi-Berani Keluar dari Zona Nyaman demi Mimpi Menjadi Pengusaha Kuliner.

Saya bermimpi menjadi pengusaha kuliner, padahal saat ini status saya adalah seorang karyawan perusahaan. Mungkinkan impian ini menjadi nyata? Pengalaman kecil saat berusaha keluar dari zona nyaman demi meraih sebuah impian ini semoga bisa bermanfaat

Mimpi atau cita-cita membuat hidup semakin “hidup”. Ada banyak orang yang berhasil meraih impiannya namun tak sedikit yang hanya menjadikan mimpi sebagai sekadar angan-angan kosong tanpa eksekusi. Jika ingin meraih mimpi, hal pertama yang dilakukan adalah bangun. Bangun dari tidur panjang keterlenaan pada kenyamanan, dan berusaha keras mewujudkan keinginan.

Sebagai karyawan, rutinitas sehari-hari pasti membuat bosan. Itu manusiawi. Apalagi jika pekerjaan yang ditekuni bukan bidang yang disukai. Tidak ada passion yang terlibat. Namun tak dipungkiri, semua fasilitas yang diberikan dari kantor seperti gaji bulanan, jaminan kesehatan, dan status sosial yang jelas, memberikan zona nyaman yang sulit untuk ditinggalkan.

Konsekuensinya adalah tanggung jawab, waktu dan pikiran yang tersita. Lalu, apa kabar mimpi? Saya bermimpi menjadi pengusaha kuliner, padahal saat ini status saya adalah seorang karyawan perusahaan. Mungkinkan impian ini menjadi nyata?

Advertisement

1. Curilah Waktu untuk Mencapai Impian.

Foto hasil belajar memasak secara online

Foto hasil belajar memasak secara online via https://www.instagram.com

Dalam 24 jam sehari, tidak mungkin sepenuhnya kita gunakan untuk bekerja. Ada saatnya bekerja di kantor, ada saat bersama keluarga, dan pasti ada sebagian kecil di sela-sela itu yang bisa dimanfaatkan untuk pengembangan diri. Apalagi di zaman serba canggih seperti saat ini, semua serba mungkin. Saya mempelajari aneka resep makanan dari aplikasi memasak dan melalui YouTube. Mudah dilakukan di sela-sela kesibukan jika ada niat.

Praktek memasak dari hasil belajar online dilakukan setiap akhir pekan atau saat urusan rumah sedang longgar. Harus diakui ada kenyamanan yang terkurangi, misalnya me-time ke salon, ngobrol lama di pantry kantor, atau rebahan santai di rumah di depan televisi. Bisa disiasati, toh kepuasan bila bisnis ini berjalan,tak akan tertandingi.

Advertisement

Rebahan atau nyalon bisa nanti-nanti. Jika memang passion kita besar, segala halangan seolah menjadi ringan. Saya harus #BeraniMewujudkanMimpi untuk kehidupan yang lebih baik di masa mendatang.

2. Bangun Jaringan Pertemanan, Manfaatkan Media Sosial untuk Pemasaran

Upload foto di media sosial untuk meningkatkan penjualan

Upload foto di media sosial untuk meningkatkan penjualan via http://www.cahayanovi.com

Dengan status sebagai karyawan ada keuntungan yang didapat yaitu relasi. Pertemanan yang luas dengan teman sekantor maupun dengan relasi kantor adalah nilai tambah. Banyak teman memudahkan kita memasarkan barang dagangan. Sekali update jualan di status WhatsApp, teman-teman dalam daftar kontak bisa melihatnya.

Media lain seperti Instagram, Twitter, Line, FB, Tiktok, dan sebagainya bisa menjadi sarana memasarkan hasil karya kita. Jika memungkinkan buatlah akun khusus untuk berjualan agar bisa lebih fokus menampilkan foto-foto atau video masakan yang dipasarkan. Tidak bercampur dengan foto saat berwisata atau acara keluarga lainnya.

Advertisement

3. Bagilah Mimpimu dengan Mereka yang Sepaham, Ajak Bekerja Sama

Bekerja sama dengan anggota keluarga untuk pemotretan produk, pengalaman baru yang seru!

Bekerja sama dengan anggota keluarga untuk pemotretan produk, pengalaman baru yang seru! via https://www.instagram.com

Kendala waktu adalah rintangan terbesar yang saya hadapi selama meraih mimpi menjadi pengusaha kuliner. Saya harus bisa membagi waktu antara pekerjaan kantor, urusan rumah tangga, dan mengurusi penjualan.

Sistem pendukung harus dibentuk agar semua urusan teratasi. Keluarga adalah pendukung utama agar #BeraniWujudkanMimpi. Saya membagi mimpi saya dengan suami dan anak-anak. Syukurlah mereka sangat mendukung. Kami bekerja sama sekeluarga demi kesuksesan bisnis kuliner dari rumah.

Ada yang membantu di bidang produksi, membantu berbelanja bahan, dan ada yang khusus mengurusi pemasaran. Dukungan keluarga sangat berarti, tidak saja secara materiil namun secara moral mampu meningkatkan semangat hingga ke level tertinggi.

4. Harus Keluar Modal? Bangun Support System yang Handal

Harus berani keluar modal demi mewujudkan impian. Yuk hitung-hitung

Harus berani keluar modal demi mewujudkan impian. Yuk hitung-hitung via https://www.pexels.com

Tidak bisa dipungkiri, permodalan menjadi komponen yang penting dalam membangun usaha kuliner rumahan. Niat yang kuat tanpa usaha tak akan berhasil, begitu pula usaha keras seringkali terbentur pada masalah biaya. Harus ada yang dikorbankan demi sebuah impian, kan?

Saya memakai uang tabungan untuk permodalan awal. Uang hasil penjualan harus dipisahkan dari uang rumah tangga agar pengeluaran dan pemasukan lebih terkontrol, serta lebih terlihat laba rugi usaha. Modal yang lebih besar saya perlukan untuk membeli pelumat daging dan freezer box karena kebetulan usaha saya adalah makanan beku.

Untungnya saya terdaftar dalam komunitas UMKM di wilayah saya, sehingga mendapat bantuan pemerintah melalui Bank Rakyat Indonesia (BRI). Selain itu, banyak fasilitas perbankan yang memudahkan pelaku UMKM untuk mendapat bantuan modal, di antaranya Kredit Usaha Rakyat atau Kupedes dari BRI.

Ada pula BRI Syariah untuk yang memilih skema pinjaman mikro dengan akad jual-beli (Murbahah). Saran saya, gunakan fasilitas pembiayaan atau pinjaman dari bank pemerintah yang terpercaya.

5. Ikut Komunitas, Ikut Pelatihan, Jangan Gengsi untuk Bertanya pada Mereka yang Lebih Berpengalaman

Suasana saat belajar pemasaran dipandu oleh Dinas Koperasi dan UMKM

Suasana saat belajar pemasaran dipandu oleh Dinas Koperasi dan UMKM via http://www.cahayanovi.com

Untuk meraih impian menjadi pengusaha kuliner yang sukses, dibutuhkan lebih dari kemampuan finansial untuk bertahan dan berkembang. Oleh karenanya kita perlu terus belajar dan belajar. Tetap percaya diri pada kemampuan namun sekaligus rendah hati untuk menerima masukan atau tambahan ilmu.

Menurut saya, bergabung dalam suatu komunitas sangat bermanfaat. Misalnya komunitas pelaku UMKM atau wirausaha. Berilah ruang untuk menerima ilmu-ilmu baru dan jangan gengsi untuk bertanya pada mereka yang lebih berpengalaman.

Saat ini perjalanan menuju impian menjadi pengusaha kuliner, ibarat bayi yang sedang belajar berjalan. Ada kepuasan tersendiri saat pelanggan menyukai produk saya. Rasa puas yang sulit dibandingkan dengan pencapaian prestasi untuk perusahaan.

Impian boleh banyak, bisa pula random, namun usahakan fokus pada satu yang terbesar. Satu mimpi yang terpenting dan yang paling rasional. Lalu kejar dan tangkap sampai dapat.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

CLOSE