Setiap orang pasti memiliki cerita cinta, ntah itu indah atau sebaliknya malah menyakitkan untuk dikenang. Bermimpi tentang cerita cinta yang indah bak romansa film adalah khayalan semua insan yang saling mencintai.

Memang kenyataan tidak semulus cerita film atau sinetron yang bisa kita atur skenario hingga membentuk ending yang sempurna, karena di kehidupan nyata seindah apapun kita bermimpi, sejauh apapun kita melangkah, dan seberat apapun kita berjuang demi cinta kalo Tuhan berkata “Tidak” maka semua harapan itu tidak pernah terjadi begitu juga sebaliknya.

Ketika Tuhan berkata “Tidak” atas mimpimu bukan berarti semua menjadi kepingan debu yang tiada bermakna, memang sangat sulit untuk berdamai dengan mimpi khususnya cerita cinta yang kita dambakan apalagi mengikhlaskan segala bentuk perjuangan yang kita lakukan demi mewujudkan cerita cinta yang tak biasa.

Mengikhlaskan pengorbanan cinta adalah salah satu point yang sulit untuk kita coret dari perjalanan kisah cinta karena waktu yang bergulir setiap harinya menciptakan segala bentuk cerita yang tersimpan abadi selama partikel-partikel oksigen masih bisa kita rasakan.

Mengikhlaskan “cerita cintamu” yang tidak sesuai dengan mimpi dan harapan harus kita lakukan demi berdamai dengan hati kita, bukanlah ikhlas adalah senyawa partikel yang akan menetramkan hati kita?

Tuhan adalah pemilik skenario dunia ini, segala apapun yang terjadi dan menjadi takdir kita adalah skenario terbaik buat hambanya yang mau berfikir. Tuhan akan memberikan apa yang kita butuhkan bukan apa yang kita inginkan, selama kita percaya akan ada hikmah dibalik semua peristiwa maka semakin cepat kedamaian hati menyebar ke seluruh sendi dan rongga hingga kita bisa berdamai dengan semua takdir sang Illahi.

1. Cerita Cinta Setiap Insan Sudah Pasti Berbeda, Bisa Berakhir Indah atau Malah Menyakitkan

Di keseharian kita begitu banyak cerita cinta yang kita baca, lihat ataupun kita dengar dari orang-orang sekeliling kita, ada yang berakhir dengan air mata dan ada yang mencapai singgasana pelaminan dengan simpul yang merekah.

Advertisement

Bagi kita yang bermimpi mendapatkan cerita cinta yang indah dan mencapai singgasana terindah setelah proses yang berliku-liku kita lalui bersama dengan orang kita yang cintai dan mencintai kita.

Menjalani sesuatu dengan proses yang sulit, sama-sama berjuang untuk bisa bersatu dengan cinta dan akhirnya bersanding di pelaminan adalah harapan semua orang yang mencintai dan fenomena itu adalah kebahagiaan yang tak bisa diukur ketika mimpi dan kenyataan berbanding lurus dengan apa yang kita rencanakan.

Namun ketika mimpi dan kenyataan tidak berbanding lurus dan meninggalkan ukiran yang tak bisa dihapus, pasti kita merasakan yang namanya perih dan luka, ketika kita berjuang untuk mewujudkan cerita cinta yang indah namun harus pupus karena ternyata orang yang kita cintai justru mundur perlahan meninggalkan jejak tanpa permisi, perih memang karena kumpulan pengorbanan yang kita lakukan justru tak pernah berarti apa-apa.

Advertisement

Berdamailah dengan mimpimu dan cerita cintamu dan maafkanlah demi kedamaian hatimu, toh Allah punya skenario yang lebih baik untukmu, yakinlah :).

2. Melakukan Hal Terbaik Dalam Hidup Membuat Kita Tidak Akan Pernah Menyesal

tidak pernah menyesal via https://www.google.co.id

Berjuang dan pernah melakukan hal terbaik demi cinta adalah dasar keputusan yang membuat kita yakin dengan sepenuh jiwa bahwa keputusan yang akan kita ambil tidak akan menimbulkan penyesalan di kemudian hari.

Aku tak hanya bermimpi tentang cerita cinta yang indah, tapi demi mimpi itu aku berusaha mewujudkannya tahap demi tahap menjejaki terjalan awan hitam yang bisa saja menggunung.

Berusaha dan melakukan hal sebisa kita demi mewujudkan mimpi adalah sebuah bentuk perjuangan dan pengorbanan, walaupun realitanya mimpi itu juga tidak terwujud setidaknya aku sudah melakukan hal terbaik yang bisa aku lakukan. Memang pada awalnya akan berasa rapuh dan melebur bersama arang, karena kita merasakan apa yang sudah kita lakukan melewati buih waktu dan bencengkrama dengan alam menjadi sia-sia seperti mengukir kata di atas pasir namun dengan sekejab riak gelombang menyapunya dengan begitu cepat.

Waktu pun terus melaju dan ternyata Tuhan membuktikan bahwa akan ada hikmah yang luar biasa kita dapatkan jika kita menyelami setiap makna yang tersirat, yah setidaknya aku sudah berjuang sampai pada titik didih tertinggi dan walaupun cerita cinta itu tidak terwujud, aku telah melakukan hal terbaik dan itu tidak pernah aku sesali di kemudian hari, justru aku berterima kasih kepada Tuhan yang menyadarkanku bahwa mimpi indahku bukan yang terbaik untukku, karena aku yakin Tuhan telah menyiapkan mimpi yang jauh lebih indah dari mimpiku 🙂

3. Keinginan dan Kebutuhan adalah Dua Hal yang Berbeda

want n need via https://www.google.co.id

Terkadang kita sering terjebak dengan yang namanya "keinginan" dan "kebutuhan", dalam bermimpi tentang cerita cinta dua hal tersebut jelaslah berbeda penempatannya. Keinginan lebih bersifat harapan dan angan-angan yang bisa jadi itu bukan menjadi kebutuhan kita. Sedangkan kebutuhan adalah bersifat mutlak yang sangat diperlukan dalam menjalani kehidupan.

Telusuri mimpimu tentang cinta apakah ia terukir dalam sebuah "keinginan" atau "kebutuhan" karena yang namanya "keinginan" terkadang tidak menyembatani "kebutuhan", keinginan bersifat semu dan akan menjadi bumerang ketika keinginan berhasil kita dapatkan namun pada akhirnya kita terjebak di dimensinya setelah kita tahu bahwa itu bukan yang kita butuhkan

Kebutuhan laksana dahaga kering yang mencari butiran air untuk melembabkan kerongkongan yang haus untuk mengaliri seluruh sendi-sendi darah. Lain halnya dengan keinginan laksana menginginkan permata dan berlian namun nyatanya setelah didapat justru tak pernah digunakan dan hanya sebagai koleksi peti.

Berdamai dengan keinginan adalah salah satu bagaimana caranya merangkul kata “ikhlas” dan mengerti serta memahami apa yang kamu butuhkan demi memeluk rasa cinta dan menyongsong hari baru dan menua bersama 🙂

4. Partikel Cerita Lalu Akan Menguatkanmu dan Memberikan Senyawa Pembelajaran yang Baik Untuk Menata Roda Kedepannya

partikel cinta via https://www.google.co.id

Tidak ada manusia yang sempurna dan pengalaman adalah media pembelajaran paling berharga dalam proses kehidupan yang terus melaju.

Berdamai dengan cerita cinta yang telah terlewati akan menuai proses kedewasaan jika kita mampu memaknai dan menyelami dari setiap bagian kisahnya. Pembelajaran dan metamorphosis waktu justru akan membuat pribadi kita lebih belajar dalam pengendalian diri dan berusaha menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Pecayalah bahwa peningkatan kualitas diri tentu akan mendatangkan imam yang lebih baik lagi karena jodoh adalah cerminan dari diri.

Jadi aku berterima kasih untuk cerita cinta yang pernah terukir karena dari semua kisahnya aku belajar tentang sabar dan ikhlas yang aku rangkul dalam setiap langkah hidupku dan aku akan terus memperbaiki kualitas diri untuk kisah yang baru yang Tuhan takdirkan untukku

5. Berdamai Dengan Masa Lalu Demi Menyongsong Hari Baru

Masa lalu adalah senyawa yang tidak pernah bisa dihapus sekalipun kita berusaha menghilangkannya dari setiap ruas jejak. Berusaha melupakan justru akan membuat kita semakin tidak bisa menerima kenyataan dan membuat kata "ikhlas" begitu amat sukar untuk direalisasikan.

"Berdamai dengan masa lalu" adalah hal yang harus dilakukan demi menyongsong hari baru. Mulailah dengan
"menerima" apapun keadaan yang berlalu, lalu diiringi dengan "keikhlasan" atas pengorbanan yang kita lakukan kemudian yakinlah bahwa Tuhan telah menyiapkan takdir terbaik atas apa yang telah terjadi di masa silam.

"Tuhan akan memberikan apa yang kita butuhkan, bukan apa yang kita inginkan". Apapun yang kita inginkan belum tentu baik untuk kita dan belum tentu yang kita inginkan itu adalah hal yang kita butuhkan, karena kebutuhan dan keinginan adalah dua hal yang berbeda. Tuhan itu Maha Mengetahui, dan sudah sepatutnya kita sebagai manusia menerima dengan lapang apapun takdir Tuhan karena Tuhan tidak pernah keliru memberikan takdir bagi setiap hambaNya.

Mari berdamai dengan masa lalu demi menyongsong hari baru dan membuka kisah penutup dengan sajian yang teristimewa 🙂

"Tuhan adalah pemilik skenario Semesta dan jika kita tidak mendapatkan apa yang kita inginkan, itu dikarenakan karena Tuhan lebih menyayangi kita dan seharusnya kita harus bersyukur dari setiap kejadian karena Tuhan memberikan apa yang kita butuhkan bukan apa yang kita inginkan"

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya