Layaknya sebuah kapal yang berlabuh, menepi di pinggir pantai atau menyandarkan diri ke dermaga. Diam terpaku menanti kapal yang lain yang hendak bertemu. Waktunya pun akan habis, hingga mesin tak layak menyala, pondasi yang semakin rapuh, atau warna yang tak lagi elok dipandang oleh mata. Aku tak mau seperti itu. Aku ingin bertarung dengan kapalku yang luar biasa kokoh untuk bertarung mengarungi lautan dan ombak, hingga aku menemukan dimana hatiku harus berlabuh, yaitu kamu. Tapi layakkah diriku yang apa adanya untuk mendapatkan kamu yang kuharap seorang yang luar biasa mengisi hatiku? Apakah yang perlu kupersiapkan?

1. Pondasi yang kokoh

Confident via http://tinybuddha.com

Layaknya membangun sebuah kapal yang besar atau yang kecil yang siap bertarung ke lautan yang luas. Apa yang pertama kasih kita persiapkan? Pondasi yang kokoh. Pondasi menjadi akar penentu apakah kapal pantas untuk dikatakan seorang petarung. Demikian pula dengan kamu wahai para pecinta. Sebelum berlayar jauh, bangun terlebih dahulu kepercayaan dirimu.

Advertisement

Aku membisikkan kepada telingaku dan hatiku harus mengikat rasa percaya itu: "Aku pantas mendapatkan seorang yang terbaik, maka itu aku juga pantas bertarung untuk mewujudkan inginku itu"

Semua orang layak mendapatkan sosok yang baik. Tapi, terbih dahulu layakkan dirimu untuk bisa mendapatkan hal itu. Percaya diri bawa kamu bisa berusaha mendapatkannya.

2. Berjuang melawan ombak

Kalau kamu yang suka berlayar, jangan pernah mengharap bahwa ombak tak akan pernah datang mengampiri dan mengguncang kapal yang sedang melewatinya. Jika ombak diibaratkan sebuah masalah. Maka, masalah tidak akan pernah diam ketika kita ingin berjuang. Berjuanglah melawan ombak yang pasti akan menghampirimu. Jika kita membiarkan diri untuk terbawa ombak/ masalah tersebut, maka ia akan semena-mena membawa kita ke mana dia mengarah walau tujuan kita bukan ke arah itu.

Advertisement

Masalah bukan untuk ditakuti, tapi untuk diselesaikan dan dilewati.

3. Alat Navigasi

Alat navigasi dalam dunia pelayaran merupakan alat yang digunakan untuk mengarahkan kemana kapal harus berlayar. Demikian pula untuk kamu yang hendak berjuang. Semua orang tentunya memiliki hati, tapi tak semua orang menggunakannya dengan baik. Ada banyak orang berjuang mendapatkan orang lain hanya untuk melampiaskan kearoganan dirinya bahwa aku hebat bisa mendapatkan dia, hawa nafsu, atau mencoba-coba. Gunakan alat navigasimu, hatimu dengan baik dan tulus untuk mengetahui kemana arah kamu harus berlayar. Hati yang baik dan tulus akan mengarah pada sesuatu yang baik pula.

Jika ada waktu untuk berjuang, aku akan mencari dan mencintaimu dengan ketulusan hatiku.

4. Mesin yang Hebat

Kapal tak akan kuat untuk berlayar jika ia memiliki mesin yang mudah mati atau panas sehingga akan berhenti di lautan yang luas dan dirubuhkan oleh ombak yang besar. Semua yang kamu persiapkan dan miliki akan sia-sia ketika kamu tidak bisa menggunakan akal dan pikiran dengan baik.

Siapa di antara kamu yang ingin memiliki seseorang yang pintar? Tentu semua kalian berkata 'ya, tentu saja'. Semua orang layak mendapatkan seseorang yang pintar, tapi seseorang yang pintar tak akan mau menghabiskan waktunya untuk seseorang yang tak sama dengan dirinya, yaitu pintar. Mesin diibaratkan sebuah otak. Mesin yang kuat adalah otak yang cemerlang/ pintar. Pintar yang bagaimanakah yang dimaksud? Pintar pantas dinobatkan oleh seseorang yang berusaha semaksimal mungkin untuk menjadi seorang yang baik dan dikagumi.

Jika kamu masih duduk di bangku sekolah atau perkuliahan, maka dari sekarang persiapkan dirimu untuk semakin giat belajar hingga kamu mendapatkan nilai yang mengagumkan, aktif dalam berbagai organisasi atau kegiatan ataupun perlombaan yang bisa memperindah image dirimu. Untuk kamu yang telah berkecimpung dalam dunia kerja, bekerja lah dengan baik. Mari mulai menarik hati atasan dengan berbagai prestasi dan hasil kerja yang maskimal atau berusaha lebih keras untuk membangun usaha yang kamu ciptakan.

5. Perlengkapan Kapal

Beautiful Chelsea Islan via http://pinkkorset.com

Kapal tak akan elok dipandang ataupun dihuni ketika dia tidak memiliki tempat duduk, kursi, berwarna kusam, tidak dilengkapi oleh pelampung, dan lain sebagainya. Demikian pula dengan kita. kapal ayitu diri kita sendiri tidak akan dipandang ketika kita tidak memiliki keindahan yang dilihat dari luar.

Ketika aku bertemu dengan seseorang, pertama kali aku akan menilainya melalui apa yang kulihat, yaitu penampilannya.

Tak harus putih mengkilau, tinggi, dibalut dengan busana mewah dan mahal agar kamu pantas dikatakan seseorang yang cantik/ ganteng. Mulai la menghargai kebersihan dirimu, kerapian pakaianmu ataupun dandananmu maka kamu pantas dikatakan seseorang yang cantik/ ganteng.

6. Pantai atau dermaga tujuan

Ketika kamu sudah jauh berlayar dan berjuang melewati luasnya lautan, maka kamu akan dipertemukan dengan banyak pilihan dermaga untukmu bersandar ataupun pantai tempatmu bertepi. Ketika kamu telah berjuang menjadi seseorang yang terbaik, maka kamu akan disandingkan dengan banyak orang yang baik pula. Namun, di sinilah banyak orang yang terjebak oleh hamparan pilihan yang ada. Mencoba satu persatu untuk menguji mana yang baik, hingga akhirnya tidak bisa kembali kemana tempat sebleumnya yang dirasa paling tepat di hati.

Berlayarlah jauh, pilihlah satu hati untuk berlabuh, dan nikmati bukan dengan hati yang mudah rapuh.

Seseorang yang setia akan berjuang dengan tempat yang telah dipilih.

Ingin mencintai dan mendapatkan orang yang baik? Maka layakkan terlebih dahulu dirimu akan hal itu.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya