Bingung Menentukan Cara Tepat Mengatur Keuangan Ala Generasi Geprek? Alami Punya Solusinya

Belakangan ini banyak banget istilah-istilah baru bermunculan yang digunakan generasi muda untuk menamai kondisi beban keuangannya. Mulai dari generasi sandwich, geprek sampai strawberry.

Dari ketiga generasi tersebut, generasi geprek merupakan generasi yang seringkali ditemui d tengah-tengah masyarakat Indonesia saat ini. Mungkin Sobat Hipwee tidak asing dengan istilah generasi geprek? Sebuah istilah yang menandakan kondisi di mana seseorang terhimpit antara orangtua dan anak atau saudaranya yang mana ia bertanggung jawab untuk membiayai keduanya sementara penghasilannya tergolong rendah dan penuh social pressure. Sederhananya, gaji sebatas UMR tetapi beban di pundak ada orangtua dan anak atau sanak saudara. Apakah SoHip termasuk?

Untuk mensiasati kondisi generasi geprek ini, ada sejumlah money hacks yang bisa banget diterapkan. Apa saja? Keep scrolling, ya!

ADVERTISEMENTS

1. Financial Planning

Foto oleh Karolina Grabowska

Foto oleh Karolina Grabowska via https://www.pexels.com

Teruntuk Sobat Hipwee yang tergolong generasi geprek, tidak ada salahnya melakukan financial planning atau perencanaan keuangan meski penghasilan masih pas-pasan. Financial planning sendiri adalah bentuk penghargaan atas kerja keras kita selama bekerja.

Dengan adanya financial planning, SoHip bisa lebih tahu akan dialokasikan ke mana saja penghasilan selama satu bulan. Sehingga SoHip bisa memutuskan berapa persen yang akan disimpan untuk dana darurat atau mungkin tabungan.

Keberadaan financial planning ini membuat kita bisa lebih aware terhadap keuangan kita sendiri serta lebih dapat menghargai jerih payah yang telah kita lakukan. Namun, bukan berarti financial planning mengungkung kita untuk tidak bebas bergerak. Salah. Adanya financial planning membikin hidup kita lebih tertata dan menggapai bahagia dengan cara sederhana.

ADVERTISEMENTS

2. Budgeting

Foto oleh Karolina Grabowska

Foto oleh Karolina Grabowska via https://www.pexels.com

Selain financial planning, Sobat Hipwee juga harus paham tentang budgeting atau pembiayaan. Ini adalah cara mengalokasikan dana per-bulan. Caranya, tentukan tiga skala di antaranya kewajiban, kebutuhan dan self-reward. Kewajiban adalah poin yang harus disegerakan pembayarannya misal bagian untuk orangtua dan atau biaya sekolah anak atau saudara. Selebihnya masuk ke skala prioritas kedua yakni kebutuhan.

Kebutuhan merupakan bagian sehari-hari misal belanja dapur alias makan. Dalam menentukan jumlah alokasi yang dikeluarkan untuk makan, SoHip harus mampu mengendalikan diri sebab pada skala ini besar kecil pengeluaran kebutuhan dalam kendali SoHip. Jika SoHip ingin berhemat maka bisa melewatkan makan di luar dengan cara memasak atau membawa bekal ke kantor.

Skala prioritas selanjutnya yaitu self-reward atau jajan untuk diri sendiri. Untuk skala prioritas satu ini bergantung pada Sobat Hipwee. Jika SoHip merasa tidak memerlukan budgeting untuk jajan, maka bisa banget dialokasikan ke dana darurat atau saving.

ADVERTISEMENTS

3. Explore side job(s)

Foto oleh Andrea Piacquadio

Foto oleh Andrea Piacquadio via https://www.pexels.com

Tergolong dalam generasi geprek bukan berarti Sobat Hipwee menerima begitu saja keadaan. SoHip tetap bisa menambah penghasilan kok dengan cara explore side job(s) alias mencari penghasilan tambahan.

Ada banyak cara menambah penghasilan seperti berjualan offline maupun online atau membuka jasa layanan. Pastikan bahwa pekerjaan tambahan tersebut sesuai kemampuan SoHip ya. Dan terpenting, waktunya fleksibel alias bisa dilakukan kapanpun dan di manapun. Satu lagi nih, jangan sampai side job(s) yang dijalani mengganggu profesi utama Sobat Hipwee atau malah membuat SoHip resign dari pekerjaan utama. Dengan kata lain, pastikan profesi utama dan side job SoHip dapat seiring dan sejalan.

ADVERTISEMENTS

4. Saving

Foto oleh Yan Krukov

Foto oleh Yan Krukov via https://www.pexels.com

Penghasilan pas-pasan bukan berarti Sobat Hipwee tidak bisa menabung. SoHip harus bisa menyisihkan paling tidak 5-10% penghasilan per bulan untuk tabungan. Rasanya mungkin mustahil, tapi di mana ada usaha pasti SoHip bisa.

Kalau sekarang dirasa masih sulit, SoHip bisa memulai untuk berhemat di setiap skala prioritas yang SoHip buat kecuali skala prioritas kewajiban—orangtua dan anak atau saudara. Misal, menekan pengeluaran untuk makan dan jajan dengan cara membawa bekal dari rumah dan membawa sendiri air minum alih-alih membeli air kemasan dan sebagainya. Awalnya mungkin sulit, namun, money hacks satu ini sangat baik untuk masa depan kita.

ADVERTISEMENTS

5. Investing

Foto oleh Anna Nekrashevich

Foto oleh Anna Nekrashevich via https://www.pexels.com

Selain saving, Sobat Hipwee bisa memulai investasi sedini mungkin. Barangkali ada yang bertanya, dari mana uang untuk investasi sementara gaji saja kecil dan sudah dipotong sana-sini. Eits, tunggu! Sobat Hipwee bisa banget mengalokasikan penghasilan dari side job(s) untuk investasi. Jadi, selain untuk ditabungkan guna masa depan, penghasilan tambahan juga bisa digunakan untuk berinvestasi.

Investasi itu bikin cuan lho. Kalau saving dananya hanya mengendap di bank, sedangkan investasi dananya akan berkembang.

Untuk Sobat Hipwee yang bingung mau memilih instrumen investasi apa dan di mana? Boleh banget nih coba instrumen investasi Peer to Peer (P2P) Lending/Funding Syariah di ALAMI Sharia . P2P Lending/Funding Syariah di Alami ini sudah berbasis OJK dan syariah atau sesuai ketentuan hukum syariah Islam. Prosesnya transparan dan pemilihan badan usaha yang akan didanaipun sudah melalui sejumlah tahap seleksi.

Nah, itulah lima money hacks ala generasi geprek yang bisa banget Sobat Hipwee adaptasi dalam kehidupan sehari-hari. Semoga bermanfaat, ya!

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

selalu ingin belajar menulis

Editor

Penikmat buku dan perjalanan