Nasib menjadi emak-emak jaman now, harus tetap ngikutin perkembangan kaum muda buat tetap eksis dan manfaat lain yang tak kalah penting kayak dapetin inspirasi tulisan misalnya.

Meski begitu bersyukur juga udah jadi emak-emak. Nggak lagi musti ngikutin pergolakan kaum muda-mudi memperebutkan pasangan, kebingungan menghadapi masa tenang alias jomblo, ataupun pusing cari cara menolak khitbah akibat pilihan orangtua yang tidak sesuai kriteria. Dan saya cukup beruntung tidak lama menjalani masa-masa itu, salah-salah bisa jadi leher saya memanjang karena harus berevolusi akibat seleksi alam.

Sempat beberapa kali ngobrol dengan teman-teman seperjuangan (seumuran). Bagaimana masing-masing dari mereka mendapat pasangan yang akhirnya menjadi partner menjalani kehidupan. Dan berikut beberapa tips buat kamu yang masih bingung, cowoknya pantas ngga buat dinyanyiin all I wanna do, is grow old with you –nya peter cetera (jaman old banget ya).

1. Dia cowok yang tidak mentingin penampilan kamu.

Betty La Fea via http://google.co.id

Ini pertama, penting, dan hakiki! Betapa banyak cowok yang sudah terlalu mainstream ikut nyinyirin penampilan kaum hawa. Entah masalah rambut kusut, baju tidak match sampai masalah alis yang ngga balance. Hoi, Ini bukan tentang neraca yang harus balance di debit dan kreditnya. Tapi, bukan berarti kita sebagai cewek jadi ngasal dalam hal penampilan.


At least saat kita memiliki kekurangan nyata, dan cowok kamu tidak mempermasalahkan ini step pertama buat mengkategorikan dia masuk dalam list calon suami kamu.


2. Dia konsisten dari awal PDKT sampai kamu menjalani hubungan serius

Vin Diesel via http://google.co.id

Advertisement

Sebenarnya kategori ini cukup sulit. Mana ada si cowo yang ngga manis diawal? Faktanya ada cowok yang mendekati cewek hanya karena penasaran. Habitat kayak gini biasanya berubah drastis setelah kalian jadian, lebih-lebih yang gaya pacarannya udah jauh. Pikirin beribu kali buat ngasih “sesuatu” ke cowok kamu. Dengan status kalian yang belum legal, dia bisa kabur kapan aja.

Kalau ada yang mendekati kamu dengan cara yang tidak berlebihan, bisa kamu pertimbangkan. Karena bisa jadi sebenarnya dia tipe konsisten. Memandang dan memperlakukanmu dengan cara yang sama, atau justru biasanya setelah menjadi pasangan sah akan lebih perhatian dibanding sebelumnya.

3. Membiarkan kamu memiliki "dunia" sendiri dan gak mengekang

Kak Al via http://gemala.me

Sangat heran dengan gaya pacaran zaman now, seolah semua harus serba terbuka dan minim privasi. Dari mulai laporan berkala aktivitas, harus buka-bukaan semua password media sosial.


Setiap orang butuh privasi guys.


Terbuka baik, tetapi tidak berlebihan. Jadi harus timbal balik. Kamu menghargai privasi pasangan, dia pun harus bersikap demikian. Dan ingat, ketika cowok ngelakuin hal ini, bukan berarti dia tidak sayang. Justru dia merasa yakin pada hubungan yang kalian jalani

4. Tidak gampang curiga dan mengerti kondisi kamu

Curiga, cemburu, atau kondisi semacamnya sangat lumrah. Hanya saja jika kita telisik kembali, kecurigaan dan kecemburuan sebenarnya adalah hal yang merugikan diri sendiri. Gimana enggak? Waktu, pemikiran, dan perasaan yang semestinya dapat dipergunakan untuk hal yang lebih bermanfaat akhirnya harus tersita dengan prasangka yang belum tentu benar adanya.

Ketika rasa kepercayaan kalian sudah tumbuh besar, maka kalian akan lebih mengerti kondisi masing-masing.


Dan tidak ada yang lebih membahagiakan diantara pasangan melainkan mengerti satu sama lain.


5. Dia mengajakmu berpikir sehingga tidak melulu soal perasaan

Berpikir via http://google.co.id

Kita sudah terlalu terkooptasi dengan sesat pikir bahwa perempuan akan selalu mengedepankan perasaan. Iya begitu, tapi kita juga bisa bersikap logis kok. Jika pasanganmu terlalu memanjakan “perasaanmu”, hubungan kalian patut untuk dievaluasi kembali. Karena kedepan, sebuah hubungan akan lebih banyak dilandasi oleh pemikiran.


Jika cowok kamu mengajakmu berpikir dan bertindak logis, bisa jadi ia sedang merancang masa depan kalian.


Dan kamu patut bersyukur atas hal ini, karena itu berarti dia selangkah lebih unggul dalam mendekati kedewasaan.

Itu tadi lima kriteria cowok yang pantas untuk diperjuangkan menurut saya. Memang jodoh hak prerogatif Tuhan, sering kedatangannya tidak bisa dinalar. Sedangkan kriteria diatas merupakan bentuk ikhtiar. Sebagai pribadi yang memang memiliki kewajiban buat memperbaiki diri secara terus menerus, begitu pula dengan calon pasangan kita.