Membuat suatu anggaran keluarga itu gampang-gampang susah, apalagi jika kamu baru menikah. Bagi kamu yang baru menikah pastinya mendengar kata anggaran terkesan susah. Padahal, setiap keluarga sadar atau tidak, sudah melakukannya dengan rutin setiap bulan seiring dengan adanya pemasukan baik dari suami maupun istri yang bekerja, serta kebutuhan hidup kamu.

Nah, sebenarnya setiap keluarga sudah terbiasa membuat anggaran. Sampai ketika saat mengalami defisit keluarga terus-terusan sehingga harus berutang kepada pihak lain. Masalah ini sebenarnya dapat kamu atasi apabila keluarga kamu membuat anggaran secara disiplin dan konsisten untuk menerapkannya. Karena ternyata anggaran sebuah keluarga merupakan kunci salah satu strategi yang sangat penting dalam mengelola keuangan rumah tangga.

Tujuan dibuatnya anggaran keluarga ini adalah untuk mengetahui berapa pemasukan kamu dan mengetahui pengeluaran kamu dalam satu bulan ataupun periode tertentu. Sehingga keluarga kecil kamu dapat menelusuri kebiasaan-kebiasaan dalam membelanjakan uang. Membuat anggaran keluarga bukan berarti harus membatasi diri untuk menjadi seorang yang pelit namun lebih untuk melatih diri dalam mengeluarkan uang dengan cara yang lebih baik, bijak serta cerdas. Sehingga kamu dapat menyisihkan sebagian pendapatan untuk ditabung ataupaun diinvestasikan dalam bentuk yang lain.

Hal utama yang harus kamu lakukan untuk keluarga kecil kamu adalah dengan mencatat pemasukan dan pengeluaran keluarga. Contohnya, dari penghasilan gaji antara suami,istri dan penghasilan lain-lain (bunga deposito, dividen, sewa rumah dan lain-lain) serta mengetahui pengeluaran keluarga seperti kebutuhan hidup baik itu makan, listrik, telepon, asuransi, cicilan kartu kredit.

Selanjutnya kamu dapat melakukan pengelompokkan pemasukan dan pengeluaran contohnya, untuk pengeluaran dapat dibagi menjadi tiga bagian yaitu yang paling utama, seperti kredit mobil, kredit rumah, asuransi dan kartu kredit. Kedua, pengluaran yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari contohnya, listrik, telepon, makan, transport, pakaian. Ketiga, pengeluaran yang berkaitan dengan hobi, nonton film, liburan, dan membeli barang-barang tertentu.

Setelah kamu mengetahui pemasukan dan pengeluaran selanjutnya cobalah untuk lebih disiplin dalam mencatat tersebut sehingga kamu dapat mengetahui secara jelas pola pemasukan dan pemasukan uang kamu. Untuk di awal-awal mungkin memberatkan namun, jika sudah terbiasa pasti akan lebih mudah.

Ilmu ini sangat cocok bagi kamu yang sedang atau ingin memulai usaha, (baca: 150 Ide dan Inspirasi untuk Memulai Usaha)  apa-apa yang ada di sini adalah ilmu dasar yang wajib untuk dikuasai.

 

1. Mencatat Pendapatan

Rajin dan telaten mencatat pendapatan

Rajin dan telaten mencatat pendapatan via http://divyapahwa.wordpress.com

Pendapatan keluarga biasanya yang bekerja dan menerima penghasilan rutin berupa gaji bulanan dan bonus di akhir tahun. Untuk gaji bulanan mungkin tidak akan membingungkan pada saat menghiitungnya namun untuk bonus terkadang agak merepotkan.

Salah satu cara untuk mengatasi itu adalah dengan melihat bonus-bonus pada masa yang lalu kemudian kamu bagi 12 bulan, sehingga kamu dapat menghitung pendapat bonus perbulan. Untuk contoh kasus di atas, bonus tahun lalu misalkan kamu peroleh sekitar Rp.3.000.000 setahun. Maka 3.000.000 / 12 bulan, maka satu bulan menjadi Rp.250.000 bonus satu bulannya.

2. Mencatat Pengeluaran

Pengeluaran jangan disepelekan

Pengeluaran jangan disepelekan via http://burnsmcdmedia.com

Pengeluaran yang telah kamu kelompokkan menjadi tiga bagian akan memudahkan kamu untuk menulusuri pengeluaran apa saja yang terjadi selama satu bulan. Nah, akan lebih baik jika kamu mencatat pengeluaran tersebut di buku bank, contohnya pengeluaran listrik, telepon, PBB, setoran untuk tabungan.

Bisa juga kamu membuat tabungan khusus untuk pengeluaran bulanan sehingga dapat memudahkan kamu untuk menulusurinya dan pastinya kamu juga harus memperhatikan biaya administrasi bulanan tabungan tersebut.

3. Total Pendapatan dan Pengeluaran Bulanan

Mencatat omzet

Mencatat omzet via http://newstalk770.com

Jumlahkan semua pendapatan dan pengeluaran kamu lalu bandingan antara pendapatan dan pengeluaran. Jika pendapatan lebih besar maka akan terjadi surplus begitu juga pada pengeluaran jika sebaliknya maka akan terjadi defisit.

4. Pelajari Daftar yang Kamu Buat

Terus belajar tanpa lelah

Terus belajar tanpa lelah via http://medicaldaily.com

Dengan mempelajadi kembali pencatatan pendapatan dan pengeluaran yang telah kamu buat maka kamu akan mengetahui:

Pengeluaran apa yang dapat dikurangi?

Apakah ada kelebihan dana-dana lain?

Apakah hutang kamu dapat dilunasi lebih cepat?

Sehingga nantinya kamu dapat menempatkan kembali kelebihan dana yang ada dalam bentuk investasi lainnya.

5. Kenali dan Telusuri Pengeluaran Kamu

Membaca semuanya secara detail

Membaca semuanya secara detail via http://workinentertainment.com

Dengan mengenali dan selalu menelusuri pengeluaran kamu, maka akan semakin baik dalam mencatat anggaran, karena bisa jadi nantinya akan ada bentuk pengeluaran lain. Jika memungkinkan simpanlah tanda terima pengeluaran kamu.

6. Membandingkan Setiap Data

Membaca data bulan lalu dan bulan ini

Membaca data bulan lalu dan bulan ini via http://itaaustralia.wordpress.com

Ketika anggaran keluarga sudah terbentuk dan menjadi sebuah kebiasaan maka kamu dapat membandingkan dengan kebiasaan sebelumnya tentu akan ada suatu kepuasan tersendiri bagi kamu. Karena segala sesuatu dapat menjadi terstruktur dengan rapi.

Akan lebih bagus lagi jika kamu dapat mengembangkan dana yang ada dengan berinvestasi di produk-produk keuangan yang dapat memberikan return yang lebih baik.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya