Peru merupakan salah satu negara bebas visa bagi pemegang paspor Indonesia. Sayangnya, jarak yang jauh dari Indonesia serta kurs rupiah yang termasuk lemah (1 PEN/Peruvian soles = sekitar 4.300 IDR) membuat jarang orang Indonesia yang pergi ke sana. Destinasi utama di Peru adalah Machu Picchu (MP), reruntuhan bangunan peninggalan Suku Inka. Selain itu bekas-bekas Suku Inka ini juga tersebar di sekitar Cusco.

Melanjutkan studi di Amerika Serikat (AS) membuatku tak melewatkan kesempatan untuk jalan-jalan ke Peru walaupun harus rajin nabung dan berhemat.

1. Waktu Terbaik

Cuaca cerah akan mendukung foto yang paripurna

Cuaca cerah akan mendukung foto yang paripurna via https://iifhaniffa.wordpress.com

Peru terletak di belahan bumi selatan, hampir dekat dengan khatulistiwa. Kalau ditarik garis horizontal dari Lima ke arah barat, kurang lebih akan melewati Kupang. Jadi bisa dibilang Peru mempunyai siklus musim yang sama dengan Indonesia, yaitu hujan di bulan Oktober-April dan kemarau di bulan April-Oktober. Musim kemarau menjadi waktu terbaik untuk berkunjung ke Peru. Selain itu, tanggal 24 Juni terdapat Festival of the Sun (Inti Raymi) yang sangat meriah di Cusco, Peru.

2. Persiapan dan Itinerary

Cukup buat seminggu

Cukup buat seminggu via https://iifhaniffa.wordpress.com

Persiapan ke MP kurang lebih sama seperti akan mendaki gunung.

Advertisement
  • Persiapan fisik jelas sangat dibutuhkan karena kalian akan banyak hiking selama di Cusco maupun MP, terlebih reruntuhan Suku Inka tsb berada di Pegunungan Andes. Selain itu, badan yang fit akan mengurangi resiko terkena altitude sickness karena Cusco berada di ketinggian 3.400 mdpl.
  • Koper vs carrier? Carrier karena lebih praktis (walaupun lebih melelahkan) terutama ketika jalan-jalan keluar bandara menunggu transit. Selain itu, bawa backpack/tas yang lebih kecil.
  • Colokan universal karena colokan di Peru mirip colokan di AS, yaitu dua kotak parallel.
  • Sunscreen, sunblock, petroleum jelly, lip balm adalah barang wajib untuk dibawa. Kombinasi siang yang panas dan malam yang sangat dingin rentan membuat kulitmu kering.
  • Suhu di Cusco sekitar 0-20C, sehingga persiapkan baju hangat. Jika kalian berencana membeli sweater di sana, belilah di hari pertama tiba di Cusco sehingga kalian tidak perlu bawa dari rumah. Selain itu kalian bisa foto cantik Machu Picchu dengan sweater atau poncho khas Peru.
  • Jika kartu ATM kalian tidak bisa digunakan secara internasional, bawalah uang tunai yang cukup dan tukarkan di sana. Hostel dan tiket bisa dibayar dengan USD/kartu kredit/kartu debit.
  • Wind breaker jacket dan jas hujan sebaiknya dibawa kalau punya, terutama jika datang saat musim hujan.
  • Pelindung matahari (sunglasses, topi, dll) wajib dibawa karena matahari di daerah pegunungan bisa lebih menyilaukan.
  • Botol minum sebenarnya tidak terlalu penting karena tidak tersedia water fountain.
  • P3K terutama untuk mengatasi altitude sickness (pusing, mual, dsb).

Ini adalah itinerary selama seminggu di Peru ditambah dengan trip singkat ke Meksiko karena transit lama.

  • Hari 1: Perjalanan Houston (AS)-Mexico City, bermalam di Mexico City.
  • Hari 2: Perjalanan Mexico City-Lima, bermalam di Miraflores, Lima.
  • Hari 3: Penerbangan pagi ke Cusco, belanja di Pasar San Pedro, city tour dari siang hingga sore.
  • Hari 4: One-day tour ke Sacred Valley.
  • Hari 5: Keliling Cusco hingga siang, ke Ollantaytambo, naik kereta ke Aguas Calientes (basecamp MP).
  • Hari 6: MP trip hingga siang, jalan-jalan sekitar Aguas Calientes di sore hari.
  • Hari 7: Naik kereta pagi ke Ollantaytambo, jalan-jalan singkat ke Plaza Ollantaytambo, ke Cusco, penerbangan Cusco-Lima, bermalam di Lima.
  • Hari 8: Jalan-jalan di taman kota Lima dan Huaca Pucllana, penerbangan ke Mexico City hingga tengah malam.
  • Hari 9: Jalan-jalan ke Teotihuacan, penerbangan Mexico City-Houston.
Advertisement

Seminggu bisa dibilang sebagai waktu minimal mengunjungi MP dan sekitarnya terlebih jika penerbangan internasional kalian cukup lama. Durasi waktu jalan-jalan juga menyesuaikan budget yang kalian punya serta destinasi yang akan kalian tuju.

3. Transportasi dan Akomodasi

Naik kereta bisa hemat tenaga

Naik kereta bisa hemat tenaga via https://iifhaniffa.wordpress.com

  • Menuju Peru

Cusco merupakan kota terakhir menuju MP dan di sana terdapat bandara bernama Alejandro Velasco Astete International Airport. Akan tetapi membeli tiket langsung ke Cusco akan sangat mahal sehingga lebih baik memilih penerbangan internasional ke Lima dan kemudian ambil penerbangan domestik Lima-Cusco.

  • Menuju dan selama di Cusco

Jarak Lima-Cusco 1.100 km. Bisa ditempuh dengan jalur darat (jika ingin murah tetapi menghabiskan 18 jam) atau dengan penerbangan selama 1,5 jam.

Opsi lainnya menikmati Lima-Cusco adalah Peru Hop yang merupakan layanan bus di mana kamu bisa turun di tempat wisata sepanjang perjalanan Lima dan Cusco (bahkan hingga Bolivia) dan tentu saja harganya jauh lebih murah dengan destinasi yang jauh lebih banyak.

Banyak tempat wisata di Cusco yang harus dikunjungi. Kalau kamu tidak bisa Bahasa Spanyol, ikut tur akan lebih mudah karena tidak perlu pusing mencari transportasi menuju objek wisata. Lumayan mahal sih, tapi bisa tenang dan aman selama perjalanan.

  • Menuju Aguas Calientes

Banyak jalan dari Cusco menuju Aguas Calientes, basecamp MP. Dari yang paling mewah yaitu kereta Hiram Bingham (475 USD/6,75 juta IDR untuk sekali jalan) hingga yang murah dengan naik bis kemudian jalan kaki. Tentu saja naik kereta lebih hemat waktu dan tenaga serta lebih aman (terutama untuk non-Spanish speakers). Ada dua operator keretanya, yaitu Peru Rail dan Inca Rail. Harga kereta bervariasi tergantung kelas dan rute. Rute termurah Cusco-MP adalah 70 USD/1 juta IDR untuk sekali jalan. Untuk menghemat, bisa ambil kereta termurah (45 USD/640 ribu IDR untuk sekali jalan) dengan rute Ollantaytambo-MP. Dari Cusco ke Ollantaytambo, bisa naik collectivo (semacam shuttle) dengan harga 10 PEN/3 USD sekali jalan.

Sebagai perbandingan, jika naik bus dari Cusco ke Santa Maria menghabiskan waktu 6 jam tetapi hanya sekitar 15 PEN/5 USD kemudian dari Santa Maria naik combi ke Santa Teresa/Hydroelectric Station kemudian dari sini ke Aguas Calientes bisa jalan kaki selama 3 jam atau naik kereta seharga 20 PEN/7 USD. Jauh lebih murah tetapi lebih lama dan melelahkan.

Walaupun lebih mahal, kalian nggak akan merasa rugi naik kereta ke Aguas Calientes. Kereta ini mempunyai panoramic windows di dinding dan atap gerbong sehingga kita bisa melihat Pegunungan Andes dengan beberapa puncaknya yang tertutup es. Kursi keretanya berhadapan dengan meja di tengahnya. Perjalanan akan diiringi dengan musik khas serta kita dapat menikmati makanan dan minuman khas yang terbuat dari bahan-bahan lokal.

  • Aguas Calientes-MP

Ada dua opsi, yaitu naik bus dan hiking. Naik bus ini cukup mahal yaitu 24 USD/340 ribu IDR untuk roundtrip, tetapi perjalanan hanya sekitar 30 menit sekali jalan. Sedangkan hiking bisa menghabiskan waktu sekitar 3-4 jam (roundtrip). Saranku, naik bis ketika berangkat (karena uphill track) dan jalan kaki ketika pulang agar energi kalian masih penuh ketika berada di MP.

  • Akomodasi

Pilihan hemat tentu saja di hostel. Jika pergi sendiri, pilihlah kamar tipe dormitory dan hampir semua memiliki dormitory terpisah antara cewek dan cowok sehingga lebih aman buat solo woman travelers. Hostel dengan tarif 10-15 USD/145-220 ribu IDR banyak dijumpai kok di Cusco dan Aguas Calientes. Ini sudah termasuk sarapan sehingga bisa menghemat uang makan. Selain murah, menginap di dormitory room akan membuatmu bertemu dengan teman baru dari berbagai negara sehingga perjalananmu lebih berwarna.

4. Destinasi Wisata

Proses pembuatan tekstil dari wool alpaca

Proses pembuatan tekstil dari wool alpaca via https://iifhaniffa.wordpress.com

Destinasi wisata di Peru sangat banyak. Di Cusco saja tidak hanya MP. Kalau dianalogikan, MP itu seperti Candi Prambanan dan Jogja adalah Cusco. Di sekitar Prambanan, ada Candi Ratu Boko, Candi Plaosan, dll. Bangunan peninggalan Suku Inka yang utama dan terbesar adalah MP dan lainnya tersebar di sekitar Cusco seperti Ollantaytambo, Sacsayhuamán, Tambomachay, dan Puka Pukara.

Di kota Cusco sendiri terdapat beberapa objek wisata yang ‘lebih modern’ seperti Gereja Katedral Cusco, Pasar San Pedro, Museum Qorikancha, Museum Seni Kontemporer, dan taman-taman kota seperti Plaza de Armas dan Plaza San Francisco. Destinasi lain yang tak kalah menarik adalah mengunjungi showroom kerajinan tradisional, seperti pembuatan tekstil dari wool alpaca atau pembuatan perhiasan khas Suku Inka berbahan dasar perak.

5. Kuliner dan Oleh-Oleh

Pintarlah memilih sebelum membeli

Pintarlah memilih sebelum membeli via https://iifhaniffa.wordpress.com

Jalan-jalan tanpa wisata kuliner dan bawa oleh-oleh tentu kurang lengkap. Tenang saja, Peru punya banyak pilihan untuk dua hal ini.

Peru kaya makanan dan minuman khas yang perlu dicoba, antara lain ceviche, olahan daging alpaca, mazamorra morada, teh coca, Inca Cola dan chicha morada.

Sedangkan oleh-oleh yang umumnya dibeli wisatawan sebagai berikut:

  • Produk dari wool alpaca, seperti sweater, kupluk, selimut, poncho, sarung tangan, dll. Jika kamu mencari kualitas (dengan bahan 100% wool alpaca), sebaiknya beli di toko yang terjamin kualitasnya. Jika kamu ingin hemat, ada produk yang lebih murah (entah 100% polyester atau semi-alpaca) yang biasanya dijual di pasar atau pedagang kaki lima.
  • Produk pertanian lokal, seperti daun teh coca, daun teh muña, quinoa, dll. Akan tetapi sebelum membawa produk ini, cek dahulu peraturan membawa tumbuhan ke negara tujuan.
  • Perhiasan yang terbuat dari perak dan dihiasi dengan batu-batuan berwarna.
  • Barang-barang lain tentang Peru, seperti boneka dan gantungan kunci alpaca, magnet, kaos, dll.

Walaupun tidak bisa berbahasa Spanyol, kamu tetap bisa membeli barang-barang di pasar tradisional. Akan tetapi, lebih baik menguasai percakapan dalam membeli dan angka dalam Bahasa Spanyol agar bisa menawar dan lebih akrab dengan penjual.

Peru termasuk aman untuk didatangi bahkan kamu bisa survive jika tidak bisa Bahasa Spanyol sama sekali, terlebih di Cusco dan MP karena warga lokalnya bisa berbahasa Inggris. Buruan nabung dan rajin cek tiket promo!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya