Beruntunglah kamu jika memiliki keluarga yang gemar mendaki gunung atau travelling, dan mendukung hobimu tersebut. Sayangnya tidak semua orang seberuntung itu.

Beberapa orang bahkan harus memutar otak jauh-jauh hari untuk ngebohong merancang strategi meminta izin ke orang tua mereka. Kejadian ini tak hanya terjadi sewaktu kamu berumur belasan tahun, melainkan hingga kamu sudah lulus sekolah bahkan kuliah dan bekerja. Kalau kamu merasa sulit mendapatkan izin dari orang tua untuk jalan-jalan, inilah beberapa tips yang mungkin bisa membantu kamu. Cekidot

1. Kelakuan Baik

“Tidur siang juga termasuk kelakuan baik lho wkwk..” via http://iss-rahmat-edelweiss.blogspot.co.id

Anak baik-baik tentu lebih mudah dikabulkan permintaannya. Iya gk? eh gk juga deng wkwk.

Makanya tunjukin tingkah laku yang baik dan jauhkan diri dari masalah sob. Sering bolos sekolah dan nilai buruk pastinya tidak akan memuluskan proses perizinan dari orang tua. Kalau sehari-hari saja di rumah kamu banyak ulah dan menimbulkan masalah, apalagi jauh dari rumah?

2. Rencana Matang

Advertisement

Saat meminta izin dari orang tua, kamu harus punya rencana yang matang : 'kemana tujuannya, bagaimana mencapai tujuan itu, pergi dengan siapa, menginap di mana, berapa lama, dan nomor kontak yang bisa dihubungi'.

Jika kamu tak bisa dihubungi (misalnya saat telepon selular kehilangan sinyal). Kalau kamu tidak menjelaskan hendak pergi ke mana, dengan siapa, dan berapa lama, jangan harap orang tua akan memberi izin karena mereka akan tambah khawatir.

3. Jungle and Survival

“mi + sarden + sawi + sunrise + konco2ne = syurgaaaaa…” via http://4.bp.blogspot.com

Bekali dirimu dengan pengetahuan yang komprehensif, sehingga jika orang tua tanya berbagai hal tentang rencana perjalanan tersebut, kamu bisa menjawab dengan lancar dan meyakinkan.

Jadi kamu harus banyak membaca, giat berlatih untuk mempertajam kemampuan bagaimana cara hidup di alam bebas. Meminta izin orang tua tak ubahnya seperti menghadapi ujian. Kamu harus siap dengan jawaban yang tepat, apa pun pertanyaannya.

4. Mandiri

“Kayak bank, kamu juga harus mandiri..” via https://www.instagram.com

Sebisa mungkin, jangan mengandalkan kucuran dana dari orang tua. Kalau mendapatkan izin saja sulit, apalagi izin plus dana.

Menabunglah dari uang saku untuk membeli peralatan mendaki gunung dan untuk membiayai perjalananmu, sehingga pada saat meminta izin. Kamu bisa menunjukkan bahwa kamu tidak akan merepotkan orang tua. Tunjukkan bahwa semua hal sudah kamu persiapkan dengan baik.

5. Bertanggung Jawab

“worth it lah sama yg di dapet, ye kan haha..” via https://www.instagram.com

Meminta izin sama dengan mengajukan PROPOSAL.

Kamu harus bisa meyakinkan orang tua bahwa selain tahu mau kemana dan bagaimana, kamu juga bertanggung jawab penuh atas perjalanan tersebut. Maksudnya, kamu akan menaati peraturan, tata krama dan adat yang berlaku di tempat tujuan. Kamu harus berjanji akan menjaga tingkah laku dan tidak akan berbuat sesuatu yang melanggar hukum.

6. Mencari Dukungan

“sik penting gayeng, dolan ro konco kenthel wkwk..” via https://www.instagram.com

Jika kamu merasa akan sangat sulit mendapatkan izin orang tua, carilah bantuan.

Umumnya orang tua akan lebih mudah menerima pendapat orang dewasa atau yang umurnya lebih tua dari kita. Maka mintalah dukungan keluarga dekat yang ‘didengar’. Contohnya kakek, nenek, paman, bibi, kakak atau senior yang sehobi denganmu. Minta bantuan mereka untuk meyakinkan orang tua. Dan jangan lupa, saat kamu pulang bawakan oleh-oleh untuk orang tuamu sebagai tanda terima kasih.

7. Memperkenalkan Teman Seperjalanan

“kamu bisa jaga aku kan?” via https://www.instagram.com

Perkenalkanlah teman yang akan jalan-jalan denganmu kepada orang tua.

Ingatkan temanmu untuk berlaku santun dan ikut meyakinkan orang tuamu. Namun kamu harus pandai membaca situasi dan kondisi. Bila orang tuamu sangat anti rokok, jangan sampai temanmu kelihatan mengantongi rokok atau merokok di depannya

8. Manfaat Travelling

“sepadan kan..” via https://www.instagram.com

Bagi orang yang tidak menyukainya, mendaki gunung atau travelling adalah kegiatan tidak berguna yang hanya membuang-buang uang, waktu, tenaga dan menyiksa hidup.

Maka, tugasmulah untuk menyampaikan dan meyakinkan orang tua apa manfaat mendaki gunung atau travelling. Tegaskan bahwa semua yang kamu keluarkan untuk sebuah perjalanan sepadan dengan hasil yang didapatkan.

9. Tunjukkan Foto atau Video

“iki lho buk, melu yuk..” via https://www.instagram.com

Kebanyakan orang akan terpesona oleh pemandangan yang jarang dilihat dalam kehidupan sehari-hari.

Foto atau video perjalanan yang baik nan indah mampu meluluhkan hati orang tua. Ingat, hanya tunjukkan foto yang indah-indah saja. Jangan sesekali menunjukkan foto gimana saat sengsaramu di gunung wkwk. Eh, terserah deng. Siapa tau beliau jadi simpatik liat anaknya bisa kuat hidup penuh tantangan.

10. Menjadi Lebih Baik

“bukit penyesalan..sabana satu merbabu..” via https://www.instagram.com

Ahirnya, tunjukkan kepada orang tuamu bahwa berkat hobi mendaki gunung itulah kamu bisa memiliki kepribadian yang lebih baik.

Kamu menjadi ringan tangan menolong sesama manusia, kamu memiliki jiwa solidaritas yang tinggi, kamu menjadi pribadi yang disiplin, kamu bisa memegang janji, kamu bisa diandalkan dan mandiri.

Selamat berjuang mendapatkan SIM (Surat Izin Mendaki)