Zaman terus berganti beriringan dengan lahirnya generasi baru, perilaku baru, pemikiran yang berbeda, termasuk perkembangan teknologi dan kemampuan mengembangkan diri. Perayaan hari lahirnya bangsa Indonesia adalah salah satu bukti nyata bahwa negara ini adalah negara yang begitu mencintai pahlawan-pahlawannya.

Bukan hanya sebatas mencintai, merayakan Hari Proklamasi yang jatuh pada setiap tanggal 17 Agustus juga merupakan wadah untuk memperkokoh kebersamaan, kesatuan, silaturahmi, dan juga ikatan batin antar anak bangsa.

Adalah rahasia umum jika bangsa Indonesia disebut salah satu bangsa dengan anak muda yang terkenal memiliki ketekunan, pantang menyerah, dan sikap juang yang tinggi. Namun, terkadang hal tersebut dirasa masih kurang, karena #AnakIndonesia masih bisa berbuat lebih, masih mampu mengembangkan potensi dirinya.

"Untuk mencapai cita-cita yang tinggi manusia (pahlawan) melepaskan nyawanya pada tiang gantungan, mati dalam pembuangan, tetapi senantiasa menyimpan dalam hatinya yang luka wajah tanah air yang duka"

– Mohammad Hatta –

Negara kita memang kini telah merdeka dari penjajah luar, namun belum sepenuhnya terbebas dari jajahan tak kasat mata. Salah satunya adalah rasa malas, iri hati, dengki, dan keserakahan yang melekat disetiap reluang individu. Walaupun hal tersebut berbeda-beda bagi setiap orang.

Namun, demi kebaikan diri sendiri, alangkah baiknya kita mulai untuk beranjak menempa pengalaman kita, menggali potensi diri, dan berbuat lebih baik dari sebelumnya. Bukankah kita sepakat bahwa hal demikian adalah salah satu warisan dari pahlawan-pahlawan negeri ini yang harus dilestarikan.

1. Luaskan Sudut Pandang, Ini Penting dan Sebaiknya Sering Kamu Realisasikan

Cobalah melihat dari sisi lain

Cobalah melihat dari sisi lain via https://www.google.co.id

Hal pertama sebaiknya yang ditekankan adalah bagaimana kita sebaiknya meluaskan sudut pandang. Terlebih kita masing-masing tahu betul bagaimana hingar-bingar sosial media yang begitu mudah dan gencar dalam menggiring opini publik.

Advertisement

Jangan mudah percaya dan terbawa oleh informasi hanya dari satu sudut pandang saja. Dewasalah, karena hidup yang penuh kebencian, sempit pandangan, bertumpuk gosip murahan, dan hal lain yang mengundang permusuhan, kesemuanya itu hanya akan melemahkan mental dan jati dirimu.

2. Berhenti Membatasi Diri, Apapun Masalahnya Sebaiknya Kamu Hadapi

Kita sama-sama mengerti bahwa hidup adalah rangkaian masalah. Sudah sewajarnya menjadi tugas kita untuk merangkai masalah-masalah tersebut menjadi indah. Namun terkadang kita bersikap tak peduli. Egois dalam bersikap, tamak dalam bertindak, dan tak sabar dalam menghadapi persoalan.

Advertisement

Alangkah baiknya jika hal tersebut mulai diberhentikan. Mulai selesaikan masalah yang dihadapi satu-persatu. Sudahi lari dari masalah dan berhenti menyalahkan keadaan. Seiring dirimu yang beranjak dewasa, tidakkah kamu sudah khatam dengan gejolak hidup yang bertahun-tahun menerpa?

Eksplore diri, gali potensi, keluarkan ide-ide liar, dan renungkan segala peluh pikiran. Ada banyak hal yang bisa kamu perbuat untuk menjadikan masalah sebagai anugerah.


Hai masalah besar, aku punya Tuhan yang Maha Besar!


3. Kursi dan Meja Sering Membuatmu Penat, Jadi Pastikan Dirimu Pandai Mengatur Waktu Istirahat

Mengerti Batasan Diri

Mengerti Batasan Diri via https://www.google.co.id


Menjadi pekerja keras, berambisi kuat, tangguh, tekun, dan pantang menyerah memang mengagumkan. Namun apa gunanya jika dirimu mudah ambruk jatuh sakit tak karuan?


Bekerja dan belajar haruslah cerdas, efisien, dan konsisten. Mengerti ukuran batasan diri salah satunya. Maksudnya adalah kamu juga perlu mengatur ritme kehidupanmu. Berperilaku sehat dan pandai mengatur waktu istirahat sangalah penting. Waktu tak pernah terulang, jika akhirnya kamu menua, relakah dirimu diselimuti penyakit-penyakit sisa masa muda?


Muda mengabaikan kesehatan demi uang

Tua merelakan uang demi kesehatan


4. Pandai Saja Tak Cukup, Terlebih Jika Kamu Tertutup, Cobalah Terbuka Dengan Ide-ide yang Berbeda dan Tak Biasa

Terbuka dan kreatif

Terbuka dan kreatif via https://www.google.co.id

Zaman milenial ini kita sebagai penerus bangsa yang melek teknologi memang sebaiknya bersikap lebih terbuka. Namun tanpa mengurangi kewaspadaan pada kemajuan jaman dan pola hidup baru. Berpikir kreatif out of the box memang sangat dibutuhkan di zaman seperti ini.

5. Masalah dan Tanggungjawab Kadang Begitu Membebani, Namun Tak Ada Salahnya Kamu Instropeksi Diri

Pandai instropeksi diri

Pandai instropeksi diri via https://www.google.co.id

Hal terpenting sebagai anak muda adalah berani dan mau untuk selalu introspeksi diri. Jika salah semoga tahu kesalahan serta paham yang benar dan yang baik. Jika sudah baik dan benar, semoga bisa lebih konsisten dan berkembang. Berharap pengaruh yang baik nantinya juga bermanfaat bagi sesama.

Wajar jika masa remaja yang labil menjadikan kita terbiasa memberontak terlebih dahulu dan melawan alam. Namun percayalah, kamu belum terlambat untuk berbenah. Menanggung beban dan menghadapi masalah hanyalah soal jam terbang dan kemauanmu untuk menyelesaikan.


Pasrah pada Ilahi, hanya itu yang kita bisa,

Ambil hikmatnya ambil indahnya,

Cobalah menari cobalah bernyanyi,

Cobalah-cobalah mulai detik ini,

Hadapi saja!


6. Banyak Rintangan Disetiap Perjalanan, Namun Kamu Harus Fokus dengan Cita-cita dan Harapan

Fokus dan konsisten

Fokus dan konsisten via https://www.google.co.id


Fokus adalah modal untuk meraih mimpi. Menetapkan tujuan, merencakannya, dan berdiskusi perlu kamu asah sejak dini.


Berapa umurmu sekarang?

Apakah dirimu memiliki mimpi dan cita-cita?

Merencanakan kehidupanmu sekarang, tahun depan, lima tahun lagi, atau 10 tahun lagi, sebaiknya kamu lakukan. Hal tersebut semata-mata demi menjaga agar kamu masih dalam jalur sesuai impian dan cita-citamu.

7. Dengan Mengagungkan Tuhan, Menghargai Perempuan, Serta Menjaga Alam, Dijamin Jalanmu Kian Dimudahkan

Menghargai sesama

Menghargai sesama via https://www.google.co.id


Ibu, Ibu, Ibu, Ayah….


Salah satu ciri pemuda bermental juara yang sesungguhnya adalah mereka yang mematuhi Tuhan Semesta Alam, tidak berlaku kasar kepada perempuan, dan menjaga alam sekitarnya.

Pribadi yang baik tidak menjamin bebas lepas dari masalah kehidupan. Namun kepribadian yang baik, akan membangun karakter diri yang orisinil, kuat, menarik, dan juga berpengaruh. Mental juara tak bisa hadir dan tercipta begitu saja. Perlu latihan dan juga pengalaman nyata.

Mari jadikan setiap momen sebagai ladang berbenah untuk menjadi lebih baik, untuk diri sendiri maupun orang lain. Merdeka!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya