Pernah nggak sih kamu punya cita-cita tapi ngerasa "kayaknya aku nggak bakat deh, kayaknya aku nggak bisa deh, kayaknya aku ditakdirkan Tuhan bukan untuk jadi seorang penulis" Dan sederet cita-cita lain yang sering kamu pungkiri. Mental-mental kayak gitu tuh, yang bikin kita nggak maju-maju. Padahal kan gagal bukan bencana dalam hidup, karena bakat bisa dilatih. Kalau kamu memang suka sama hal tersebut, tekuni, pelajari, berdoa lalu tinggal tunggu waktunya semua yang kamu impikan sudah terwujud.

Kalau semua orang di Indonesia punya mental juara, nggak akan ada lagi omongan-omongan pesimis antara kamu dan batin kamu, antar orang. Coba bayangkan kalau misalnya setiap orang di Indonesia punya mindset seperti itu. Bukan hal yang nggak mungkin itu juga bakalan membawa Indonesia ke arah negara maju.

Hal yang besar, dimulai dari sesuatu yang kecil. Percaya deh! Nggak ada hal yang nggak mungkin di dunia ini. Kali ini akan ada beberapa tips yang harapannya bisa menumbuhkan semangat di diri kalian, untuk semangat bertindak nyata menjadi seorang juara!

1. Doa itu hal mutlak yang harus kamu lakukan pertama kali!

anak menghafal quran

anak menghafal quran via http://www.google.com

Banyak manusia selalu berusaha dengan usahanya saat menginginkan sesuatu. Contohnya, saat ingin masuk ke salah satu universitas terbaik di Indonesia. Nggak sedikit dari kita, yang dengan rela tidur sehari cuma tiga jam. Les sana-les sini, mengerjakan soal seharian di kamar. Sampai lupa, kalau dirinya sendiri butuh refreshing. Sampai lupa, kalau selalu ada campur tangan tuhan di setiap usaha kita. Sampai kita lupa bersyukur, saat kita sudah berhasil.

Advertisement

Seolah-olah itu semua, hanya hasil kerja keras kita, hanya hasil upaya kita. Padahal yang menggerakkan hati kita, tangan kita, otak kita untuk mau berpikir. Itu murni kehendak Tuhan.

Untuk kamu yang punya mimpi, jangan lelah untuk meminta! Jangan lelah untuk berpasrah diri! Tuhan tidak tidur, nggak ada yang nggak mungkin bagi Tuhan. Tidak ada alasan lagi untuk menunda mimpimu.

2. Coba lihat, secara fisik dan otak, masih banyak yang berada di bawah kamu

anak berkubutuhan khusus

anak berkubutuhan khusus via http://www.google.com

Pernah nggak sih, kamu baca artikel, melihat video, nonton berita tentang anak-anak yang secara fisik kurang, baik itu otaknya, kakinya patah, matanya hanya bisa berfungsi satu? Tapi nggak sedikit juga dari mereka, yang bisa memenangkan juara lomba lari, lomba renang, lihai bermain piano, sukses dalam berwirausaha.

Advertisement

Contoh mana lagi yang kamu dustakan. Bukankah kita menjadi manusia yang terlihat hina karena diberi Tuhan anugerah fisik yang luar biasa sempurna, otak juga tidak kurang satupun. Tapi kita tidak mensyukurinya, bentuk rasa syukur itu harus berwujud kepada semangat kita untuk mencapai sesuatu yang kita impikan.

Ingat guys, saat mimpi kita sudah terwujud, jangan hanya diri kita sendiri yang diuntungkan! Cobalah berpikiran lebih luas, kebahagianmu akan dilipat gandakan jika pencapaian mimpimu bermanfaat untuk orang lain juga. Itulah wujud rasa syukur kamu yang sebenarnya karena diberi tuhan anugerah fisik yang nyaris sempurna.

3. Mempertahankan itu lebih sulit daripada memulai!

belajar sepanjang hayat

belajar sepanjang hayat via http://www.google.com

Biasanya kita kalau punya keinginan baik, akan mengupayakan segala cara untuk mencapai cita-cita tersebut. Tapi nggak tahu, kenapa seiring berjalannya waktu, rasa jenuh, rasa bosan itu akan muncul. Dan kadang kita akan tergiur, dengan hal-hal lain yang lebih menyenangkan. yang buat kita nggak fokus sama tujuan awal kita.

Kita ngerasa, kayak punya passion di bidang desain, gambar, nulis, dan lain-lain. Giliran kita akan uji coba kemampuan kita, dengan ikut sebuah lomba. Karena ada ajakan temen buat main, nonton film, stalking sosial media gebetan. Ujung-ujungnya kita kelewat deadline lomba tersebut, dan damn untuk kesekian kalinya, kamu gagal ikutan lomba lagi.

Stop! Semoga semakin kesini kamu semakin sadar, ada banyak trendsetter di luar sana yang jadi penghalang buat kamu menggapai cita-cita. Nggak semuanya harus kamu lakukan dan harus kamu coba. Yah, wajar sih namanya manusia pasti punya titik jenuh, dan rasa bosan. Coba atur jadwal kamu, biar semuanya nggak berantakan. Semuanya harus seimbang, nggak boleh ada yang dikalahkan salah satu.

So, bukan perkara yang sulit bagi orang-orang bermental juara, untuk menyeimbangkan hidupnya. Bisa dikatakan pemenang karena konsistensi dia dalam menekuni bidang tersebut.

4. Ikuti orang yang sepemikiran denganmu

Biasanya semangat bakalan muncul, kalau lingkungan juga mendukung. Sebagai generasi milenial, nggak bagus kalau hanya kepo tentang cafe hits, tempat foto kekinian, baju kekinian, sepatu, dan trend anak muda yang lain. Sepertinya masa mudamu akan menyedihkan dan terbuang sia-sia, jika hanya hal-hal itu yang kamu lakukan.

Coba, kamu kepo akun instagramnya anak-anak di bidang yang kamu sukai, iseng-iseng saja DM ke dia tanya kiat-kiat berhasil dan sukses di bidang tersebut. Percaya deh, orang sukses yang sebenarnya nggak akan pelit buat berbagi ilmunya. Bisa jadi kamu juga bakalan di rekrut ke komunitas yang dia ikuti.

Kalau sudah bergabung sama orang-orang yang satu visi dan misi, semua keluh kesahmu akan tersalurkan di tempat yang tepat. Informasi terus mengalir, dari komunitas tersebut. Yuk, kita kepo akan akun orang-orang bermanfaat, supaya hidup kita juga berfaedah!

5. Slow down and keep woles, saat ada batu kerikil menerjangmu

Bukan dunia namanya jika tanpa batu sandungan, semua orang juga pernah jatuh. Jangan bilang, itu merupakan hal yang mudah untuk mereka bangkit lagi hingga sampai ke pencapaian yang mereka inginkan. Punya impian harus, tapi kamu juga nggak perlu bermental terlalu berambisi pada hal tersebut. Apalagi sampai menghalalkan segala cara. Hai guys, itu akan membuat kamu sebagai seorang pecundang, bukan seorang juara.

Relax sejenak juga harus kamu lakukan di perjalanan menggapai sesuatu yang kamu inginkan, mengumpulkan energi, memeluk orang tua, main sama sahabat, hingga nonton film penghilang penat kamu, juga bukan masalah besar jika dilakukan di tengah-tengah pencapaian keinginanmu.


Relax sejenak, hanya sejenak, mengumpulkan puing-puing semangat. Melihat ke bawah dan bersyukur, cita-citamu ini bukan hanya untuk dirimu sendiri, tetapi juga harus bermanfaat untuk orang lain.


Dari rasa syukur dan rasa pasrah terhadap kehendak Tuhan, kamu bisa bangkit dan tersenyum lagi, hingga menemukan cara untuk menjadi juara.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya