Cara Membuat Filter Instagram Menggunakan Spark AR Studio

Siapa sih yang tak kenal dengan Instagram Stories? Fitur ini memungkinkan kita untuk membagikan momen apa saja kepada para followers kita di Instagram. Belakangan ini, muncul berbagai filter unik dan lucu yang menambah daya tarik Instagram Stories. Pasti teman-teman sudah tidak asing dengan beberapa filter berikut, bukan?

Pernahkah kalian berandai-andai mempunyai filter Instagram sendiri? Tapi tak bisa ngoding? Tenang! Kita tidak perlu ngoding untuk membuat filter Instagram. Nantinya filter yang teman-teman buat bisa kalian unggah ke akun Instagram masing-masing. Keren kan?

Pada tutorial kali ini kita akan membuat efek color grading pada filter Instagram. Di sini kita akan menggunakan aplikasi besutan Facebook yaitu Spark AR Studio. Spark AR Studio adalah sebuah platform Augmented Reality yang memungkinkan kita untuk membuat efek AR pada kamera smartphone. Spark AR Studio dirancang untuk mempermudah para creator dari berbagai tingkatan skill yang berbeda, bahkan orang awam sekalipun dapat menghadirkan pengalaman Augmented Reality di Instagram.

Sebelum masuk ke dalam Spark AR Studio, kita membutuhkan sebuah berkas LUT. Look Up Table atau LUT berfungsi untuk menerapkan sebuah ruang warna ke ruang warna baru sesuai dengan data yang terdapat pada LUT tersebut. Kita dapat menggunakan aplikasi Adobe Photoshop untuk membuat LUT. Maru Studio sudah menyediakan sebuah proyek Photoshop yang dapat kita gunakan untuk membuat LUT secara gratis.

Advertisement

1. Mengenal Spark AR Studio

Mengenal Spark AR Studio

Mengenal Spark AR Studio via https://blog.en.uptodown.com

Facebook adalah salah satu platform yang mengusung teknologi AR ini dalam software-nya, yakni Spark AR. Apa itu Spark AR? Ia adalah sebuah tools atau aplikasi yang dikembangkan oleh Facebook untuk membuat efek kamera filter dengan teknologi Augmented Reality di platform Facebook mau pun Instagram.

Medio Agustus 2019, Spark AR mengumumkan di Instagram bahwa Spark AR dapat digunakan oleh siapa saja untuk membuat filter di platform Instagram. Alhasil, sudah lebih dari 1,5 miliar orang menggunakan filter di Facebook mau pun Instagram dengan bantuan Spark AR Studio. Wah banyak sekali ya! Oiya harap catat bahwa Spark AR Studio juga hanya tersedia untuk sistem operasi Windows (64 bit) atau MacOS 10+. Selain itu tidak bisa.

Advertisement

2. Ide Membuat Filter

Pembuatan Filter Menggunakan Spark AR Studio

Pembuatan Filter Menggunakan Spark AR Studio via https://www.facebook.com

Ada 5 hal yang harus kita lakukan sebagai creator sebelum membuat filter:

  1. Menentukan ide atau lihat referensi. Biasanya jika kita ingin membuat sesuatu, pasti hal yang pertama dilakukan adalah menentukan ide atau melihat referensi. Misal, lihat showcase atau karya orang lain, melihat hal menarik dari Influencer atau Content Creator di Instagram, menjelajahi Google atau YouTube, dan sebagainya.
  2. Pikirkan target audiens. Pikirkan bagaimana nantinya filtermu akan digunakan oleh banyak orang. Sebagian besar filter dibuat untuk selfie, tetapi beberapa filter saat ini memiliki efek khusus yang menarik, seru, dan sebagainya. Jadi, kita perlu memikirkan filter ini akan digunakan untuk siapa, bagaimana filter ini digunakan, dan mengapa filter kita akan dipakai oleh banyak orang. Contohnya, seperti akun mas.bruh (gambar di atas). Ia membuat filter dengan mengangkat konten lokal dengan membuat manipulasi objek 3D dan menambahkan wajahnya di objek 3D seperti kaleng kerupuk, mie instan, gas 3kg, dan sebagainya. Berarti, mas.bruh spesifik menyasar untuk masyarakat Indonesia.
  3. Menentukan branding. Selanjutnya, menentukan branding. Filter untuk Instagram Stories yang sempurna perlu keseimbangan antara merek atau branding dan kreativitas kita. Contohnya lagu yang saat ini sedang viral adalah Lathi, yang digarap oleh Weird Genius. Kemudian, ada salah satu creator membuat filter Lathi di platform Instagram. Kenapa bisa dibilang branding? Sebabnya, secara tidak langsung creator tersebut mempromosikan lagu Lathi melalui media filter di Instagram. Filter tersebut sudah dipakai oleh banyak orang dan banyak orang juga tahu lagu Lathi melalui filter atau pun sebaliknya banyak orang tahu filter Lathi dari lagu. Semakin banyak engagement, maka semakin trending dan banyak dibicarakan orang-orang.
  4. Bikin filter yang dinamis. Beberapa filter dibuat sederhana, namun dinamis. Saat ini, banyak filter yang interaktif, seru, dan unik tentunya. Misalnya seperti filter Quiz, Game, dan lain-lain. Sebagian orang akan suka menggunakan filter jika ada interaksi dengan pengguna seperti bergerak, berubah-ubah, memiliki variasi lain dari filter yang digunakan, dan sebagainya.
  5. Menyiapkan mockup Terakhir, menyiapkan mockup. Jika kita sudah mendapatkan ide atau referensi, corat-coret di atas kertas atau media lainnya, buat konsep filternya seperti apa, tentukan beberapa prototype untuk dijadikan filter, dsb. Ingat: quantity over quality, mengapa? Karena dari banyaknya filter yang sudah dibuat dan terpublikasi di Instagram, hanya segelintir filter yang dipakai oleh banyak orang.

3. Pembuatan LUT

Pembuatan LUT

Pembuatan LUT via https://caileak.com

  1. Buka proyek Photoshop yang sudah teman-teman unduh. Kemudian atur warna yang ingin kalian terapkan pada filter Instagram. Teman-teman bebas menambahkan pengaturan lainnya, seperti Color Balance, Exposure, dll. Buat semenarik mungkin ya.

  2. Jika dirasa sudah puas dengan warna yang dihasilkan, kini saatnya kita membuat berkas LUT dari proyek tersebut. Klik kanan pada folder Your LUT, kemudian pilih Quick Export as PNG.

Advertisement

4. Pembuatan Filter Menggunakan Spark AR Studio

Pembuatan Filter Menggunakan Spark AR Studio

Pembuatan Filter Menggunakan Spark AR Studio via https://caileak.com

  1. Tibalah kita di proses yang paling seru. Yup! Kita akan bermain dengan Spark AR Studio. Pada tampilan awal Spark AR Studio, kita disuguhkan dengan berbagai template yang bisa langsung kita gunakan. Tapi kali ini kita tidak akan membuat proyek dari template tersebut. Pilih Create New – Blank Project.
  2. Pada tampilan dashboard Spark AR Studio, di sebelah kiri terdapat panel Scene dan Assets. Panel Scene berisi berbagai objek yang kita gunakan di dalam proyek. Sedangkan di sebelah kanan kita bisa mengatur properti dari tiap objek dan assets yang kita miliki.
  3. Selanjutnya kita membutuhkan sebuah patch untuk menerapkan LUT. Teman-teman bisa unduh berkasnya di tautan ini. Tambahkan berkas LUT dan patch FastColorLUT ke dalam proyek melalui menu Import – From Computer pada panel Assets. Pilih berkas LUT yang sudah kita unduh, kemudian beri centang pada pilihan Manual Compression – No Compression yang terdapat di panel sebelah kanan.
  4. Sekarang kita akan menambahkan sebuah objek Canvas. Teman-teman dapat menambahkan objek melalui menu Add Object maupun dengan melakukan klik kanan pada panel Scene. Di dalam canvas, tambahkan sebuah objek Rectangle. Nantinya kita akan menerapkan LUT pada objek ini.
  5. Jika sudah, pada panel sebelah kanan, klik tanda + di sebelah Materials. Teman-teman akan melihat sebuah material baru pada panel Assets. Berikut tampilan proyek kita saat ini.
  6. Sekarang kita akan mengatur objek rectangle supaya dapat menyesuaikan dengan ukuran layar tiap smartphone. Ubah ukuran objek menjadi fill width dan fill height. Tambahkan pinning untuk menjaga ukuran objek agar sesuai dengan ukuran layar.
  7. Kemudian kita akan mengekstrak tekstur kamera dari objek Camera. Tekstur kamera berfungsi untuk menampilkan video live yang direkam oleh kamera smartphone. Pilih objek Camera, lalu klik tanda + di sebelah Texture Extraction. Hasil dari ekstraksi kamera dapat teman-teman lihat pada panel assets.
  8. Langkah berikutnya, kita akan menggunakan patch FastColorLUT untuk menerapkan LUT pada material objek rectangle. Sebelum menggunakan patch, kita harus menampilkan patch editor terlebih dahulu. Caranya, klik View – Show/Hide Patch Editor.
  9. Masukkan asset LUT, tekstur kamera, dan patch FastColorLUT ke dalam patch editor. Cukup lakukan drag & drop pada asset. Perlu teman-teman ketahui bahwa patch tersebut membutuhkan 2 buah inputan, yaitu berkas lut dan tekstur. Maka dari itu kita juga menambahkan berkas lut dan tekstur kamera ke dalam patch editor.
  10. Lalu tambahkan juga material ke dalam patch editor. Berbeda dengan langkah sebelumnya, kita hanya akan menambahkan patch pada tekstur dari material tersebut. Sebelum membuat patch, kita ubah terlebih dahulu Shader Type pada material menjadi Flat. Kemudian klik tanda panah di sebelah tulisan Texture untuk membuat patch. Patch yang teman-teman buat akan muncul pada patch editor.
  11. Langkah terakhir, hubungkan tiap patch pada patch editor. Jika teman-teman menghubungkan tiap patch dengan benar, maka warna yang terdapat pada video preview akan sesuai dengan berkas LUT yang sudah kita buat sebelumnya.
  12. Teman-teman dapat menjalankan proyek tersebut pada smartphone. Unduh terlebih dahulu aplikasi Spark AR Player yang tersedia untuk platform Android dan iOS. Selain itu kita juga dapat menjalankannya pada Facebook dan Instagram Camera.

5. Cara Mempromosikan Filter

Cara Mempromosikan Filter

Cara Mempromosikan Filter via https://www.ebsco.com

  1. Menambahkan link filter dengan Swipe Up. Salah satu hal yang paling mudah agar filter kita dipakai oleh banyak orang adalah kita dapat menambahkan link filter saat ingin mengunggah di Instagram Stories. Ketika follower-mu atau pengguna melihat insta story-mu, mereka dapat melihat dan mencoba langsung filter yang kita buat.
  2. Bagikan filter di Insta Stories atau Feed. Jangan taruh di Instagram Stories saja. Tunjukkan juga di profilmu. Agar follower dan pengguna dapat melihat filter kita di timeline, taruhlah dalam bentuk foto atau pun video.
  3. Tambahkan share link filter di Bio. Ketika filter kita telah disetujui dan sudah tampil di Instagram, kita dapat menautkan link filter di profil bio. Saat follower atau pengguna melihat halaman profil kita, mereka dapat mencobanya.

Cukup sekian tutorial membuat filter di Instagram. Cukup mudah kan? Nah, jika teman-teman ingin mengunggah filter yang sudah kalian buat, kalian dapat mengikuti instruksi pada dokumentasi resmi Spark AR. Semoga bermanfaat ya!

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

CLOSE