Dunia anak merupakan dunia yang sangat unik, penuh imajinasi, dan menuliskannya butuh cara tersendiri. Saat menulis cerita anak, kita perlu menuliskannya dengan bahasa yang sederhana. Sebagaimana bahasa sehari-hari yang biasa kita gunakan saat bicara pada anak-anak,nah kira-kira begitulah saat menulis cerita anak. To the point dan sederhana, tapi tetap menarik bagi anak-anak.

Naskah cerita anak juga harus padat (tidak bertele-tele), agar anak tidak mudah bosan saat membacanya. Cerita anak identik dengan gambar-gambar agar lebih memanjakan  mata, dan memaku  perhatian anak, hingga bisa membaca sampai dengan halaman terakhir. Untuk meningkatkan karakter anak, kita perlu membelikan mereka buku-buku yang mereka pilih sendiri. Jadi mereka sudah punya buku koleksi mereka sendiri yang bisa dibaca kapanpun mereka mau. Tentu buku-bukunya masih berbentuk cerita gambar atau pictorial book. Buku juga bisa membantu anak meningkatkan imajinasi, dan mengisi waktu luang mereka untuk hal-hal-hal yang positif.

Ada beberapa poin penting untuk menulis cerita anak yaitu:

1. Cerita anak yang menarik

Cerita anak yang menarik merupakan cerita  anak yang sarat hikmah

Cerita anak yang menarik merupakan cerita  anak yang sarat hikmah via https://images.unsplash.com

Cerita anak yang menarik merupakan cerita  anak yang sarat hikmah. Jalan ceritanya juga harus seru (tidak datar) meskipun sebenarnya jalan ceritanya sederhana. Jalan ceritanya tidak berbelit-belit sehingga anak tidak bingung. Biasanya cerita anak hanya memiliki satu konflik. Jadi ada opeening, konflik dan ending.

Advertisement

 Opening itu bisa dengan pengenalan tokoh, kebiasaan tokoh, dan poin penting atau kata kunci yang menarik. Misalnya kalau dalam dongeng si “A” merupakan seorang anak , yang kesehariannya hanya bermalas-malasan. Nah kata kunci yang menarik itu bermalas-malasan. Konflik untuk contoh diatas, karena kemalasan si “A”,dia mengalami sesuatu hal. (bisa apa saja,misal dia bertemu dengan orang yang lebih malas lagi, atau sesuatu hal yang lainnya). Endingnya si “A” sadar, bahwa sifatnya itu buruk dan  ia berjanji tidak akan malas lagi. Untuk novel tentu lebih luas. tapi cara menceritakannya tetap sederhana.

2. Pesan Moral

Harus ada pesan moral didalam cerita anak

Harus ada pesan moral didalam cerita anak via https://images.unsplash.com

Pesan moral bisa tersirat, bisa juga tersurat. Kalau tersirat biasanya jadi satu  kesatuan didalam naskah. Keduanya sama bagusnya, tergantung selera sih, yang penting pesannya sampai.

3. Menambahkan fakta unik yang berhubungan dengan cerita

Fakta unik dapat menambah pengetahuan anak

Fakta unik dapat menambah pengetahuan anak via https://www.google.com

Contohnya, saya menulis dongeng yang berasal dari Yunani. Saya menulis fakta unik tentang negara yunani. Saya menulis naskah dongeng dengan tokoh kijang, saya menulis  fakta kijang. Jadi untuk meningkatkan  kualitas anak, ditambah fakta unik tiap-tiap dongeng yang berupa fakta negara asal dongeng. Jadi buku apapun bisa ditambah fakta-fakta unik yang sangat bisa menambah pengetahuan anak.

4. Aktivitas seru agar anak tidak bosan, sekaligus menambah pengetahuan

Bermain bersama anak

Bermain bersama anak via https://www.google.com

Advertisement

Aktivitas ini bisa apa saja bentuknya, bisa mengisi teka-teki silang sederhana yang bisa dilakukan anak, menjawab pertanyaan, membuat sebuah percobaan  ilmiah, bermain dengan hobi yang dia suka dan lain-lain.

5. Ilustrasi menarik

Ilustrasi menarik tidak akan membuat anak bosan membaca

Ilustrasi menarik tidak akan membuat anak bosan membaca via https://www.google.com

  Banyak sekali contoh  ilustrasi buku anak-anak yang bagus-bagus. Dan ilustrasi sangat berperan dalam buku anak. Jadi partner penulis buku anak biasanya ilustrator karena mereka sering bekerjasama dalam menggarap buku yang sama.

Tak banyak manfaat bisa membaca, apabila anak tak gemar membaca

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya