Setelah bertemu dengan orang yang memiliki segala-galanya dalam kehidupan ini, pemikiran saya tentang pensiun usia muda berubah drastis. Dulu saya berpikir hidup tanpa masalah itu menyenangkan, bekerja tanpa perlu memikirkan hari ini bisa makan atau tidak itu kebahagiaan dan sungguh merupakan barokah jika tidak perlu kuatir dengan masa depan karena hartaku tidak akan habis tujuh turunan. Ternyata apa yang kelihatannya indah dalam bayang-bayang tidak seindah kenyataannya. Bagaimana mungkin memiliki kekayaan namun tidak nikmat sama sekali? Di ujung perjalanan hidup, kamu akan menyadari, hidup ini nikmat justru karna ada masalah.

1. Manusia memiliki rasa bosan

Apa makanan yang paling paling kamu sukai dalam hidup ini? Gigitan pertama menggoyang lidah, brrrrr ueeeenak tenan! Gak tau makan yang kayak gini dalam hidupku, juga nggak pernah makan semahal ini! Nah, saya memiliki kebiasaan antik dalam soal mencoba makanan baru. Pesen yang banyak sampe mblenger Begitu perut udah mulai kenyang dan hidangan di meja masih sisa maka saya tetap menelannya, kalau tetep tidak bisa ya saya bungkus buat jadwal makan selanjutnya. Tapi, sampai di rumah biasanya tidak saya sentuh lagi karena wes enek, liat aja males apalagi makan lagi. Nggak deh…

Begitu makan untuk kedua kalinya, sensasinya mulai berkurang. Tidak seenak yang pertama. Makan untuk yang ketiga kalinya tambah biasa-biasa saja. Kalo makan yang itu-itu aja setiap hari bisa marah-marah saya ! Mbleeenger tau? Apa gak ada makanan lainnya tah? Justru nasi pecel kuah rawon itu jauh lebih enak. Sayur bening iku lebih mancaaaap. Nggak percaya tah? Jika kamu berada di luar negri atau luar pulau, maka tahu campur, gado-gado atau lothek itu rasanya wueenak tenan!

2. Menaikkan standar hidup

Advertisement

Sesuatu yang dinikmati terus-menerus, pada akhirnya akan berkurang tingkat kepuasannya. Itulah sifat dasar manusia ! Jika kamu ingin mendapatkan tingkat kepuasan yang sama lagi, maka kamu memiliki dua pilihan. Menaikkan standar kamu atau menurunkan standar hidup kamu. Wes, itu hukum alam sayang.

3. Membeli kebahagiaan dan kenikmatan hidup

Standar hidup via http://wowkeren.com

Sebagian besar orang memilih jalan yang salah dan berakhir dengan tingkat kebosanan yang mengerikan. Jika kamu heran dengan berita bunuh diri seorang anak yang bapak ibunya kolongmerat eh konglomerat, berkuasa dan terhormat maka inilah penyebabnya.

Menaikkan standar hidup pada akhirnya berakhir dengan kebosanan. Proses menaikkan standar ini begitu mudah dan begitu berulang-ulang. Hal yang sama setiap kali, hanya beda di harganya saja. Begitu sering sehingga kamu berpikiran dengan uang bisa membeli segala-galanya.

Hal ini benar kecuali membeli kebahagiaan dan kenikmatan hidup. Memang benar kamu bisa membeli kenikmatan hidup dengan rumah mewah, mobil mahal, gadget terbaru atau Manusia Idaman Lain. Tapi semua itu akan berakhir dengan kebosanan. Justru tambah sugih isa tambah bosan, paradox kehidupan yang tidak dipahami oleh kita yang hidupnya pas-pasan. Maka bersyukurlah kamu yang hidupnya pas – pasan.

4. Mengapa tidak bisa menikmati hidup dengan keadaan seperti ini?

Nikmati hidup via http://kapanlagi.com

Bukan masalah kekayaan tidak membawa kebahagiaan. Jika kamu menebak bahwa tulisan saya ini anti sukses maka kamu juga salah. Saya berpendapat dan mengharuskan bahwa setiap orang harus hidup berkecukupan. Gak ada enaknya tiap hari makan tahu temp2,rek! Gak enak juga nek tiap awal bulan terima bayaran cuman mampir sedilut terus dibuat bayar utang. Asli gak ada nikmatnya!

Kamu juga salah jika berpikiran tidak bisa menikmati hidup dengan keadaan seperti saat ini! Saya tidak ngomong bekerja hanya untuk bayar utang itu harus dinikmati. Salah besar itu! Cara hidup kamu salah, ngapain hutang? Karena kebutuhan hidup? Karena bayarannya kurang? Tidak mungkin! Setiap manusia dipelihara oleh Tuhan pencipta langit dan bumi. Hanya saja kita telah mensia-siakan anugerahNya. Ketika sukses kamu berfoya-foya dan berpikir hartamu tidak akan habis 7 turunan. Ketika berada di titik terendah dalam kehidupan kamu memilih mengambil jalan pintas! Hidup ini pilihan.

5. Setiap orang memiliki pilihan untuk mengubah masa depannya

Jadi, jika saat ini hidup kamu serba minus dan membaca tulisan ini seraya berkata dalam hati…aahhh saya tak belajar menikmati hidup karena saya menyarankannya, maka kamu tidak menangkap maksud saya.

Perbaiki dulu pola hidup kamu, prioritaskan mana yang benar-benar penting dan abaikan segala hal yang tidak penting tetapi seakan-akan penting.

Jujur saya kangen dengan ketegangan hidupku dulu. Saya kangen dikejar-kejar waktu, saya kangen bekerja tapi gak mari-mari. Saya kangen debaran jantung waktu opening….serune rek!

Ahhh….jika ingat tentang masa lalu yang penuh masalah itu saya jadi tersenyum sendiri. Seandainya saja saat itu saya bisa lebih menikmati dan bersyukur. Tapi mau gimana lagi? Waktu tidak bisa diputar kembali, tinggal kenangan yang disimpan di hati untuk masa tua nanti. Tunggu…..

Saat ini saya memiliki pilihan untuk merubah masa depan saya. Apa yang dulu tidak sempat saya lakukan bisa saya lakukan hari ini. Kali ini saya akan lebih menikmati hidup walaupun ada masalah dan serba pas-pasan. Ya ! Karena saya yakin sepuluh tahun mendatang saya pasti menjadi orang sukses, dan juga tetap membagikan hidup saya di sini! Di hari nanti, saya akan merindukan rasanya berjuang sampai berdarah-darah, aku merindukan air mataku sendiri, aku rindu rasanya di caci-maki, aku kangen rasanya di marah-marah orang walaupun aku nggak tau salah apa, aku rindu rasanya di sia-siakan, ya aku rindu.