#CatatanAkhirTahun – Throwback Sebagai Penyintas Covid-19, Berikut 5 Usaha Bangkit dari Keterpurukan Kesehatan Mental

Kuat Lalui Masalah Kesehatan Mental Demi Hadapi Tahun Baru Lebih Baik

Positif Covid-19! Dunia rasanya runtuh. Kecemasan takut mati menghantui. Pikiran macam-macam rasanya. Masih segar dalam ingatan tahun lalu 2021 pada akhir Juni sampai puncaknya Juli, Indonesia pernah dihantam lonjakan kasus Covid-19 varian Delta dengan pecahnya rekor kasus baru tertinggi sejak pandemi dimulai. Saat kasus Covid-19 menembus hampir 2 juta orang konfirmasi positif, saya menjadi satu salah pasien dalam angka tersebut. Saya harus menjalani isolasi mandiri sendirian di rumah, sedangkan anggota keluarga dirawat di rumah sakit. Tahun 2021 adalah tahun terberat bagi saya.

Sebagai penyintas atau seseorang yang pernah mengalami positif Covid-19, pengalaman isolasi mandiri saat menderita Covid-19masih meninggalkan trauma bagi saya hingga saat ini. Masih terbayang rasanya kecemasan terus menerus dan insomnia saya rasakan akibat pemberitaan kasus kematian Covid-19 hampir setiap hari yang digaungkan dari sound masjid sampai merasa terguncang akan kehilangan orang terdekat. Meskipun satu bulan berlalu sejak isolasi mandiri, saya merasa depresi karena masih merasakan gejala sisa sakit Covid-19 alias Long Covid.

Kesehatan mental menjadi masalah baru pasca sembuh dari Covid-19 bagi para penyintas. Sebuah studi yang dipublikasikan di The Lancet pada April 2021 menemukan bahwa sepertiga pasien Covid-19 telah didiagnosis dengan gejala neurologis atau psikologis, termasuk kecemasan, gangguan stres pascatrauma (PTSD), depresi, dan psikosis, dalam enam bulan setelah tertular Covid-19. Dalam perjalanan untuk sembuh dari Long Covid-19, penyintas Covid-19 perlu memperhatikan kesehatan mental supaya kembali pulih. Kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik sebab hal ini dapat mempengaruhi produktivitas, kesehatan mental yang buruk akan berpengaruh pada kesehatan fisik seseorang.

Sebagai #CatatanAkhirTahun, saya akan memberikan tips yang sebaiknya dilakukan untuk menjaga kesehatan mental bagi penyintas Covid-19 supaya tidak makin terpuruk. Apa saja?

Advertisement

1. Lakukan latihan pernapasan secara teratur bikin pikiran tubuh jadi lebih rileks

Photo by jcomp from Freepik

Photo by jcomp from Freepik via https://www.freepik.com

Bagi penyintas Covid-19 sebenarnya latihan pernapasan untuk meningkatkan fungsi paru, tapi juga baik untuk menekan perasaan stres.

Salah satu teknik pernapasan yang bisa dilakukan adalah yang dipopulerkan oleh Andrew Weil, M.D direktur Center for Integrative Medicine di University of Arizona yakni bernapas 4-7-8.

Advertisement

Teknik yang dimaksud adalah melibatkan pernapasan selama 4 detik, menahan napas selama 7 detik, dan menghembuskannya selama 8 detik. Ulangi empat kali. Bila latihan pernapasan terus dilakukan bisa membuat mudah tidur, dan mencegah kegelisahan.

2. Dorong perbaikan diri dengan jalani hidup sehat

Photo by freepik from Freepik

Photo by freepik from Freepik via https://www.freepik.com

Penting untuk menerapkan pola hidup sehat setiap harinya agar kesehatan mental tetap terjaga selain kesehatan fisik. Mulai mengonsumsi makanan sehat, cukup tidur, olahraga teratur dan luangkan waktu istirahat.

Advertisement

Konsumsi makanan sehat, seperti buah dan sayur sayur secara teratur berguna mencukupi kebutuhan nutrisi tubuh. Juga konsumsi vitamin untuk melengkapi asupan dan gizi sesuai kebutuhan.

Tetap aktif, seperti olahraga yang dapat meningkatkan suasana hati. Tidak harus yang bersifat berat, carilah cara-cara kecil untuk menambah aktivitas olahraga, seperti berjalan kaki, naik tangga, atau jalan kaki ke tempat yang dekat.

Coba tidur pada waktu yang teratur setiap hari, dengan istirahat yang cukup berefek positif yang signifikan pada suasana hati. Istirahat merupakan kunci untuk mewujudkan tubuh dan pikiran yang sehat.

3. Berbicara dan berkumpul dengan keluarga atau teman-teman terdekat yang mendukungmu

Photo by tirachardz from Freepik

Photo by tirachardz from Freepik via https://www.freepik.com

Berjuang sendirian sebagai penyintas Covid-19 tentu terasa berat. Penyintas Covid-19 perlu dukungan orang terdekat untuk pengelolaan stres dalam diri yang baik. Kebetulan seluruh keluarga saya terkonfirmasi positif Covid-19, setelah sembuh pun kami masih saling menguatkan satu sama lain.

Masa meledaknya kasus Covid-19 tahun 2021 itu pun beberapa teman terdekat juga terkonfirmasi positif, kepada mereka saya bisa bercerita atau mengeluarkan keluh kesah dan pengalaman mengenai Long Covid yang dirasa. Tentunya berbicara dengan sesama penyintas akan mengerti apa yang dirasa. Pun dengan menghabiskan waktu untuk berkumpul dengan keluarga atau teman-teman dekat dapat membantu melepas penat saat kembali bergaul dan bertemu orang lain.

Keberadaan support system dalam hidup adalah upaya menjaga kesehatan mental tetap baik dalam menjalani aktivitas. Dengan tetap interaksi sosial menjadi salah satu terapi bagi orang yang memiliki depresi ringan.

4. Sering tertawalah, cari lewat hiburan online

Photo by benzoix from Freepik

Photo by benzoix from Freepik via https://www.freepik.com

Tertawa adalah obat terbaik bagi kesehatan mental mampu yang membantu untuk terhindar dari stres dan risiko depresi. Tatkala tertawa, tubuh akan melepaskan hormon endorfin, seperti dopamin, yang memberikan rasa senang dan nyaman. Selain menghabiskan waktu bersama orang-orang yang memiliki selera humor tinggi, tawa bisa dipancing lewat hiburan online yang bisa dicari di internet.

Tontonlah video lucu, pertunjukan komedian stand up favorit dan film komedi yang memancing untuk tertawa dan bahagia atau dengarkan podcast yang menghibur dan membantu kamu merasa lebih baik.

5. Lakukan hal yang kamu suka atau temukan hobi baru yang positif

Photo by jcomp from Freepik

Photo by jcomp from Freepik via https://www.freepik.com

Rangsang otak untuk rileks dan meningkatkan hormon dopamine yang berkaitan dengan rasa senang dengan melakukan hal yang menyenangkan seperti meditasi, menikmati musik atau sekadar mandi air hangat dengan busa melimpah.

Juga bisa lakukan hobi yang positif memberi manfaat bagi kesehatan mental yang punya efek menyembuhkan atau mencegah masalah mental.

Lupakan kepenatan dengan hobi baru atau hobi yang sudah kamu geluti selama masa pandemi dari rumah seperti memelihara hewan, berkebun, belajar bahasa negara lain lewat kelas daring, hingga memasak resep baru. Yuk coba geluti salah satunya supaya kamu aktif!

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

CLOSE