Idul Fitri adalah perayaan yang dirayakan oleh umat muslim di seluruh dunia. Selama 30 hari berusaha menahan dan melawan hawa nafsu untuk mencapai kemenangan sejati. 

Tak jarang menjelang Idul Fitri banyak yang berusaha untuk mudik ke kampung halaman atau ke tempat keluarga besar. Jalan macet gak menjadi hambatan selama selamat sampai tempat tujuan.

Sayangnya nih, gak semua orang seneng waktu libur dihabiskan untuk ngumpul dengan keluarga besar. Gak sedikit diantara mereka yang berusaha untuk menghindar dari acara tahunan ini. Walau gak begadang semaleman dan lebih banyak makan daripada orang lain. Ketika udah ngumpul pasti kelihatan paling lesu sendiri. 

1. Awalnya kamu cari-cari alasan supaya gak ikut ngumpul bareng keluarga besar

Mikir, siapa tau ada celah buat gak ikut via http://pandji.com

Yes. Momen kali ini adalah Idul Fitri. Akhirnya libur telah tiba. Ketika liburan pasti kita udah merencanakan apa yang mau dilakuin selama liburan. Ada yang pengen ngumpul-ngumpul namun ada juga yang pengen gak keluar rumah dan nonton film favorit yang gak sempet nonton waktu tayang di bioskop.

Sayangnya bagi kamu yang merencanakan liburan dengan bersemedi di dalam kamar, pasti agak sudah ketika kamu harus ikut ngumpul bareng keluarga besar. Apalagi yang minta orang tua, bakal mikir berkali-kali. Mau ikut ntar gampang bosen, mau pulang malah repot nungguin orang tua kita ngobrol tanpa ujung. Gliran nolak, gak bakal dilolosin kalo alasannya gak kuat.

Akhirnya kamu akan mikir alasan supaya gak ikutan. Bagi yang udah kerja bisa alasan ada urusan kerjaan yang dan gak bisa ditawar karena telat ambil cuti. Yang masih kuliah akan cari-cari kegiatan kampus biar gak ikut, entah panitia seminar, tugas kuliah gak selesai-selesai, hingga punya urusan sama dosen yang harus selesai sebelum perkuliahan semester depan dimulai. Bahkan yang lagi diluar kota bisa aja cari alasan gak mudik karena kehabisan tiket transportasi umum.

2. Semalam sebelumnya kamu bakal banyak nyiapin persediaan

Advertisement

Apapun yang dibutuhkan selalu dipersiapkan via https://jujubandung.wordpress.com

Ketika kamu bersusah payah bernegosiasi dengan orang tua dan gak nemuin titk temu. Udah terbayangkan apa yang akan terjadi ketika berada dalam perkumpulan keluarga besar. Bosan menjadi top survey. Gak ada tempet yang bisa dijadikan benteng pertahanan, kecuali kamu membawa barang-barang yang kamu suka sebagai pengalih kebosanan.

Saya pun demikian ketika lagi kumpul keluarga besar. Saya adalah orang yang paling cepat terkuras energinya. Paling cepet juga terbawa rasa bosannya. Maklum, emang dasarnya bukan tipe 'keramaian' layaknya yang lain, jadinya mau ngapa-ngapain susah. Alhasil bengong terus sambl berharap dewi Fortuna memberikan secerah harapan untuk keluar dari germbolan keluarga besar.

Tetapi masih ada solusi dibalik itu semua. Ketka berada dalam situasi seperti itu, mending persiapkan barang-barang favorit. Gak perlu bawa barang banyak karena kalian bukan mau naik gunung. Sebelum berangkat silaturahmi atau semalam sebelumnya, bawa HP, buku atau apapun yang bsa mengalihkan perhatian kalian. Disaat orang tua kalian sibut ngomongin A sampai Z, kalian main aja sendiri. Orang tua gak ngomel dan kalian bisa menikmati ketenangan. Win-win solution.

3. Karena setiap tahun selalu dapat pertanyaan yang sama. Alhasil kamu hapal luar kepala

Itu lagi pertanyaannya via http://1cak.com

Sebagai orang yang gak banyak bicara, gak jarang kita dipancing pertanyaan biar kita mau ngomong. Pertanyaan yang ditanyakan selalu sama dari tahun ke tahun.

"Kuliah semester berapa?"

"Kuliah dimana?"

"Pacarnya Mana?"

"Liburan ngapain aja?"

Niatnya emang baik mau ngajak ngobrol dan saling mengakrabkan satu dengan yang lainnya. Untuk satu dua kali masih ada toleransinya. Lebih dari tiga kali langsung siapin kertas, tulis dengan format Q & A, lalu kasih kerabat yang mau nanya. Mau gak mau mereka akan baca sendiri. Lagian juga pertanyaannya sama mulu dari tahun ke tahun. Ya kita juga bosen ngasih jawaban yang sama setiap tahun. Apagi kalau pertanyaan yang bersfat sensitif.

4. Paling sebel ketika saudara lebih banyak anak-anak daripada yang seumuran

Keluar aja dah dirumah banyak orang via http://annida-online.com

Semakin besar keluarga besarmu maka semakin banyak orang yang datang ke rumahmu atau sebaliknya. Kebanyakan diantara mereka adalah anak-anak. Tanpa sadar kamu berasa menjadi tua walau kamu belum nikah Salah satu tandanya adalah cium tangan ketika salaman.

Untuk orang tuamu atau para kerabat yang udah menikah, kehadiran anak-anak menjadi hiburan tersendiri. Kapan lagi bisa godain anak kecil, lantaran anak sendiri udah gede-gede. Udah tau segala hal jadi gak bisa dikibulin. Berbeda dengan anak kecil, kepolosan mereka bisa menjadi pelipur lara ketika orang dewasa kehabisan bahan obrolan. Namun hal itu tidak berlaku bagi kamu yang terbiasa dengan ketenangan. Kehadiran mereka justru bikin kerjaanmu nambah. Selain harus ngeladenin kerebat-kerebat yang kepo. Disisi lain kamu harus jadi freelance babysitter tanpa upah sepeserpun, lantaran kamu yang paling gede diantara yang lain.

Gak cuma jadi babysitter, mau tidur malah kamarmu dijadiin lahan bermain mereka. Alhasil kamu akan mikir alasan biar bisa keluar rumah hanya sekedar recharge.

5. Gak pagi, siang bahkan malam selalu penuh sesak. Kamu susah buat Me Time

Sebagai orang yang gak suka keramaian a.k.a introvert, kamu akan membutuhkan me time. Energimu terkurat cepat ketika setiap waktu harus ngeladenin anak kecil sama kerabatmu. Begtu mulai habis, akan ada alarm fiktif yang memberi sinyal untuk me time.

Ketika rumahmu penuh dengan kerabat, me time-mu gak bisa berjalan dengan baik. Hasilnya pun gak maksimal. Kamu harus sering pindah-pindah tempat. Tiap orang mempunyai me time yang berbeda-beda. Sialnya bagi yang suka menyendiri waktu lama, kamu pasti akan terlihat bagai orang kebingungan setiap saat. Kamu pun juga dilema ketika kerabatmu nanya, bingung mau jawab apa.

Malam hari adalah waktu yang paling kamu nanti lantaran semua orang udah tidur. Ketika semua orang tidur, kamu manfaatin waktu sebaik-baiknya buat ngelakuin apapun.

6. Bukannya kami gak suka kehadiran keluarga besar, hanya saja kami minta jeda sebelum bertemu

I need a break via http://clampart.com

Jangan salah paham dulu. Kami bukan benar-benar gak suka dengan kehadiran atau acara tahunan keluarga besar. Kami hanya bukan tipikal orang yang bisa haha-hihi langsung saat itu juga. Kalian bagian dari keluarga kamu namun kita hanya ketemu setahun sekali. Jadi pastilah kami akan kebingungan ketika kalain memaksa kami memulai percakapan duluan.

Kami adalah orang yang suka ketenangan dan kerumunan menyiksa kami. Apalagi kalian datang untuk waktu beberapa hari. Itupun kami harus melakukan persiapan agar kalian gak memandang kami yang macam-macan.

Maka, biarkan kami merasa sendiri dahulu dengan waktu yang cukup.