Bulan Februari tepatnya tanggal 14, sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari kalangan remaja, muda-mudi bahkan sampai generasi ayah ibu kita. Apalagi bagi pasangan yang sedang dimabuk asmara. Tapi berbeda lagi dengan kita. Setiap tanggal itu tiba, bagi kita tetaplah sama seperti hari-hari biasa. Tidak ada hal istimewa apalagi sepotong coklat atau sekuntum bunga mawar. Apalagi jika itu datangnya dari si doi yang kita kagumi. Hahaha.. Sangat mustahil sekali. Yang ada seperti mengemis turunnya salju di tengah padang pasir.

Jika si doi tak merasa, tak membalas ataupun sampai menolak akankah saat itu dunia seketika akan kiamat? Tidak bukan? Hidup akan terus berlanjut. Setidaknya hal-hal berikut ini mampu menyadarkan kita bahwa bersedih terlalu lama akan menelan segala impian kita. Mau? Kita juga berhak untuk bahagia meskipun jalannya berbeda.

1. Jika tak berbalas, anggap saja si doi adalah salah satu impian kita, sedangkan impian terbesar sebenarnya masih menunggu kita

Kita pasti memiliki banyak sekali impian. Salah satunya adalah impian untuk bisa memiliki si doi yang sudah kita perhatikan sejak lama. Tapi pada suatu hari kita melihat si doi sudah dimiliki orang lain.

Advertisement

Doa kita samalah ya semoga Tuhan bisa menunjukkan mimpi yang jauh terbaik lagi dari si doi yang nyata-nyata tak pernah peduli. Siapa tahu kita jadi impian orang lain juga.

2. Jangan sungkan untuk melebarkan sayap mengenal orang baru, siapa tahu salah satunya bisa berjodoh denganmu

Mencoba lebih terbuka

Mencoba lebih terbuka via https://www.pexels.com

Namanya juga cinta, sudah dimiliki oranglain saja rasanya semangat untuk memilikinya masih membara. Tapi beda lagi ya kalau si doi-nya sudah berkeluarga. Tapi bukan berarti kita juga menutup diri kita dari mengenal orang baru yang ingin mengenal kita.

Meskipun tidak bisa secepat itu kenal dan langsung suka. Semuanya juga butuh proses. Siapa tahu diantara mereka bisa berjodoh dengan kita.

3. Hidup adalah tentang belajar introspeksi diri, jika cinta kemarin menolak masih ada waktu untuk memperbaiki diri

Koreksi Diri

Koreksi Diri via https://www.pexels.com

Advertisement

Salah satu hal fatal yang mungkin sering kita lakukan dengan orang yang kita suka adalah menghubunginya tanpa henti. Yah, saya sendiri juga merasa seperti itu. Inilah satu hal introspeksi diri untuk ke depan jika kita harus berjuang untuk orang yang baru.

Karena kita juga tidak mau karena ketidaksabaran kita sehingga cara yang kita pergunakan salah, hingga akhirnya si doi enggan untuk memilih kita. Tidak mau kan sampai gagal kembali?

4. Mencintai orang tua kita tak pernah bertepuk sebelah tangan. Mereka yang selalu mampu membuat kita bangkit untuk mengenal cinta kembali

Cinta murni

Cinta murni via https://www.pexels.com

Saat kecewa, terluka, patah hati, menangis, orangtua kita adalah tameng pertama dari diri kita yang sebenarnya paling terluka. Mereka tidak akan tega jika melihat anak-anak yang sangat dicintainya menderita karena cinta.

Mereka tidak pernah lepas untuk mendoakan kita. Percayalah mereka pastinya juga mendukung kita jika itu memang sudah yang dijodohkan oleh Tuhan. Kita sama-sama bersabar ya kawan, meskipun saat ini masih bertepuk sebelah tangan.

5. Jangan turunkan standard dirimu dengan sembarangan menerima oranglain

Kamu berkualitas

Kamu berkualitas via https://www.pexels.com

Ketika teman-teman kita sudah menikah dan kita masih saja terluka karena cinta yang bertepuk sebelah tangan, kita lantas terburu-buru dan memilih sembarangan. Kita berkualitas, bukan berarti kita adalah makhluk sempurna.

Jangan sampai karena desakan oleh oranglain kita nantinya akan menyesal. Tuhan menciptakan jodoh untuk kita pastinya sepadan dengan doa juga perjuangan.

6. Tunjukkan dengan pencapaianmu kepada mereka yang hanya menilaimu sebelah mata

Pencapaian terbesarmu

Pencapaian terbesarmu via https://www.pexels.com

Kita belajar berpikir positif, mungkin saja mereka menolak kita karena mereka tidak tahu sebenarnya apa yang ada dalam diri kita. Meskipun saat ini si doi hanya memandang kita sebelah mata, tunjukkan pencapaian terbesar kita dengan prestasi-presatasi atau kelebihan kita yang tidak dimiliki oleh oranglain. Suatu saat nanti si doi akan berpikir untuk mempertimbangkan kita.

Cinta boleh saja bertepuk sebelah tangan, tapi Tuhan tak pernah tinggal diam. Mungkin Tuhan mau kita meraih impian kita terlebih dulu. Bahkan sebenarnya jodoh juga sudah Dia persiapkan. Hanya saja Tuhan mau kita benar-benar siap dengan waktu yang tepat.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya