Apa Dampak Sering Membentak Pada Anak?

Seringkali, orang tua yang berteriak pada anak-anak mereka mengaku berteriak sebagai bentuk disiplin atau cinta yang kuat.

Bagi orang tua, memang saat di mana kita merasa anak kita menjadi keras kepala dan sulit diatur akan selalu ada.

Dan secara umum, karena ini, orang tua menjadi kesal dan secara tidak sadar meneriaki kami untuk menaati anak-anak kami dan tidak keras kepala.

Bahkan, merujuk pada berbagai pendapat para ahli perkembangan anak, berteriak pada anak sebenarnya termasuk dalam kategori pelecehan verbal yang paling umum dan juga paling sering diabaikan pada anak-anak.

Seringkali, orang tua yang berteriak pada anak-anak mereka mengaku berteriak sebagai bentuk “disiplin” atau “cinta yang kuat”.

Namun yang perlu dipahami semua orang tua adalah seringnya membentak dalam jangka panjang dapat berdampak negatif, yang dapat “menghancurkan” anak-anak kita, baik secara fisik maupun psikologis.

Advertisement

1. Masalah kesehatan

Anak-anak yang mengalami pelecehan verbal (paling sering patah) dapat menyebabkan depresi. Depresi ini akan menyebabkan anak-anak kita memuaskan kesenangan mereka dengan cenderung menikmati makan berlebihan atau berhenti makan sama sekali. Ini dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tulang, otot dan bahkan organ vital dapat terganggu. Dengan demikian, anak-anak kita dapat menjadi lebih lemah dari waktu ke waktu.

2. Keyakinan rendah

Kualitas kepercayaan diri dan kepercayaan diri sangat penting untuk kehidupan profesional yang sukses dan kehidupan pribadi yang memuaskan. Apalagi saat anak akan tumbuh dewasa. Kurangnya kepercayaan diri ini dapat menyebabkan frustrasi dan depresi.

Advertisement

3. Harapan hidup yang rendah

pixabay

pixabay via http://pixabay.com

Anak-anak yang mengalami pelecehan verbal terus-menerus cenderung gagal mengembangkan pandangan positif. Dan ketika ini terjadi maka akan menimbulkan masalah di tahap kehidupan selanjutnya.

4. Menjadi kecanduan

Dorongan untuk mencapai tujuan sering kali menjauhkan seseorang dari alkohol atau narkoba.

Jika seorang anak menjadi depresi, ia akan mencari zat adiktif untuk menjauh dari kenyataan.

Advertisement

5. Cenderung antisosial

pixabay

pixabay via http://pixabay.com

Efek samping terburuk adalah bahwa anak-anak yang mengalami pelecehan verbal sering tumbuh menjadi orang dewasa yang tidak stabil. Bahkan ketika mereka kemudian menjadi orang tua. Beberapa penelitian telah membangun hubungan antara pelecehan verbal dan catatan kriminal seseorang.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

CLOSE