1. 1980an: Kaos Anak Band.

80an bisa dibilang masa legendaris tokoh ternama seperti Madonna, Queen, Guns and Roses, Metallica, dan Michael Jackson. Musik di era 80an menjadi kebanggaan massa bahkan hingga hari ini. Tolak ukur keren adalah ketika berdandan layaknya vokalis band sambil mengenakan kaos bergambar ternama seperti AC/DC. Berdesak-desakan untuk menonton konser Metallica menjadi kebanggaan tersendiri. Disisi lain, ikon kecantikan sejati disematkan pada Princess Diana yang membuat ia dielu-elukan masyarakat. Berbagai berita tentang Princess Diana sangat dinanti dan dipuji. Maka dari itu, kepergian Princess Diana seolah menghapus kebahagiaan era 80an.

Selain antusiasme menonton konser musik, tawa orang 80an muncul karena serial Lupus karya Boim Lebon. Lupus yang merupakan tokoh buatan ini berhasil menjadi panutan gaya dan lelucon pada masanya. Rambut jambul menjadi idola di 80an siapa lagi kalau bukan Lupus yang mengenalkannya? Maka dari itu, mengoleksi serial Lupus sudah menjadi barang berharga.

Untuk masalah trend berpakaian jangan kaget kalau apa yang kita kenakan saat ini adalah trend di tahun 80an. Kemeja flannel, tote bag, kacamata adalah starter kit anak gaul di era 80an. Sudah berpakaian gaul ditambah naik sepeda BMX, gaul banget! Terlebih, perempuan pada era ini merasa cantik dengan bandana warna-warni. Dan laki-lakinya merasa dengan tampan dengan athletic suit dan potongan John Taylor dari Duran Duran. Ih, Mas Boy Ganteng!

2. 1990an: Generasi Emas (Katanya).

Siapa sih yang tidak mengelu-elukan generasi 90an? Generasi 90an bisa dibilang paling sering unjuk diri diberbagai media sosial. Bahkan potret kehidupan tahun 90an dirangkum dalam beberapa buku atau artikel. Generasi ini (sering) mengaku paling bahagia karena berada pada masa transisi. Mereka mengaku lengkap mengalami fase perubahan teknologi, musik, gaya hidup, dan humor segarnya.

Mereka yang berada di generasi ini bisa dibilang cukup beruntung menjadi saksi perubahan teknologi ke era digital. Di generasi ini juga interaksi sosial antartertangga masih ditandai dengan bertegur sapa dan memanggil nama teman dari depan pagar pintu rumah. Kebahagiaan mereka muncul dari bersosial dan berteknologi dalam waktu yang sama.

Banyak musik galau berkulitas yang masih diperdengarkan hingga hari ini. Tidak sedikit orang yang tumbuh di generasi 90an merasa saat ini musik hari ini tidak secemerlang 90an. Boyband seperti Westlife dan BSB yang lagunya diputar di berbagai took. Sampai terkadang sulit membedakan keduanya.

Standar kumpul dan berbahagia a la generas 90an tidak lain adalah mendengarkan musik dari rekaman lagu melalui Walkman sambil memakai headphone atau sekedar bermain Nintendo beramai-ramai.

Serial tv, yaitu sinetron seolah menjadi topik wajib nasional. Warga Negara Indonesia manakah yang tidak menonton Tersanjung di tahun 90an? 

3. 2000an: Logika Milenium.

Urusan game, Playstation hadir menjadi idaman pencinta game. Memasuki era 2000an terdapat sisa-sisa kejayaan era 90an yang masih ngetren seperti sinetron. Pada tahun 2000an sinetron menjadi idola.

Maka tidak lengkap rasanya kalau berkumpul tanpa membicarakan Agnes Monica yang berperan di sinteron Pernikahan Dini. Pada era ini juga musik Agnes Monica naik daun. Siapa sih yang bisa mendengarkan lagu Tak Ada Logika tanpa tiba-tiba melakukan tarian khasnya?

Cinta ini, kadang-kadang tak ada logika~

Gaya Agnes Monica otomatis menjadi patokan gaul dimasanya. Potongan rambut a la J-Pop menjadi yang paling dicari.

Di akhir era 2000an ada Justin Bieber dengan suara serak-serak imutnya. Lagu Baby diputar disemua radio. Semua orang mendadak menjadi belieber (fans JB). Potongan rambut poni lempar JB yang mirip Andhika eks vokalis Kangen Band banyak digandrungi.

Demi mendapatkan poni se ciamik JB atau Andhika eks Kangen Band, rebonding menjadi idola. Cowok ataupun cewek tingkat kegaulannya bisa diukur dari seberapa lurus rambutnya. Makin lurus, makin asyik.

Yang menjadi klimaks dari era ini adalah hadirnya sosial media yang memungkinkan kita untuk berekspresi (alay) di dalamnya. Ada Friendster dan Facebook yang bisa kita banggakan jumlah friendsnya. Urusan komunikasi pun lebih mudah, banyak orang merasa terselamatkan dengan adanya BBM. Pada 2000an (mungkin hingga saat ini) sms sering pending dan bikin greget aja.

4. 2010an: Follback, Kak?

maxresdefault

maxresdefault via https://www.youtube.com

Semua informasi pada era ini sudah real-time! Apa yang kita update saat ini, muncul saat ini juga. Saking cepatnya perputaran informasi, cepat juga isu yang naik turun. Tapi ada beberapa hits yang menjadi ikon 2010an. Tentu yang pertama adalah demam korea.

Demam korea ini langsung bisa kita lihat dari adanya tren foto camera360. Kenapa camera360 hits? Siapa yang tidak mau wajahnya terlihat putih, mulus, bersinar bak artis Korea?

Bagi penggemar k-pop, era ini menjadi surga, bertebaran konser boyband girlband di Indonesia. Bahagianya bisa dihitung dari sudah berapa kali menonton oppa-oppa. Selain nonton boyband, kesenangan bisa didapat dari ikut joget Harlem Shake. Tidak butuh skill apapun, yang penting heboh dan diunggah ke Youtube.

Untuk urusan komunikasi, chatting messenger menggeser sms. Smartphone fungsinya tidak hanya telpon dan sms namun lebih pada mengedit foto, selfie, dan chatting. Tentu akan lebih menyenangkan jika mendapatkan banyak likes dan followers. Maka dari itu, hari ini likes dan followers menjadi penanda status sosial. Benar, bukan?

Siapa yang sampai hari ini masih minta follback terus nanti di unfollow biar followersnya lebih banyak dari following-nya?

Semua berlomba foto badai, foto ombak, masuk akun inicantik atau ituganteng. Dan yang cukup menggelitik adalah konspirasi iluminati dan ISIS menjadi obrolan serius dan candaan pada saat bersamaan.

5. Jadi, Mana Yang Paling Bahagia?

tumblr_m8gjzk4Dyo1qma2qx

tumblr_m8gjzk4Dyo1qma2qx via http://whatshouldwecallme.tumblr.com

Setelah dilihat kebelakang, coba simpulkan mana generasi yang paling bahagia? Tidak ada. Setiap generasi bahagia dengan caranya. Lima tahun mendatang pun akan memiliki cerita sendiri yangt menurut kita "paling menyenangkan". Tidak perlu membandingkan dan merasa lebih baik. Semua akan merasa baik dengan caranya. Selamat berbahagia dengan caramu!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya