Generasi milenial adalah mereka yang lahir di atas tahun 1980-an hingga 1997. Artinya, kamu yang masuk dalam generasi ini mulai menapaki fase usia produktif di dunia kerja. Di masa inilah biasanya para milenial mulai mendapatkan penghasilan sendiri. Sayangnya, nggak sedikit milenal yang terlarut dalam euforia gaji pertama dan akhirnya terus-terusan salah dalam mengelola penghasilan mereka.

Inilah alasan mengapa edukasi financial penting dimiliki generasi milenial untuk merencanakan masa depan. Para milenial yang sudah melek edukasi financial mungkin tak perlu diarahkan lagi harus bagaimana mengatur keuangan mereka. Saat mendapatkan penghasilan dari pekerjaannya, mereka akan mengatur sendiri pos-pos keuangan berdasarkan urutan skala prioritas. Mereka biasanya paham berapa persen yang harus ditabung, berapa persen yang harus diinvestasikan dan berapa persen yang bisa digunakan untuk kredit atau cicilan.

Lalu, apakah kamu termasuk ke dalam generasi milenial yang paham akan edukasi financial? Yuk lihat tanda-tandanya di sini!

1. Pandai Atur Penghasilan

Harus pintar-pitar atur gaji bulanan

Harus pintar-pitar atur gaji bulanan via https://www.shutterstock.com

Kehidupan zaman now membuat generasi milenial hidup dengan penuh tantangan yang berat. Itulah sebabnya mereka perlu melek financial untuk menghadapi serba ketidakpastian di masa-masa mendatang, meskipun saat ini mereka sudah akrab dengan hidup dalam ketidakpastian.

Meski terdengar menakutkan, bukan berarti milenial harus takut untuk menghadapinya. Sebab, saat ini sudah banyak solusi yang ditawarkan. Salah satunya adalah solusi akan ketidakpastian financial. Beberapa ahli keuangan selalu mengingatkan untuk menyisihkan 10% dari penghasilan sebagai dana darurat yang bisa dimanfaatkan ketika terjadi hal-hal yang tidak pasti, atau tidak bisa direncanakan sebelumnya.

Advertisement

Bagi kamu mileial yang paham edukasi financial, mungkin sudah mulai rutin menyisihkan penghasilan untuk dana darurat. Namun, nggak jarang juga milenial yang belum melakukan hal tersebut.

2. Menggunakan Kartu Kredit dengan Bijak

Jangan gampang tergoda

Jangan gampang tergoda via https://www.shutterstock.com

Kartu kredit mungkin menjadi salah satu alat pembayaran yang kerap digunakan para milenial. Tentu hal ini sah-sah saja, asal kamu bisa menggunakannya dengan bijak. Di tengah keuntungan yang diberikan kartu kredit mulai dari promo, point rewards, cashback, dan masih banyak yang lainnya, milenial kerap terlena ketika menggunakan kartu kredit. Tak jarang yang terlilit utang kartu kredit di usia muda karena tidak bisa mengendalikan diri saat menggunakannya.

Padahal jika dipakai dengan bijak, kartu kredit bisa menjadi teman. Lihat saja manfaat yang diberikan, sangat menguntungkan bukan? Namun dengan catatan, kamu menggunakannya sesuai kebutuhan. Oleh karena itu, alangkah baiknya kamu melek financial sebelum menggunakan kartu kredit.

3. Menyisihkan Pendapatan untuk Pengalaman Baru

Jangan lupa nabung

Jangan lupa nabung via https://www.shutterstock.com

Advertisement

Di usia yang masih muda, sebaiknya para milenial berburu banyak pengalaman. Selain melalui traveling, kamu juga bisa mengeruk banyak pengalaman dengan mengenyam pendidikan. Tidak perlu formal, tapi bisa juga mengambil kursus, seminar atau workshop. Mengingat bujet yang dibutuhkan untuk hal tersebut tak sedikit jumlahnya, dana yang harus dipersiapkan juga pastinya besar.

Maka mulailah untuk mencoba mengalihkan pengeluaran-pengeluaran kecil yang tak perlu namun sering, misalnya seperti menabung uang rokok atau segelas kopi. Jika dilakukan secara konsisten, hasilnya pasti akan dapat kamu rasakan.

Namun ingat bahwa pengalaman baru juga tidak hanya bisa didapatkan dari hal-hal yang membutuhkan dana mahal. Kamu bisa mendapatkannya melalui cara yang lebih murah, seperti menjadi sukarelawan misalnya. Selain mendapat pengalaman baru untuk diri sendiri, kamu juga bisa bermanfaat bagi orang lain.

4. Menabung untuk Masa Depan

Sisihkan gaji buat biaya nikah, sampai beli rumah

Sisihkan gaji buat biaya nikah, sampai beli rumah via https://www.shutterstock.com

Mendapatkan pengalaman baru termasuk sebuah investasi namun bersifat non-materil. Jika kamu sudah mendapatkan pendidikan tinggi dan pengalaman cukup matang, kamu bisa mulai menyisihkan pendapatan lebih besar lagi untuk tabungan masa depan.

Orang yang teredukasi secara financial tidak mengartikan tabungan hanya sebagai tabungan layaknya menyimpan uang di bank. Sebab, cara kerja tabungan hanyalah sekadar menyimpan uang kita, bahkan ada beberapa potongan yang dikenakan untuk biaya administrasi. Orang yang paham akan edukasi financial akan mengartikan tabungan masa depan sebagai produk financial yang sifatnya menambah uang kita, misalnya investasi atau asuransi.

Investasi yang bisa dipilih milenial misalnya reksadana. Selain modalnya terbilang kecil, reksadana memiliki risiko yang relatif lebih rendah dari instrumen saham. Jangan lupakan juga asuransi yang bukan hanya bisa menjamin penanganan kesehatanmu tapi juga berlaku sebagai tabungan masa depan.

5. Menahan Godaan Gengsi dan Segala Macam Keinginan

Jangan mudah tergoda

Jangan mudah tergoda via https://www.shutterstock.com

Godaan dan kendala yang selama ini dihadapi oleh generasi milenial adalah godaan mengejar teknologi yang tidak ada habisnya agar tidak disebut tertinggal atau ketinggalan zaman dan merasa gengsi di hadapan teman-teman lain yang lebih sukses.

Berkaca dari beberapa pengalaman dan kehidupan miliarder dunia seperti Warren Buffet, mereka hidup sederhana meskipun memiliki kekayaan yang melimpah. Warren Buffet bahkan sarapan dengan harga kurang dari 2 dollar USD saja. Sarapannya hanya segelas susu dan sebutir telur atau biskuit sehat. Uniknya hal tersebut sudah dilakukan sejak lama sebelum dirinya dinobatkan sebagai jajaran orang paling kaya di dunia.

Milenial memang tak harus kaya dan mengikuti sepenuhnya cara Warren Buffet meraih kesuksesan. Ada banyak cara menuju Roma, pepatah tersebut berlaku bagi milenial saat ini yang bisa menjadi apapun dalam hitungan waktu yang amat singkat. Namun, agar tetap bisa bertahan secara financial untuk beberapa dekade ke depan, milenial perlu memahami bagaimana cara edukasi financial bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya