Dilema yang Kami Rasakan Ketika Kuliah di Jurusan Kimia

Dilema Anak Kimia

Kuliah di jurusan kimia kadang membuat kami harus menelan pahitnya sangkaan orang sekitar. Mulai dari bisa buat bom sampai dikira tahu tentang obat-obatan. Sebenarnya ngga salah juga sih, cuma menurut kami itu semua kurang tepat. Cuma mau bilang aja sebenernya kami itu seperti ini.

Advertisement

1. Kami Emang Belajar Tentang Reaksi, Tapi Kalo Bikin Bom Sebenernya..

 Si A: Ambil jurusan apa bro ?

Si B: Kimia, kamu bro?

Advertisement

Si A: Wihh keren, bisa buat bom dong? Lain kali ajarin ya hehehe..

Si B : hadehh, ngga gitu juga bro konsepnya L

Advertisement

Hampir 90% kami pernah mendengar pertanyaan seperti ini. Entah itu dari teman, keluarngga, ataupun tetangga yang suka nyinyir #eh. Becanda sih, tapi kadang kami risih tahu, hehe..

O ya, kami memang selalu belajar tentang reaksi. Ibaratnya tuh ya reaksi udah menjadi makanan pokok setiap orang yang kuliah jurusan ini. Kalo kami sih bilangnya, ngga makan kalo ngga ada reaksi, hihi.. Tapi reaksi yang kami pelajari bukan hanya tentang bom kok (ada tapi cuma dikit banget).

Sebenarnya selama kuliah kami lebih banyak belajar tentang reaksi dasar yang tentunya bermanfaat bagi kehidupan kita kelak. Misalnya saja reaksi penyabunan. Kalian tahu ngga reaksi itu buat apa? Ya, seperti namanya “penyabunan” diambil dari kata dasar “sabun”. Berarti reaksi tersebut digunakan untuk membuat sabun. Dan masih banyak reaksi-reaksi yang kami pelajari di jurusan kami ini. So, masih ngira kami bisa buat bom?

2. Kamu Anak Kimia, Kan? Pasti Tahu Dong Obat Ini

Bagi kamu yang saat ini menempuh kuliah di jurusan kimia pasti ngga asing dengan pertanyaan semacam ini. Mau dibilang tahu, kok takut salah jawab, tapi kalo bilang engga kok malu yaa berasa pas kuliah ngga dengerin. Eitss tapi itu ngga salah kok karena..

Seperti yang kita tahu, obat dihasilkan dari sebuah reaksi kimia. Tapi, tahukah kalian untuk membuat sebuah obat dibutuhkan keilmuan yang lebih spesifik loh. Yaps, namanya ilmu farmasi. Farmasi ini salah satu cabang keilmuan kimia yang membahas khusus tentang obat-obatan. Mulai dari reaksinya sampai cara membuatnya. Tapi, sayangnya sebagian besar orang menganggap anak kimia tahu tentang ini.

Sebenarnya kami cuma mau meluruskan sih. Iya, kami emang belajar tapi dikit banget kok, paling cuma 2 atau 4 SKS doang, hehehe. Yang jelas kami mah cukup tau aja. So, mulai sekarang stop deh bilang anak kimia pasti tahu tentang obat hehehe..

3. Dikenal Sebagai Sosok yang Cerdas

Jurusan kimia termasuk salah satu rumpun sains yang tekenal susah. Jadi, ngga heran kalau sebagian besar orang akan mengira kami anak yang cerdas. Sebenarnya sih ada benernya juga. Kenapa ?

Materi kimia itu bisa dibilang unik, ngga seperti bidang yang lain. Misalnya saja matematika yang menuntut kita untuk memiliki kemampuan dalam bidang logika (re: perhitungan). Juga ilmu sosial yang hukumnya “wajib” bagi kita untuk punya daya ingat untuk menghafal dengan baik.

Nah, di kimia inilah kami dituntut untuk memiliki kedua kemampuan itu secara bersamaan. Bayangkan, saja kami dituntut untuk bisa menghitung jumlah zat yang bereaksi sekaligus mampu menjelaskan bagaimana hasil dan reaksi tersebut terjadi. Jadi, bagaimana menurutmu?

4. Belajar Sesuatu yang Ngga Jelas Bentuknya

reaksi kimia

reaksi kimia via http://pexels.com

Barangkali ini adalah dilema terbesar yang dialami hampir seluruh mahasiswa yang mengambil jurusan kimia. Di saat teman-teman yang lain mempelajari ilmu yang dapat dilihat objeknya. Namun, tidak halnya dengan kimia. Misalnya saja ilmu sosial yang memiliki objek berupa manusia atau matematika dengan angka-angkanya. Lalu, bagaimana dengan kimia?

FYI, kami harus belajar tentang atom, senyawa, molekul dan seambrek materi lainnya yang kadang bikin kami geleng-geleng kepala. Bahkan tak jarang kami pun harus berfantasi membayangkan seperti apa itu bentuk atom. Padahal sebenarnya kami juga pusing dibuatnya. Tapi yaa mau gimana lagi daripada nanti ngga lulus hehehe..

5. Sering Dicap Sebagai Orang yang Serius dan Kaku

Ketika belajar kimia kami dituntut untuk seteliti mungkin. Bayangkan saja ketika kami harus mereaksikan senyawa A dan B. Tentunya, kami harus menakar dan menimbang sesuai dengan prosedur yang ada. Karena jika salah, kemungkinannya akan fatal. So, kami dituntut untuk meminimalisir sebuah kesalahan.

Selain itu, bisa dibilang belajar kimia itu lumayan susah. Karena seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, kami tidak hanya dituntut untuk memiliki kecakapan dalam menghitung tapi juga menghafal dengan baik. Jadi, otak kami memang selalu dipaksa untuk tetap serius dalam mengikuti setiap sesi perkuliahan.

Bahkan saking seriusnya kami sering dikira kaku. Padahal sih, enggak juga kok. Di tengah kesibukan, kami pun juga sering nongki-nongki sambil ketawa-ketiwi manjah kok di mall ataupun di kafe atau mungkin sambil becanda ditengah sibuk mengerjakan sembrek laporan praktikum. Jadi, gimana masih bilang kami serius dan kaku? hehe..

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Seorang customer support yang mencintai dunia sains dan buku.

CLOSE