Sebagai pembaca dan penulis tahu pasti tentang hal ini. Suatu tanda baca untuk mengartikan pernyataan sesuatu bukanlah sesuatu hal yang asing lagi di kehidupan sehari-hari. Beberapa contoh seperti tanda tanya, tanda seru, sama dengan, dan, pagar, tanda dolar, dan lain sebagainya. Namun ada yang pernah bertanya nggak sih, darimana semua tanda baca itu berasal? Apakah memang terlahir dari bawaan sejak 26 huruf itu berada atau cuma-cuma terpisah?

Bagi kalian yang penasaran, simak langsung saja yuk kisah sejarah tanda baca dikenalkan.

1. Tanda Tanya (?)

Pada awalnya, dalam Bahasa Latin, untuk mengindikasikan pertanyaan, orang harus menuliskan kata Questio di akhir kalimat yang menandakan bahwa kalimat itu adalah kalimat tanya. Untuk menghemat tempat, kata itu akhirnya disingkat menjadi qo, lalu dirapatkan lagi menjadi huruf q kecil di atas huruf o. Makin lama tanda itu makin habis menjadi titik dan garis mirip cacing, persis seperti tanda tanya kita sekarang.

2. Tanda Seru (!)

Janha Imonoyama

Janha Imonoyama via http://2.bp.blogspot.com

Sama seperti tanda tanya, awalnya juga dimulai dengan menumpuk huruf. Tanda ini berasal dari kata dalam Bahasa Latin io yang berarti “seruan kegembiraan”. Ketika huruf i ditulis di atas huruf o, lama-lama disingkat seperti tanda seru yang kita kenal sekarang.

3. Tanda Sama Dengan (=)

Advertisement

Ditemukan oleh ahli matematika Inggris, Robert Recorde, tahun 1557, dengan pemikiran dalam Bahasa Inggris kuno, “I will settle as I doe often in woorke use, a paire of paralleles or Gmowe (i.e.,twin) line of one length, thus : , bicause noe 2 thynges, can be more equalle.” Atau terjemahannya, “Aku akan menggunakan tanda ini seperti biasanya, sepasang garis sejajar, atau kembar dengan panjang yang sama karena tidak ada dua hal lagi yang bisa lebih sama dengan dua garis sejajar ini.” Tanda sama dengan asli temuan Robert setidaknya lima kali lebih panjang dari yang kita kenal sekarang.

4. Tanda Dan (&)

Simbol ini adalah bentuk stiller dari et dalam Bahasa Latin yang berarti dan. Tanda ini ditemukan oleh Marcus Tullius Tiro, seorang penulis abad pertama di Roma. Nama Ampersand baru diberikan setelah 17 abad. Pada awal 1800-an, murid sekolah belajar simbol ini sebagai huruf ke 27 setelah Z, tetapi masih tanpa nama. Jadi, di awal 1800-an mereka belajar ABC dengan “and per se, and” yang berarti “&”. Kemudian, karena dibaca dengan cepat, akhirnya menjadi ampersand.

5. Tanda Pagar (#)

Nama aneh untuk tanda berikut datang dari kata Thorpe, kata dalam bahasa Normandia Kuno untuk desa atau tanah pertanian yang sering ditemui dalam Bahasa Inggris untuk nama tempat. Awalnya digunakan untuk pembuatan peta, yang artinya desa yang dikelilingi delapan pertanian. Karena delapan (octa) dan pertanian (thorpe), akhirnya muncullah nama ini, Octothorp.

6. Tanda Dolar ($)

Advertisement

Pemerintah Amerika baru menerbitkan uang mereka sendiri pada tahun 1794. Pada waktu itu masih menggunakan mata uang dunia lama yaitu peso atau dollar Spanyol. Koin 1 dollar Amerika pertama sama seperti uang peso Spanyol, baik berat maupun nilainya, dan singkatannya juga sama adalah Ps. Perkembangan selanjutnya, huruf P ditulis menimpa S, kemudian lingkaran di P dibuang, jadi hanya huruf S dan garis vertikallah hasilnya.

Dalam 50 tahun, sebagian besar simbol yang kita gunakan saat ini yang dicetak dengan dengan timah cor, tidak pernah berubah lagi: garis miring dari Boncompagno da Signa turun derajatnya lalu menjadi koma modern, mewarisi nama Yunani lama seperti sebelumnya; titik koma dan tanda seru bergabung dengan titik dua dan tanda tanya; dan titik-titik Aristophanes mendapatkan kedudukan terakhir sebagai titik. Setelah itu evolusi tanda baca berhenti mati, dihadang oleh standarisasi yang diberlakukan oleh percetakan.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya