Stop Memusingkan Hal-hal Ini. Toh Kamu Hanya Manusia Biasa, Tak Bisa Kendalikan Semua

hal-hal di luar kendali

Di zaman sekarang, sering kali kamu menemui orang-orang yang sangat berambisi pada hal di luar kendalinya. Mengapa orang-orang seperti ini sangat berambisi pada hal tersebut? Ada banyak sekali alasan mereka untuk berambisi, salah satunya untuk mempertahankan eksistensi, dipandang “wow”, hingga tak ingin dianggap lemah. Sejatinya manusia seharusnya tak perlu berambisi pada hal di luar kendali, kecuali sanggup untuk menerima konsekuensi kecewa suatu saat nanti. Lalu apa saja hal-hal yang berada di luar kendalimu? Mari sama-sama disimak!

Advertisement

1. Perilaku orang lain

Manusia memiliki prioritas yang berbeda-beda

Manusia memiliki prioritas yang berbeda-beda via https://unsplash.com

Kamu tak bisa menggantungkan harapanmu pada tindakan orang lain, kecuali orang tersebut berada di bawah tanggungjawabmu.

Meskipun di awal kamu telah bertindak baik kepadanya, kamu tak bisa mengharapkan balasan dengan sejenis. Tiap manusia memiliki prioritas yang berbeda-beda. Dan (mungkin) membahagiakanmu bukanlah prioritasnya. Apa yang baik untukmu belum tentu baik untuk dia, begitupun sebaliknya. Apa yang bisa kamu lakukan dengan lancar dan baik, belum tentu juga dia bisa melakukannya sama dengan kamu. Maka dari itu, kurangilah berharap atas perilaku dan tindakan orang lain ke kamu, sesuai dengan apa yang kamu harapkan.

Advertisement

2. Opini orang lain terhadap sesuatu

Tidak semua opini orang lain tentangmu layak kamu masukan hati

Tidak semua opini orang lain tentangmu layak kamu masukan hati via https://unsplash.com

Kamu mungkin menemui atau berada di lingkungan teman yang suka ghibah tentang buruk/aibnya orang lain, meskipun orang tersebut sudah bersikap baik di lingkungan sekitarnya. Hal ini memang tak bisa dipungkiri, opini orang lain bisa juga dilatarbelakangi oleh hal-hal lain misal lingkungannya atau pengalaman masa lalu.

Oleh karena itu, tetaplah bersikap baik sesuai versimu, karena tak semua orang akan menilai sama, dan tiap orang punya dasar yang berbeda untuk menilai orang yang ia kenal.

3. Popularitas

Hidup ini dinamis

Hidup ini dinamis via https://unsplash.com

Mungkin kamu pernah menemui orang yang berusaha mempertahankan popularitasnya dengan menghalalkan berbagai cara. Banyak orang yang bahagia ketika popularitasnya naik, begitupun sebaliknya. Namun amat payah jika kamu menggantungkan kebahagiaan pada popularitasmu. Hidup memiliki siklus dan hidup ini dinamis. Popularitasmu tak akan bertahan lama, karena setiap zaman akan selalu berubah. Jadilah yang terbaik menurut versimu.

Advertisement

4. Kondisi saat lahir

Apapun kondisimu harus disyukuri

Apapun kondisimu harus disyukuri via https://unsplash.com

Kamu tak punya kuasa penuh ketika masih menjadi embrio, ingin lahir dengan jenis kelamin apa, ras apa, kebangsaan apa, keluarga apa, dengan fisik yang bagaimana. Tuhan yang berkehendak, akan seperti apa nantinya kamu dilahirkan hingga tumbuh kembang nanti. Syukurilah kondisimu yang dulu dan sekarang, karena bisa jadi kondisi yang pernah kamu alami itu adalah kondisi yang beberapa orang lain harapkan di luar sana.

5. Segala sesuatu di luar pikiran dan tindakan, seperti, macet, cuaca, dan masih banyak lagi

Setiap peristiwa yang terjadi padamu pasti akan mendewasakanmu

Setiap peristiwa yang terjadi padamu pasti akan mendewasakanmu via https://unsplash.com

Hal-hal ini memang amat menjengkelkan, apalagi sampai membuatmu rugi. Tapi yakinlah, bahwa Tuhan tak akan menimpakan suatu keadaan di luar kemampuan ciptaan-Nya dan setiap kesulitan pasti akan ada kemudahan, dan setiap keadaan pasti ada hikmah yang tersirat maupun tersurat. Kamu tak bisa hanya menilai suatu kejadian dari satu sudut pandang saja. Kamu akan lebih bijak kedepannya dengan pernah mengalami hal-hal yang buatmu kecewa dan rugi.

Kebahagiaan sejati hanya bisa datang dari things we can control,hal-hal di bawah kontrolmu. Menggantungkan kebahagiaan di luar kendalimu adalah hal yang tidak rasional, karena bagaimana kamu bisa menggantungkan kebahagiaan yang tidak sepenuhnya ada di tanganmu? Jika kamu hanya bisa merasa bahagia pada hal di luar kendalimu, maka kamu sama saja menyerahkan kebahagiaan dan kedamaianmu pada pihak lain/orang lain. Yang bertanggung jawab penuh atas kebahagiaanmu adalah dirimu sendiri dan persepsimu dalam menghadapi berbagai keadaan.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Everything lowkey

Editor

Not that millennial in digital era.

CLOSE