Bagi sebagian orang, hujan tak akan berarti apa-apa. Bahkan hujan adalah waktu yang paling dibenci. Hujan dapat mengubah setiap rencana yang sudah diatur sedemikan rupa, hujan membuat mereka harus menepi dan menahan rasa dingin. Hujan juga kadang menimbulkan rasa takut. Tapi, bagi segelintir orang, hujan itu adalah keberuntungan, dan waktu yang paling dinantikan.

1. Hujan itu sebuah kode agar kita bermain di luar rumah

Bermain bola kala hujan adalah kenangan masa kecil paling indah via http://flickrhivemind.net

Guyuran air hujan yang deras membasahi setiap jengkal tanah di sekitar kita adalah anugerah. Bagi anak kecil, hujan adalah panggilan alam agar mereka bergegas keluar rumah dan merasakan derasnya air yang membasahi bumi. Aku percaya bagi setiap cowok, hujan adalah waktu yang dinantikan. Semakin deras hujan, semakin besar pula semangat untuk bermain di halaman rumah.

“Ayoo main bola!”

Begitulah teriakan penuh semangat kala masih kecil. Untuk sesaat diabaikan teriakan ibu yang ada di teras rumah.

2. Kenangan itu menyeruak kala kita melihat aliran air hujan

Advertisement

Kenangan itu tak pernah terlupakan via https://cinematiccourse.files.wordpress.com

Semakin lama hujan mengguyur bumi, kita kadang terdiam menatap derasnya air yang turun. Terkadang kita terlalu asyik terbuai melihat aliran air yang menyesap di antara tanah-tanah tandus, dan terus mengalir mencari tempat untuk bermuara. Tanpa sengaja, pikiran kita biasanya teringat akan setiap kenangan ketika hujan. Bisa jadi hujan adalah perantara agar kita terus mengingat kenangan yang sempat terlupakan.

“Di setiap aliran air yang membasahi tanah, aku seperti melihat bayanganmu. Bayangan yang samar, lalu menghilang. Namun, kenangan tentang kamu terus ada dipikiranku.”

3. Hujan biasanya seiringan dengan kegundahan hati

Biarkan aku terus mengenangnya, karena aku tak pernah bosan via http://weheartit.com

Suasana hati kadang tak menentu. Banyak alasan yang membuat kita gembira, tapi tak sedikit permasalahan membuat kita menjadi gundah. Bahkan, rasa gundah itu pasti lebih terasa menyesakkan kala hujan turun. Banyak yang mengaitkan hujan dengan kesedihan, dan memang seperti itu nyatanya. Derasnya rintik hujan, akan terus mengiringi kegundahan dan kesedihan hatimu.

“Jika kamu terus membasahi bumi, rasa gundah dalam hati ini pun menyeruak seakan-akan tak terkendali.”

4. Hujan itu waktu yang paling tepat untuk menulis setiap kenangan yang ada

Aku akan menulis setiap kenangan bersamamu via http://pluviobrew.tumblr.com

Seberapa banyak orang mengatakan bahwa menulis itu mudah, tapi mendapatkan ide untuk ditulis itu yang paling sukar. Coba kalian diam waktu rintik hujan mulai turun, duduk dan resapi suasananya. Aku yakin, kalian akan menemukan ide yang dapat langsung kamu tulis. Kadang ide itu turun bersamaan rintik hujan, ditemani secangkir kopi atau teh panas. Tanpa disadari, kamu pasti bersenandung lirih mengungkapkan beban dalam hati yang terpendam.

“Terima kasih hujan! Ketika kamu datang, aku dapat menulis sepenggal kalimat indah nan syahdu.”

5. Hujan adalah kerinduan yang mendalam

Aku terus merindukan hujan dan kenangan via http://www.gettyimages.com

Bagi hamparan tanah yang membentang, hujan adalah sebuah kerinduan yang mendalam. Hujan dinantikan setiap rumput yang mulai layu dan gersang. Begitupun dengan hati, hujan layaknya sebuah aliran yang melepaskan dahaga akan sebuah kerinduan panjang. Kerinduan yang tak pernah tahu kapan berakhirnya.

Aku merindukanmu seperti tanah tandus yang mengharapkan hujan. Mereka tetap setia menanti hujan tanpa tahu kapan dia datang. Hanya keyakinan saja yang menguatkan.”

Tetaplah membasahi bumi, hai hujan. Biarkan aku terus dapat mengingat setiap kenangan serta menahan kerinduan bersamanya. Menuliskan cerita panjang tentang dia, dan berharap dia mengetahui jika aku menceritakan kisahnya bersamamu, hujan.