Dulu sewaktu masih kecil, kamu pasti cepat-cepat ingin menjadi dewasa supaya nggak dilarang-larang dan bisa bebas melakukan apa yang kamu mau. Namun, saat kamu sudah menginjak dewasa, kenyataannya tidaklah segampang yang dibayangkan. Semakin hari, umurmu makin bertambah dan tanggung jawabmu pun nyatanya semakin besar. Kamu sadari atau tidak, keadaanmu sekitarmu dan pola pikirmu pun mulai berubah. Nah, apa sajakah itu? Ini dia 5 hal yang dialami ketika dewasa.

1. Saking sibuknya jadi dewasa, kamu sering lupa kalau orangtuamu pun menua

old couple

old couple via https://pixabay.com

Advertisement

Pernah nggak sih kamu suatu waktu memperhatikan orangtuamu dengan seksama, lalu tiba-tiba kamu sadar kalau mereka sudah tidak semuda dulu lagi? Sudah mulai banyak garis halus di wajah keduanya, rambut sudah mulai menipis, fisiknya pun terlihat tak sekuat dulu lagi. Seketika itu juga kamu sadar,” Ternyata aku sudah benar-benar tumbuh dewasa, ya?”

Kamu pun jadi merasa sedikit bersalah karena jarang memperhatikan mereka dan sibuk dengan urusanmu sendiri. Terlebih lagi, kalau kamu bekerja di luar kota dan jarang sekali bertemu atau menghubungi mereka.

Nah, selagi masih ada banyak kesempatan dan waktu, sering-seringlah untuk menghubungi atau menghabiskan waktu bersama orangtuamu, ya! Mereka pasti akan merasa senang sekali. Ingatlah bahwa mereka tidak akan selamanya bisa mendampingimu.

2. Meskipun merengek, nggak semua hal yang kamu ingin bakal langsung terwujud

sad girl

sad girl via https://pixabay.com

Advertisement

Ketika masih kecil dulu, ingat nggak sih apa yang kamu lakukan saat meminta dibelikan sesuatu tapi nggak langsung dikasih? Kebanyakan pasti akan menangis, bahkan sampai throwing tantrum supaya orangtua membelikanmu saat itu juga ya, kan? Karena mereka sayang banget sama kamu dan nggak tega ngelihat kamu nangis, kemudian nggak berapa lama barang itu akan langsung ada.

Tapi, sesudah dewasa kamu nggak bisa seperti itu lagi. Misalnya saja kamu baru lulus dan pengin banget dapet kerjaan sesuai keinginanmu. Kamu merasa malu ketika teman-teman yang lain sudah kerja tapi kamu belum. Nah, kalau kasusnya seperti itu, kamu nggak bisa merengek minta pekerjaan pada orangtuamu, kan?

Ya, beda kasus sih kalau orangtuamu konglomerat yang bisa dengan gampang ngasih kamu kerjaan. Tapi kalau orang-orang pada umumnya nggak akan bisa seperti itu, kan? Intinya, semakin dewasa harus semakin mandiri dan nggak tergantung dengan orangtuamu lagi.

3. Umur 25 sudah hidup mapan dan tahu arah hidup. Yakin?

Dulu sewaktu kamu masih kecil, sering kagum nggak, sih, ngelihat orang dewasa yang sudah bekerja? Apalagi yang memakai seragam. Mungkin di pikiranmu saat itu, langsung, “wah aku kalau mau besar pengin kerja jadi ini ah biar bisa keren seperti itu.” Jika mempunyai pekerjaan yang mapan pasti nanti masa depannya akan lebih enak.

Namun saat sudah dewasa, realitanya nggak segampang itu, kan? Tak sedikit orang yang bingung memilih pekerjaan mengikuti passion atau bekerja dengan gaji yang banyak tapi tidak sesuai passion. Malah banyak juga pada akhirnya yang memilih pekerjaan seadanya, dengan dalih yang penting kerja dulu.

Padahal (kata orang) idealnya di usia yang sudah dewasa, kamu sudah mempunyai pekerjaan yang mapan dan tahu benar arah tujuan hidupmu, kan? Ya, beruntunglah jika di usiamu yang sekarang kalau sudah berhasil menggapai cita-cita yang kamu impikan.

Namun, buat kamu yang belum, jangan patah semangat, ya! Kamu pasti bisa menemukannya. Setiap orang mempunyai waktunya sendiri-sendiri, tunggulah waktumu dan tentu saja barengi dengan usaha.

4. Nggak selamanya teman jadi kawan

Photo by Min An

Photo by Min An via https://www.pexels.com

Ya, kamu nggak salah baca, kok. Kamu tentunya punya teman atau sahabat dekat, kan? Saking dekatnya, kalian sudah menganggap satu sama lain seperti saudara sendiri. Kamu pun berpikiran kalau masa tuamu nanti bakal menyenangkan kalau mempunyai sahabat yang selalu bisa mendukung seperti ini.

Sayangnya, realita tidaklah seindah angan. Banyak persahabatan yang putus begitu saja meskipun dekatnya sudah seperti saudara sekalipun. Entah itu karena kesibukan masing-masing sehingga kurang komunikasi atau memang sudah tidak satu frekuensi lagi. Mau dipaksakan supaya bisa kembali seperti dulu lagi, agaknya cukup mustahil dilakukan. Ya itulah yang namanya hidup, nggak ada yang abadi.

5. Nggak perlu mengubah diri untuk diterima orang lain

Photo by Leah Kelly

Photo by Leah Kelly via https://www.pexels.com

Salah satu definisi keren saat dulu masih duduk di bangku sekolah adalah menjadi seorang siswa popular dan mempunyai banyak teman, bener nggak? Jujur aja deh, kamu dulu mungkin mempunyai keinginan untuk jadi popular, meskipun sedikit. Nah, nggak sedikit orang yang ingin popular dan kemudian menjalin pertemanan dengan kalangan “anak-anak keren” itu. Mereka pun rela mengubah dirinya supaya lebih fit in dengan lingkungan barunya.

Namun ketika sudah dewasa dan mengingat masa-masa itu, rasanya konyol sekali, ya? Sekarang pikiranmu sudah terbuka, kamu pun jadi tidak terlalu mementingkan untuk terlalu fit in dengan orang lain lagi. Apa gunanya jika mempunyai teman banyak, tapi kamu kehilangan jati dirimu yang sebenarnya, kan?

Ketika dewasa, kamu tentunya akan lebih membutuhkan circle atau lingkungan pertemanan yang bisa mendukung satu sama lain dan menerima kamu apa adanya. Tidak masalah jika lingkungan pertemananmu hanya kecil sekalipun.

Well, it’s all about quality not quantity.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya