Dunia ini hanya ada dua macam manusia, yaitu pria dan wanita. Mereka tidak bisa hidup sendiri-sendiri, saling membutuhkan itu pasti. Seorang Adam tercipta menjadi manusia seorang diri dan merasa kesepian. Seorang Hawa lah yang kemudian menemaninya yang berasal dari tulang rusuk Adam.

Namun kita sering belum bisa bersyukur, bagi mereka yang saling memusuhi, saling iri memiliki kondisi fisik yang sempurna dibanding yang lain. Ada yang ingin menjadi seperti lawan jenis, bahkan menyerupainya.

Tidakkah kita bersyukur atas kelebihan dan kekurangan yang dimiliki? Janganlah lupa bahwa kesempurnaan hanya milik Allah.

1. Wanita, makhluk yang tidak mudah ditebak

Bagi kebanyakan pria, wanita adalah makhluk yang susah dimengerti. Maunya banyak, pikirannya susah ditebak dan terkadang mood-nya suka naik turun. Dalam benak seorang pria, membantu wanita menyelesaikan masalah mereka adalah sebuah kehormatan tersendiri. Tapi masalahnya, maksud hati wanita yang susah ditebak ini terkadang membuat pria salah tingkah. Seolah-olah pria selalu saja salah dimata wanita. Sebenarnya mereka hanya ingin didengarkan. Sedikit meluapkannya membuat wanita lebih nyaman. Dari situlah para pria belajar arti kelembutan, kehormatan, kesopanan, serta harga diri.

Bagi Pria, belajarlah tentang wanita dari arti kelembutan, kehormatan, kesopanan, serta harga diri.

2. Tetaplah menjaga pesonamu dari busana, perilaku, dan tutur kata

Advertisement

Menjaga diri dari busana tidak selalu mewah, sesuaikan dengan bentuk tubuh dan wajah. Karena kebanyakan pria baik melihat pesona wanita biasa yang sederhana dan pantas. Perilaku wanita juga menjadi sorotan, karena apapun yang wanita lakukan juga berhubungan dengan keanggunannya sebagai wanita. Serta tutur katanya yang menjadi penentu derajat dirinya. Sayang sekali jika tutur katanya berucap kata yang tidak semestinya wanita ucapkan. Mahalnya derajat jatuh karena satu ucapan. Jagalah busanamu, perilakumu, dan tutur katamu sebagai pembentuk jati diri yang baik.

3. Untukmu wanita, yang nanti panjatan doamu menjadi kedudukan yang lebih utama

Mengapa wanita menjadi utama kedudukan doanya? Pertanyaan yang ada dalam benak anak muda. Keutamaan doa wanita akan di mengerti ketika menjadi seorang ibu. Wanita tidak bisa hidup sendiri, meskipun merasa bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari namun hati dan batin merasa hampa. Suatu saat akan ada pasangan halal menjadi pendamping dan mengisi kehampaan hatinya. Sejalan dengan waktu, wanita akan menjadi seorang ibu. Segala ucapan yang baik maupun buruk sekecil apapun akan menjadi doa baginya. Oleh karena itu, jagalah lisanmu selagi masih muda. Menjaga lisan berarti menjaga doa untuk orang-orang yang disayangi..

4. Diciptakannya ASI bagi para wanita yang telah melahirkan sebagai makanan bagi anaknya

ASI (Air Susu Ibu) merupakan imunisasi alami bagi bayi atau bisa sebagai obat yang mengandung zat kekebalan yang sangat berguna bagi bayi, karena dapat melindungi bayi dari berbagai penyakit infeksi dan alergi. Tidakkah dirimu bersyukur sebagai wanita seutuhnya bisa memberi kekuatan bagi bayi yang awalnya tak berdaya menjadi manusia seutuhnya dan juga tak luput dari rasa kasih sayang seorang ibu. Bersyukurlah menjadi seorang wanita karena keistimewaanmu tak bisa dimiliki oleh kaum pria.

5. Ibu adalah salah satu wanita yang bertaruh nyawa demi kelahiran kita

Pernahkah kita bertanya kepada ibu kita, apa yang beliau rasakan saat melahirkan kita? Hati siapa yang tak menangis jika mendengarnya. Ibu saat melahirkan kita berada antara hidup dan mati. Ketika sudah lahir, seiring waktu tumbuh besar hingga saat ini, bahkan sampai bisa memenuhi kebutuhan sendiri. Itu semua tidak luput dari kekuatan doa ibu yang belum tentu bisa kita dengar langsung. Bersyukurlah bagi kita yang masih mempunyai ibu, jangan sampai air matanya jatuh keluar karena kenakalan kita. Bercerminlah dengan mereka yang tidak punya ibu dari sejak awal dilahirkan

Ibu adalah orang yang paling layak untuk mendapatkan perlakuan yang paling baik