Mungkin ini tidak penting bagimu. Bagian yang mungkin membuatmu bosan. Sebab, perasaanmu tak sama dengan apa yang aku rasakan. Percakapan-percakapan tak jelas itu, mungkin hal yang tidak terlalu berarti bagimu. Juga chat dan pesan singkat yang lebih sering kau balas dengan satu dua kata saja. Dan kadang, kau begitu menyebalkan. Hanya membalas dengan tiga huruf, “iya”. Namun semua itu menjadi penting bagiku. Aku hanya ingin tahu, bahwa kau masih ada. Mengetahui kabarmu dan memastikan kau baik-baik saja. Adalah salah satu cara yang membuatku tetap bahagia. 

Ini bukan perkara tetap bersamamu. Bukan juga perihal memilikimu. Lebih dari itu, ini tentang perasaan yang masih sama, perasaan yang hanya kepadamu saja. Hal yang tidak bisa kurasakan kepada yang lain. 

1. Kau bisa mengelak, juga bisa menolak sesukamu. Tidak ada yang salah dengan apa yang kau lakukan

Advertisement

Kau bisa memilih dan melakukan apa pun yang kau mau. Tidak ada yang bisa memaksakan memang. Aku juga tidak ingin memaksakan apa-apa. Bahkan jika kau menjauh sekali pun, aku tidak bisa menahanmu. Aku juga tidak akan memohon agar kau tetap tinggal di sini.

Namun, perasaan yang tumbuh dan terus bertambah bukan hal yang bisa kuperbuat semauku. Perasaan itu tetap saja ada, meski berkali-kali aku pun mencoba mengusirnya. Barangkali, itulah salah satu sebab kenapa ada orang yang bertahan bertahun-tahun. 

2. Kenapa ada orang yang betah meski tak lagi dibutuhkan. Kenapa ada orang bersikeras meski hatinya berkali-kali dihancurkan

Mempertahankan

Mempertahankan via https://images.app.goo.gl

Kenapa ada orang tetap ingin menetap meski tak lagi ditatap. Sebab, terkadang cinta lebih kuat dari apa pun. Ia bertahan dan tak pernah mau pergi, meski tak juga memiliki. Ia tetap ingin menjadi ada bahkan pada seseorang yang menganggapnya tiada.

Advertisement

 

3. Dia pernah memberimu segelintir kebahagiaan. Dia pernah ada untukmu. Dia pernah menjadi alasan mengapa hari-harimu begitu indah

Tapi dia, bukanlah dia yang dulu. Dia memanglah tetap menjadi dia. Tapi dia yang kau kenal, bukan dia yang menyayangimu. Dia yang kini bahagia dengan dunia barunya. Juga dia yang sudah bisa tanpamu dalam keseharian-nya. Sedangkan kau masih tetap berharap dia kembali.

Senyumnya masih bisa kau lihat. Dari dekat, atau pun dari jarak yang begitu jauh. Kau tak akan bisa melupakan hal itu. Hal sederhana yang terus mengiang dan mengambang dalam ingatanmu. 

Perihal senyum, tawa, segala sifat atau pun sikap memang biasa. Tapi dia memberikan dengan warna yang berbeda. Yang membuatmu berani menilai kalau mungkin tidak ada orang yang seperti dia. 

4. Memang, ada kala di mana kita harus kehilangan dia. Sebab pertemuan tak bisa berjanji untuk saling mengabdi dan bersama selamanya

Merela Photo On Hipwee

Merela Photo On Hipwee via http://www.hipwee.com

Dia akan pergi. Sampai waktu yang tepat, entah kapan, pasti dia akan meninggalkanmu sendiri bersama luka juga kisah manis yang pernah kau ukir. Tata hatimu yang kini berkeping. Serta semua air mata yang sudah terlanjur tumpah.

 

5. Kepada dia, ucapkanlah terima kasih. Kau belajar tentang menyayangi seseorang dengan tulus.

Pernah jadi semestaku

Pernah jadi semestaku via http://www.hipwee.com

Walau pada akhirnya kau akan tau dengan sendirinya, sesayang apa pun kau dengan dia, dengan siapa pun, kau akan tetap berada pada titik kehilangan yang entah kapan kan menjemput. We’ll get move on. Bahagiakan dia selagi dia masih menjadi milikmu sekarang. Meski nanti ketika kau di pisahkan oleh waktu, coba kenanglah dia dengan hati yang paling dalam. Tanpa air mata.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya