Terlintaskah di pikiran kamu bahwa penderitaanmu, keluh kesahmu ini akan berakhir happy ending? Suatu hari nanti kamu akan berkata seperti ini " apa jadinya seandainya hari itu aku memutuskan untuk menyerah?"

Lantas, saya membaca pikiranmu saat ini. Ini yang kamu katakan: " akhir cerita saya gak jelas, keadaan saya gak memungkinkan untuk bisa happy ending. Masalahnya terlalu berat. Saling tumpang tindih, masalah yang satu nyambung dengan masalah lainnya. Pasangan saya, calon mertua saya, saudara saya...bahkan kucing saya pun bermasalah. Sudah bertahun-tahun saya timbul tenggelam dengan masalah ini! Bukannya selesai, malah bertambah banyak. Makin hari masalah saya makin berwarna-warni. "

1. Pertanyaan Tentang Eksistensi Tuhan

Nyesel aku jadi orang terlalu jujur dan terlalu baik. Sekarang dapatnya kehidupan seperti ini. Harapan dan impian hidup tidak terealisasi, malahan dapetnya bencana tok. Nyesel aku dengan hidup ini! Seandainya waktu dapat diputar kembali, maka aku akan lebih nakal dan lebih berhura-hura!

Orang yang tidak percaya adanya Tuhan disebut Atheis. Lalu apa sebutan bagi orang yang percaya Tuhan itu ada sekaligus ragu dengan keberadaannya. Logikanya sederhana, jika Tuhan itu benar-benar ada, mengapa ada pembunuhan, bencana alam, kelaparan dan kejahatan lainnya? Atau setidaknya, mengapa Dia mengijinkan hal-hal buruk terjadi kepada orang baik? Atau mengapa Dia memberkati orang jahat? Mengapa Dia membiarkan orang baik menderita?

2. Menelisik Paham Agnotisme

Agnotisme via http://kaskus.co.id

Advertisement

Orang yang meragukan keberadaan Tuhan disebut dengan istilah Agnotis. Tuhan digambarkan dengan orang tua yang tak berdaya, tak memiliki kuasa dan juga tidak mampu berbuat apa-apa lagi. Dulu dia perkasa, sekarang sudah tua. Dulu Dia raja yang adil dan bijaksana, sekarang pemalas dan putus asa karena manusia. Tuhan itu ada, namun tidak bisa berbuat apa-apa. Itulah agnotisme!

Pemahaman yang benar-benar memuaskan logika kita. Apakah Tuhan itu ada? Ya, Dia memang ada. Lalu mengapa kemiskinan merajalela? Karena Tuhan sudah tua, bahkan mengangkat tanganNya sendiri kecapekan, boro-boro mengatasi kelaparan. OtakNya juga nggak nyambung lagi, sering lupa menaruh kacamatanya, boro-boro mengingat lokasi bencananya.

Mengapa orang baik menderita? Mengapa anda selalu ditimpa masalah? Karena Tuhan lupa memakai alat bantu pendengar, doa anda tidak terdengar. Atau mendengar namun lupa siapa yang meminta berkatNya. Paket anda dikirim ke si Anu, sementara paket si Anu nyasar ke anda.

3. Tuhan mendidik berkali-kali

Tuhan itu efisien. Apa yang dijanjikan kepada kita pasti akan dikerjakan. Dia menuntun dan mengarahkan jalan kita agar sampai tujuanNya. Namun Dia tidak pernah mengulangi apa yang sudah diselesaikanNya. Apa yang sudah selesai berarti benar-benar selesai.

Dengan kata lain topik mengapa orang baik menderita tidak perlu di-lebay – lebay-kan. Jawabannya sudah diberikan ribuan tahun lalu.

Tapi saya kan tidak tahu…juga tidak pernah baca kitab suci. Oooo begitu, terus aku harus bilang WOW gitu? Coba tanya sama pak Polisi di sana, " Pak, saya tidak melihat rambu lalu lintas itu, jadi saya tidak bersalah. " Atau tanyakan kepada petugas pajak yang memeriksa anda, " Maaf pak, saya tidak tahu peraturan PPH Final 1%."

4. Percobaan Tuhan Lebih Pedih Bagi Mereka Yang DiprioritaskanNya

Mungkin saat ini posisi anda cukup tinggi dalam perusahaan. Kurang satu tingkat lagi menjadi direktur. Anda telah bekerja puluhan tahun dengan jujur dan setia. Bawahan anda mendukung penuh kepemimpinan anda dan mengharapkan menduduki pucuk pimpinan. Namun impian anda pecah berkeping-keping karena sebuah mimpi bunga tidur Owner.

Parahnya, piramida kekuasaan yang anda bangun dengan menginjak-injak kepala orang serta teman dihancurkan oleh si mata sipit yang namanya menohok-nohok.

Persis seperti kisahnya si Yusuf yang lebih parah lagi situasinya. Mantan narapidana penjahat kelamin. Entah salah atau benar mana orang lain mau tau! Pokok'e pernah dipenjara. Minimal ya tidak jujur. Tetapi sekarang menjadi tangan kanan Presiden!

5. Skenario Tuhan itu PAS

Berapa lama anda menderita? 1 bulan? 1 tahun? Atau 10 tahun? Apakah anda sudah menyerah? Mengambil jalan pintas dengan terjun bebas? Apakah tidak ada lagi sesuatu yang bisa dikerjakan? Apakah tenaga anda sudah benar-benar habis? Apakah anda berjuang sampai titik darah penghabisan? Jika anda masih bisa mengeluh, menggerutu berarti usaha anda belum maksimal.

Loooh. Apakah hidup itu hanya masalah tok? Apa tidak ada kesenangan di dunia ini? Buktinya diskotik masih tetap rame! Buktinya panti pijat plus masih buka ! Buktinya usaha travel masih muncul di sekitar kita. Anda menutup pandangan anda sendiri dengan masalah sehingga tidak bisa melihat hal lainnya.

Lah anda melihatnya ke atas terus. Bersenang-senang memang perlu uang. Gak ada uang gak isa bahagia. Itu betul dan juga salah karena kebahagiaan sejati berasal dari dalam keluar, bukan dari luar ke dalam. Kalo anda punya teman kaya yang tiap hari nyong ke diskotik, tanyakan apakah mereka benar-benar bahagia?

Justru sebaliknya, dalam tawa mereka tersimpan duka. Mereka ke dunia hiburan karena butuh hiburan. Hiburan yang ditawarkan dunia sifatnya sementara. Dari mata turun ke perut, dari perut keluar dek toilet jadi puppy. Senangnya hanya 8 jam saja, setelah itu kembali ke keadaan semula! Masalah yang belum diselesaikan muncul kembali. Butuh hiburan kembali, 8 jam ilang lagi.

Setiap kita digoda dengan satu dua masalah yang memang tidak pernah bisa diselesaikan dengan memuaskan. Artinya orang baik ditakdirkan untuk menderita! Namun jangan menyamakan penderitaan dengan ketidak-bahagiaan. Tuhan itu adil.